Ilustrasi Kota Kansas City Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Kansas City
Kansas City Stadium menjadi tuan rumah enam pertandingan Piala Dunia 2026.
Pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Swis pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB menjadi yang terakhir bagi Kansas City Stadium menjadi tuan rumah. Total ada enam laga yang digelar di stadion berkapasitas 76.416 penonton tersebut.
Selama menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, Kansas City ramai didatangi suporter dari berbagai negara. Suporter Aljazair yang pertama banyak datang karena tim nasional bermarkas di sana.
Setelah itu tibalah rombongan suporter Belanda. Ribuan orang yang berada di jalan mengenakan baju berwarna oranye menambah semarak Piala Dunia di pusat kota Kansas City.
Setelah itu berdatangan lagi suporter Argentina, Swis, Kolombia, dan negara lainnya. Mereka memadati zona suporter, bar, dan alun-alun publik selama satu bulan terakhir.
Kansas City yang menyebut dirinya sebagai Ibu Kota Sepak Bola Amerika Serikat menjadi tempat pertemuan bagi suporter dari berbagai belahan dunia. Para penduduk setempat ikut larut dalam kemeriahan pesta sepak bola dunia kali ini.
"Melihat para suporter dari seluruh dunia datang ke Kansas City untuk menyemangati tim mereka sungguh luar biasa," kata Clark Hunt, Ketua Kehormatan bersama Dewan Kansas City 2026, dikutip dari Reuters.
Meleburnya suporter tamu dan warga Kansas City menjadi kenangan indah. Hunt berharap suatu hari kelak, mereka akan kembali mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah. "Jika kami memiliki kesempatan untuk mengajukan penawaran, kami pasti akan melakukannya."
Menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, Kansas City berkesempatan menunjukkan kepada publik bahwa mereka adalah kota yang baik untuk menjadi destinasi bisnis, investasi, atau bahkan penduduk baru.
"Kami telah membuktikan bahwa kami mampu menangani kompetisi olahraga terbesar di dunia ini," ujar Kepala Eksekutif Kansas City 2026, Pam Kramer.
Kebersamaan yang terbangun antara suporter tamu dengan warga setempat membuat tujuan Piala Dunia 2026 untuk menyatukan orang-orang tercapai. Penulis dan komentator sepak bola, Nate Bukaty, merasakan sendiri bagaimana kehangatan itu terjalin.
"Saya menyukai semua hal dari permainan sepak bola di sini selama sebulan terakhir. Menurut saya, ini semua lebih dari sepak bola itu sendiri. Saya sudah agak nostalgia dan sedikit sedih karena ini akan berakhir," tuturnya.