Timnas Iran selalu mendapat dukungan penuh dari suporter Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Los Angeles, Amerika Serikat
Sejumlah fans Iran yang di Amerika Serikat akan menjadikan laga Team Melli sebagai momen sebarkan pesan bernada protes.
Timnas Iran bukan hanya menghadapi ketidakpastian di Piala Dunia 2026 ini melainkan juga sikap fans yang berasal dari luar negeri, khususnya mereka yang menetap di Amerika Serikat. Mereka yang berstatus diaspora, bangga tapi juga kecewa terhadap timnas negeri mereka ini.
Meski tidak semua namun ada sejumlah fans yang disebut dengan Iran-Amerika, mulai mempertanyakan sikap para pemain Timnas Iran terhadap pemerintahan negeri mereka. Beberapa di antara fans tersebut bahkan mengkritik pemain Iran yang terkesan bungkam terhadap apa yang terjadi di negara mereka.
Dalam sejarahnya, memang ada kaitan antara Amerika Serikat dan Iran khususnya ketika terjadi migrasi besar-besaran dari Iran ke Amerika Serikat pada 1979 silam. Perpindahan warga Iran ketika itu didorong oleh perubahan politik yang terjadi di dalam negeri yang juga dikenal dengan nama Persia ini.
Sejak itulah, Amerika Serikat menjadi rumah bagi para diaspora asal Iran. Di Los Angeles di sekitar Westwood Boulevard dikenal dengan nama Persian Square, menjadi komunitas terbesar Iran.
Kondisi tersebut tetap bertahan hingga saat ini, di mana ada orang Iran yang memilih pergi, termasuk Ali Karimi, mantan bintang Timnas Iran yang hingga kini aktif menyuarakan hak asasi, menentang pemerintahan Iran saat ini.
Bahkan, Ali Karimi pernah melayangkan surat kepada FIFA agar mencabut atau membatalkan Timnas Iran tampil di Piala Dunia 2026. Isu tersebut sudah muncul sebelum terjadinya serangan militer Amerika Serikat ke Teheran pada 28 Februari 2026.
Kini, ketika Piala Dunia 2026 semakin dekat, "kesetiaan" fans Iran yang berada di Amerika Serikat pun diuji. Apakah mereka akan tetap setia memberikan dukungan penuh kepada Mehdi Taremi dan kawan-kawan atau justru memilih sikap yang berbeda?
Beragam sikap muncul terkait hal ini. Salah seorang fans, Arad Arshad, yang merupakan mahasiswa dari New York (Amerika Serikat), yang besar di Teheran, mempertanyakan sikap para pemain Timnas Iran yang bungkam ketika terjadi kerusuhan massal pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
Arad Arshad menyatakan bahwa sejak kecil dia mengagumi deretan pemain tim nasional, namun kini dia justru malah berharap agar para pemain Iran gagal di Piala Dunia 2026.
"Rasanya sangat buruk, tapi saya harus mengatakan ini, saya tidak ingin mereka berhasil. Saya tahu bahwa bermain di Piala Dunia merupakan pencapaian terbesar dalam karier seorang pemain. Namun, bagaimana mereka bisa hanya diam saja," kata Arad Arshad.
"Saya akan memberikan dukungan jika pemerintahan Iran saat ini diganti. Jika tidak, saya akan pergi tapi akan mendukung Portugal," kata Arad Arshad yang mengaku sangat mengidolai bintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo.
Tidak sedikit pula, di antara fans tersebut yang menilai para pemain Timnas Iran saat ini tidak lebih dari sekadar perwakilan wajah dari pemerintahan Iran saat ini. Meski demikian, ada di antara mereka yang menyatakan akan datang ke stadion tapi dengan membawa attribute bernada protes. Sementara yang lain tetap dengan sikap mengesampingkan semua itu, menikmati dan menyaksikan Timnas Iran tampil di panggung dunia, tanpa dikaitkan dengan politik yang terjadi.
Pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran berimbas kepada nasib Iran tampil di Piala Dunia 2026. Iran masih meminta agar tempat mereka bertanding dipindahkan ke Meksiko, bukan di Amerika Serikat. Namun, hingga kini belum ada respons dari FIFA terkait harapan tersebut. Bahkan, FIFA disebutkan tidak akan mengubah apapun termasuk jadwal serta tempat digelarnya pertandingan.
Timnas Iran asuhan Amir Ghalenoel ada di Grup G. Mereka satu grup dengan Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Laga fase grup mereka yang pertama akan digelar di Inglewood, Los Angeles, di Stadion SoFI, 15 Juni 2026 nanti.
Idealnya, itu akan menjadi kesempatan bagus atau momen yang tepat bagi Timnas Iran karena di kota tersebut banyak orang Iran atau mereka yang merupakan keturunan iran. Namun, kini situasinya justru berbeda. Iran tampaknya sudah menilai bahwa faktor tempat bukan lagi sebagai kekuatan lainnya. Bahkan, mereka ingin laga digelar di Meksiko, bukan di Amerika Serikat.
Fans lainnya yang bernama Nader Adeli yang mengelola skuad U-60 klub Arya FC yang berada di Los Angeles, khawatir perang akan menghalangi Iran tampil di Piala Dunia 2026. Dia ragu, meski Timnas Iran dapat tampil di turnamen ini, namun mereka tidak akan maksimal karena konsentrasi mereka terpecah.
"Olahraga seharusnya tidak pernah menjadi isu politik. Sebagai manusia, kami tidak memiliki masalah dengan orang Amerika Serikat, kami juga tidak memiliki masalah dengan orang Iran. Yang menjadi masalah adalah pemerintahannya (Iran)," kata Nader Adeli.
Pendukung lainnya yaitu Masoud Ahmadi, berusia 62 tahun, yang merupakan desainer interior menceritakan latar belakangnya bagaimana ketika masih remaja dia pernah ditahan di Iran sebelum melakiran diri ke Turki. Amerika Serikat kemudian memberikannya suaka politik. "Kami pasti akan menyuarakan pendapat kami. Tim ini bukanlah tim rakyat Iran melainkan timnya pemerintah," kata Masoud Ahmadi.
Jika memang Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026 nanti, ini menjadi menarik karena akan sangat dinantikan bagaimana sikap fans Iran yang tinggal di Amerika Serikat. Pada Piala Dunia 2022 lalu, Iran dan Amerika Serikat bertemu di fase grup. Ironisnya, kebanyakan dari fans saat itu justru memberikan dukungan kepada Timnas Amerika Serikat tapi tetap dengan membawa atribute seperti bendera Iran.