Striker Timnas Inggris Harry Kane terpilih sebagai Pemain Terbaik pada laga melawan RD Kongo di 32 besar Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – London, Inggris
Harry Kane dinilai gagal memberi dampak positif bagi tim dalam laga-laga krusial.
Mantan pemain Prancis, Emmanuel Petit, menilai peluang Harry Kane meraih Ballon d'Or 2026 semakin menipis. Menurutnya, penyerang berusia 32 tahun itu gagal menunjukkan pengaruh besar dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Kane tampil impresif dalam lima pertandingan awal Inggris di Piala Dunia 2026 dengan mencetak enam gol dan satu asis. Namun, pada dua laga berikutnya melawan Norwegia dan Argentina, ia gagal menambah koleksi golnya.
Inggris akhirnya kalah 1-2 dari Argentina di babak semifinal. Saat menghadapi Prancis dalam perebutan tempat ketiga, Kane tidak dimainkan oleh pelatih Thomas Tuchel, tetapi Inggris tetap menang dengan skor 6-4.
Menurut Petit, situasi serupa juga terjadi saat Kane membela Bayern Munchen. Ia memang tampil tajam di kompetisi domestik Jerman, tetapi kesulitan mempertahankan performanya pada laga-laga penting Liga Champions.
Kegagalan memberikan kontribusi signifikan di pertandingan krusial Liga Champions dan Piala Dunia 2026 membuat Kane dinilai tertinggal dari para kandidat Ballon d'Or lainnya. Petit menilai Kane kesulitan tampil menentukan ketika menghadapi laga dengan tekanan tinggi.
"Peluang Harry Kane memenangi Ballon d'Or sudah berakhir. Jika hanya melihat performanya di Liga Jerman, tentu tidak masalah," kata Petit, dikutip dari Goal, Minggu (26/7/2026).
"Namun, di Liga Champions dan bersama tim nasional, ketika pertandingan menjadi benar-benar sulit untuk dimenangi, saya rasa Kane menghilang dari permainan," lanjutnya.
Meski demikian, Petit tidak sepenuhnya menyalahkan Kane. Ia menilai mantan penyerang Tottenham Hotspur itu telah berusaha semaksimal mungkin membantu tim.
"Saya tidak ingin menunjuknya sebagai penyebab kegagalan karena ia telah melakukan segalanya dan mencetak banyak gol. Namun, ia tidak memberi pengaruh dalam pertandingan-pertandingan besar. Karena itu, saya rasa ada beberapa nama yang berada di depannya," ujarnya.
Menurut Petit, performa di Piala Dunia memiliki pengaruh besar dalam penilaian Ballon d'Or. Meski begitu, ia berharap proses pemilihan tetap berlangsung secara objektif.
"Saya tahu Piala Dunia berada di atas gelar apa pun yang bisa diraih bersama klub. Namun, di saat yang sama Anda juga harus memenangi gelar. Apakah pemenangnya pemain Spanyol? Saya tidak tahu. Persaingannya akan sangat ketat. Pada akhirnya, saya berharap keputusan itu bukan didasarkan pada kepentingan komersial."