Zinedine Zidane saat memperkuat Timnas Prancis di Piala Dunia 1998. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Paris, Prancis
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dapat tugas berat mencari sosok yang bisa lanjutkan warisan Deschamps dan pertahankan status Prancis sebagai salah satu kekuatan utama dunia.
Didier Deschamps resmi mengakhiri era panjangnya sebagai pelatih Timnas Prancis setelah Les Bleus tersingkir di semifinal Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Spanyol. Laga perebutan tempat ketiga akan menjadi pertandingan terakhir Deschamps sebelum meninggalkan salah satu jabatan paling bergengsi dalam sepak bola internasional.
Keputusan tersebut sejatinya bukan kejutan. Sebelum turnamen dimulai, Deschamps telah mengumumkan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi kompetisi terakhirnya bersama Timnas Prancis. Namun demikian, kepergiannya tetap menandai berakhirnya salah satu periode tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis.
Kini, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dihadapkan pada tugas berat mencari sosok yang mampu melanjutkan warisan Deschamps sekaligus mempertahankan status Les Bleus sebagai salah satu kekuatan utama dunia.
Warisan Deschamps Sulit Ditandingi
Sebelum membahas para kandidat, pencapaian Didier Deschamps layak mendapat perhatian khusus. Ia mengambil alih kursi pelatih Timnas Prancis setelah Euro 2012 dan memimpin Les Bleus dalam enam turnamen besar secara beruntun.
Berada di bawah kepemimpinannya, Prancis mencapai perempat final Piala Dunia 2014, menjadi runner-up Euro 2016, menjuarai Piala Dunia 2018, melaju ke babak 16 besar Euro 2020, menjadi runner-up Piala Dunia 2022, mencapai semifinal Euro 2024, dan kembali menembus semifinal Piala Dunia 2026.
Prestasinya tidak hanya berhenti sebagai pelatih. Saat masih menjadi pemain, Deschamps merupakan kapten Timnas Prancis ketika menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.
Ia juga masuk dalam kelompok elite sepak bola dunia sebagai salah satu dari hanya tiga sosok yang mampu menjuarai Piala Dunia sebagai pemain sekaligus pelatih, sejajar dengan Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer.
Selain itu, Deschamps meninggalkan rekor sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak di Piala Dunia, yakni 20 kemenangan sepanjang masa kepemimpinannya. Rekam jejak tersebut membuat siapa pun penggantinya akan menghadapi ekspektasi yang sangat tinggi.
Dikutip dari Marca, inilah tiga sosok yang dirumorkan menjadi calon pengganti Deschamps sebagai pelatih kepala Timnas Prancis:
1. Zinedine Zidane, Kandidat Impian
Nama yang paling sering dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Prancis adalah Zinedine Zidane. Legenda Les Bleus itu sudah lama disebut sebagai penerus alami Deschamps apabila sang pelatih memutuskan mundur.
Rekam jejak Zidane sebagai pelatih pun sangat mengesankan. Bersama Real Madrid, ia sukses mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah terulang hingga kini.
Kesuksesan tersebut menunjukkan kemampuannya mengelola ruang ganti yang dipenuhi pemain-pemain bintang, situasi yang juga akan dihadapi jika menangani Timnas Prancis.
Sebagai pahlawan kemenangan Prancis di final Piala Dunia 1998, Zidane juga memiliki wibawa besar di mata para pemain. Pengalaman, ketenangan, dan mental juara menjadikannya favorit banyak pengamat untuk menggantikan Deschamps.
2. Thierry Henry, Pilihan Generasi Baru
Nama lain yang layak diperhitungkan adalah Thierry Henry. Mantan penyerang Arsenal dan Barcelona tersebut perlahan membangun karier kepelatihannya setelah pensiun sebagai pemain.
Meski sempat mengalami pasang surut saat menangani klub, Henry dinilai menunjukkan perkembangan positif ketika bekerja bersama tim nasional kelompok usia Prancis.
Kemampuannya menjalin komunikasi dengan pemain muda menjadi nilai tambah yang penting. Pasalnya, Prancis saat ini memiliki salah satu generasi muda terbaik di dunia dengan stok pemain berkualitas hampir di setiap posisi.
Selain itu, filosofi permainan menyerang yang identik dengan Henry diyakini mampu menghadirkan gaya bermain yang lebih atraktif, sesuatu yang selama ini juga diharapkan sebagian pendukung Les Bleus.
3. Herve Renard, Ahli Turnamen Internasional
Jika Federasi Sepak Bola Prancis lebih mengutamakan pengalaman di level tim nasional, maka Herve Renard menjadi salah satu kandidat yang patut dipertimbangkan.
Renard dikenal sebagai pelatih yang memiliki pengalaman luas menangani berbagai negara di beberapa benua. Ia juga memiliki reputasi sebagai pelatih yang mampu membangun organisasi permainan dalam waktu relatif singkat.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam sepak bola internasional yang minim waktu persiapan dibandingkan sepak bola level klub.
Meski menangani Timnas Prancis akan menjadi tantangan terbesar sepanjang kariernya, kemampuan Renard menghadapi atmosfer turnamen bisa menjadi salah satu pertimbangan utama FFF.
Pelatih Baru Harus Menyatukan Talenta Besar Prancis
Siapa pun yang ditunjuk nantinya tidak akan memulai dari nol. Timnas Prancis masih dihuni banyak pemain kelas dunia di setiap lini dan tetap menjadi kandidat kuat juara dalam setiap turnamen besar.
Tantangan terbesar pelatih berikutnya bukan sekadar menemukan formula taktik terbaik, melainkan menyatukan deretan pemain bertalenta menjadi tim yang mampu kembali meraih gelar.
Selain itu, pelatih baru juga harus mampu menyeimbangkan kehadiran para bintang senior dengan generasi muda yang terus bermunculan. Dengan ekspektasi publik yang selalu menempatkan Prancis sebagai favorit juara, kegagalan mencapai semifinal saja kerap dianggap sebagai hasil yang mengecewakan.
Karena itu, penerus Didier Deschamps tidak hanya membutuhkan kualitas sebagai ahli strategi, tetapi juga kemampuan memimpin ruang ganti yang dipenuhi pemain-pemain elite serta menjaga tradisi juara Les Bleus di panggung sepak bola dunia.