Gelandang Timnas Italia, Sandro Tonali. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Palermo, Italia
Sandro Tonali pemain yang membuat Italia menang atas Irlandia Utara dalam laga play-off Piala Dunia 2026.
Profil Sandro Tonali, pencetak gol pertama Timnas Italia ke gawang Irlandia Utara dalam laga play-off Piala Dunia 2022, Kamis (26/3/2026) atau Jumat dini hari WIB lalu.
Gol Sandro Tonali di menit ke-56 telah melepas sebagian tekanan dan beban Gli Azzurri. Setelah gol itu, Italia kemudian mencetak gol kedua dalam pertandingan di Stadion Atleti d'Azzurri Italia ini.
Moise Kean yang mencetak gol kedua tersebut di menit ke-80 setelah memanfaatkan asis Sandro Tonali. Dengan dua gol tersebut, Italia menang 2-0 dan melangkah ke final play-off Piala Dunia 2026.
Italia akan menghadapi Bosnia-Herzegovina dalam final play-off yang akan digelar pada 31 Maret 2026. Beban dan tekanan Italia asuhan Gennaro Gattuso memang belum sepenuhnya terlepas.
Namun, apa yang terjadi di laga lawan Irlandia Utara telah membuat Italia hanya selangkah lagi ke Piala Dunia 2026. Ya, di antara Italia dan Piala Dunia 2026 kini hanya ada Bosnia.
Perlahan Italia mulai meruntuhkan satu per satu ketakutan tentang kegagalan ke Piala Dunia. Tidak berlebihan jika menyatakan semua itu terjadi karena peran Sandro Tonali.
"Mungkin kami sedikit takut dalam permainan kami, tetapi di babak kedua kami bermain baik. Gol itu menghilangkan sebagian besar ketegangan, gol itu membebaskan kami," kata sandro Tonali, tentang gol yang dia ciptakan di laga tersebut, kepada Sky Sports.
Brescia, AC Milan, dan Newcastle
Jika melihat deretan skuad Timnas Italia saat ini, dari 26 pemain yang ada, yang menarik tidak ada pemain dari klub AC Milan. Ini cukup mengejutkan tentunya.
Namun, di Gli Azzurri sebenarnya ada dua sosok penting yang memiliki "kulit" AC Milan, salah satunya adalah Sandro Tonali. Gelandang 25 tahun ini memang berstatus sebagai pemain Newcastle United. Akan tetapi, jauh di dalam hatinya, Sandro Tonali adalah pemain yang mewakili I Rossoneri.
Bintang kelahiran Lodi, 8 Mei 2000 ini harus meninggalkan AC Milan pada 2023 hanya karena dia memang harus dijual, demi pemasukan. Saat itu, AC Milan seperti juga klub Italia lainnya, mengalami krisis keuangan yang membuat mereka harus menjual sejumlah aset. Sandro Tonali adalah aset mereka yang sangat berharga saat itu.
Demi uang transfer yang hampir mencapai 76 juta euro, AC Milan pun mau tidak mau melepas Sandro Tonali ke Newcastle United. Dengan jumlah tersebut, Sandro Tonali kemudian tercatat sebagai pemain Italia termahal sepanjang masa dalam sejarah transfer dunia.
Dalam laga terakhirnya sebagai pemain AC Milan, rekaman video yang menampilkan Sandro Tonali menangis saat mengucapkan selamat tinggal kepada fans AC Milan pun menjadi perhatian. Sudah sejak kecil, Sandro Tonali memang merupakan fans I Rossoneri.
Ketika dia bergabung ke AC Milan dari Brescia, Sandro Tonali menyatakan dirinya ingin mengakhiri karier sebagai pemain I Rossoneri. Namun, tentu saja perjalanan pemain seringkali tidak sesuai seperti yang diimpikan.
Pemain yang membawa AC Milan juara Liga Italia 2021-2022 ini kemudian melanjutkan kariernya secara profesional sebagai pemain Newcastle United, hingga saat ini.
Sandro Tonali memulai karier di tim muda Piacenza pada 2009 hingga 2012 sebelum akhirnya bergabung ke Brescia. Di klub ini, Sandro Tonali berkembang dan semakin terlihat kemampuannya sebagai gelandang.
Suksesnya membawa Brescia juara Seri B pada 2018-2019, membuat sejumlah klub tertarik. Termasuk AC Milan. Impian Sandro Tonali bermain di AC Milan pun terwujud dua musim berikutnya (2020-2021) meski diawali dengan status sebagai pemain pinjaman.
Keputusan I Rossoneri yang kemudian mempermanenkan status Sandro Tonali pun terbukti tepat. Dia menjadi bagian dari sukses AC Milan meraih gelar Liga Italia 2021-2022 bersama pelatih Stefano Pioli.
Di Newcastle United, Sandro Tonali yang telah bermain dalam 31 laga untuk Timnas Italia dan mencetak empat gol, membawa tim ini meraih gelar Piala Liga Inggris 2024-2025. Kariernya di luar Italia membuat dirinya menjadi pemain yang semakin matang baik secara mental maupun Teknik.
Mug Bergambar Gattuso
Satu lagi di skuad Italia yang memiliki "kulit" AC Milan tiada lain adalah pelatih Sandro Tonali sendiri di Timnas Italia saat ini, Gannaro Gattuso.
Kedekatan keduanya bahkan sudah dimulai di masa peminjaman Sandro Tonali di AC Milan. Ketika itu, Sandro Tonali mendapatkan kostum nomor 8 di I Rossoneri.
"Saya menghubunginya (Gennaro Gattuso) dulu, minta izin lewat telepon dan mengatakan saya akan mengenakan nomor 8 miliknya di AC Milan," kata Sandro Tonali, seperti yang pernah disampaikannya kepada La Gazzetta dello Sports.
"Ketika saya datang ke AC Milan, klub memberikan saya mug (mok atau cangkir) besar yang bergambar foto-foto Gennaro Gattuso dengan kostum AC Milan. Selama hampir empat tahun mug itu selalu ada dan masih saya gunakan saat saya makan," kata Sandro Tonali, tertawa.
Pada suatu ketika, cangkir itu pecah berkeping-keping. Namun, Sandro Tonali menyatakan dia memperbaiki cangkir tersebut sehingga bisa dipergunakan lagi. "Saya susun lagi, rekatkan dengan lem, dan menempelkan pecahan itu satu demi satu dengan perekat dan hasilnya cukup bagus, masih bisa digunakan."
Gennaro Gattuso pun menyatakan tentang bagian cerita itu setelah kemenangan atas Irlandia Utara. Menurut Gennaro Gattuso, dia mengetahui cerita tentang cangkir Sandro Tonali tersebut.
"Jika dia bawa cangkir itu ke Coverciano, saya justru yang khawatir," kata Gennaro Gattuso, tertawa. "Saya tahu ceritanya. Ketika dia ke AC Milan dia mengontak saya dan meminta apakah dia bisa mengenakan nomor 8. Telepon yang mengejutkan saya," dia menambahkan.
Menurut Gennaro Gattuso, saat itu dia masih melatih Napoli dan bahkan berencana membawa Sandro Tonali ke Napoli. "Namun, AC Milan tentu lebih kuat untuk membawanya ke sana."
"Selama bertahun-tahun, kedekatan kami terus terjalin, ada saling menghormati." Gennaro Gattuso kemudian menyanggah bahwa ada bagian dari kemampuan dan mentalitas Sandro Tonali seperti dirinya saat masih bermain, dulu.
"Sandro Tonali adalah pemain yang komplet. Saya hanya tahu bagaimana melakukan satu hal, sedangkan Sandro Tonali bisa melakukan banyak hal," kata Gennaro Gattuso.