Penyerang sayap Belanda, Cody Gakpo. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Houston, Amerika Serikat
Gakpo melepaskan lima tembakan dengan empat tepat sasaran dan mencatat ekspektasi gol 1,12.
Gemuruh di Houston Stadium pada Minggu (21/6/2026) dini hari WIB, bukanlah sekadar perayaan atas kemenangan telak Belanda 5-1 atas Swedia. Di balik pesta lima gol pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 tersebut, ada satu nama yang bertindak sebagai konduktor utama.
Sosok tersebut adalah Cody Gakpo, yang bermain seolah memiliki lapangan permainan dalam kendali penuh pikirannya. Pemain bernomor punggung 11 ini sukses menjadi inspirasi besar bagi melesatnya performa skuad Belanda.
Pertunjukan magis Gakpo langsung dimulai sejak peluit pertama ditiup oleh wasit. Laga baru berjalan lima menit ketika ia melakukan tusukan mematikan dari sektor kiri pertahanan Swedia.
Dengan visi bermain yang sangat jernih, Gakpo mengirimkan umpan tarik akurat ke dalam kotak penalti. Bola matang tersebut langsung disontek dengan sempurna oleh Brian Brobbey untuk membuka keunggulan Belanda.
Asis kilat pada awal laga itu menjadi cetak biru dari dominasi total yang ditunjukkan Gakpo di sepanjang pertandingan. Statistik mencatat bahwa sang penyerang sayap tampil luar biasa efektif dengan tingkat akurasi umpan mencapai 75 persen.
Namun, kontribusi nyata Gakpo di atas lapangan jauh melampaui sekadar catatan operan aman. Sepanjang pertandingan, ia menjadi motor serangan utama yang gemar menusuk langsung ke jantung pertahanan Swedia.
Atribut ofensif ini tecermin sangat jelas dari catatan total jarak bawa bolanya yang menyentuh terbilang tinggi. Ia tercatat menjelajah lapangan dengan membawa bola sejauh 161,2 meter untuk mengacak-acak lini belakang Swedia.
Paruh kedua pertandingan kemudian menjadi panggung pembuktian nyata ketajaman Gakpo di depan gawang. Dua menit setelah turun minum, tepatnya pada menit ke-47, ia sukses memperlebar keunggulan timnya.
Gakpo menyambut umpan silang mendatar Denzel Dumfries dari sisi kanan untuk mengubah skor menjadi 3-0. Tidak berhenti sampai di sana, aksi individu memukaunya pada menit ke-54 kembali memaksa kiper lawan memungut bola.
Menerima sodoran bola dari Crysencio Summerville, Gakpo melakukan gerakan potong ke dalam yang menjadi ciri khasnya. Ia kemudian melepaskan tembakan melengkung ke pojok gawang tanpa bisa dijangkau kiper Kristoffer Nordfeldt.
Efisiensi performa yang ditunjukkan Gakpo di area sepertiga akhir lapangan memang tergolong sangat mematikan. Dari total lima tembakan yang ia lepaskan, empat di antaranya berhasil mengarah tepat ke sasaran.
Catatan nilai harapan gol atau expected goals (xG) milik Gakpo berada di angka 1,12. Statistik impresif tersebut membuktikan bahwa ia mampu mengonversi setiap peluang dengan kualitas penyelesaian di atas rata-rata.
Hebatnya lagi, Gakpo tidak hanya bersinar terang saat menguasai si kulit bulat di kakinyai. Ia juga memenangi masing-masing 4 duel lapangan serta 4 duel udara melawan barisan pertahanan Swedia.
Saat ditarik keluar pada menit ke-90, publik stadion langsung berdiri memberikan tepuk tangan penghormatan kepada Gakpo. Dua gol dan satu asis dalam laga kontra Swedia menegaskan peran besarnya sebagai penentu arah terbang tinggi skuad Belanda.