TVRINews – San Francisco, Amerika Serikat 

Mantan bek Timnas Portugal, Rolando, menilai Tanjung Hijau bisa mulai bermimpi melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Mantan pemain internasional Portugal, Rolando Jorge Pires da Fonseca, percaya bahwa tim nasional Tanjung Hijau, negara tempat kelahirannya, mampu mencapai babak gugur Piala Dunia 2026 setelah “debut luar biasa” di kompetisi tersebut dengan menahan juara dunia 2010, Spanyol (0-0), di Grup H.

Berasal dari pulau Sao Vicente, mantan bek tengah yang kini berusia 40 tahun itu menyatakan bahwa penampilan Blue Sharks pada Senin (15/06/2026) lalu itu melampaui mimpi rakyat Tanjung Hijau. 

Publik juga berharap di bawah asuhan pelatih Bubista (lahir dengan nama Pedro Leitao Brito), Tanjung Hijau akan memanfaatkan kejutan yang diberikan kepada juara Eropa untuk mengamankan akses ke babak 32 besar dalam pertandingan Grup H yang berikutnya, yakni melawan Uruguai pada hari Senin (22/06/2026) pagi WIB dan Arab Saudi pada 27 Juni pagi WIB.

“Dalam pertandingan mendatang, Tanjung Hijau harus fokus pada apa yang telah mereka lakukan dengan baik. Melalui kualitas individu para pemainnya, mereka harus mencoba mencetak gol,” ujar pria yang 21 kali memperkuat Timnas Portugal antara 2009 sampai 2018 itu. 

“Sejak bermain imbang dengan Spanyol, mereka mulai bermimpi untuk melaju ke fase berikutnya. Tim perlu terus mencetak poin untuk membuat lebih banyak sejarah,” kata Rolando yang kini menjadi asisten pelatih FC Porto, seperti dikutip Lusa. 

Meskipun menganggap Grup H “sangat rumit”, Rolando percaya bahwa ambisi dan kepercayaan diri para pemain hanya akan meningkat setelah memenuhi tujuan utama untuk bertahan dengan baik dan menjaga gawang “tetap bersih”. 

Namun hal itu juga ditambah performa individu yang hebat, termasuk penampilan kiper Vozinha, yang secara luar biasa berperan besar saat menetralisasi kekuatan Spanyol.

Sadar bahwa tim dari kepulauan di Samudra Atlantik itu tidak lebih banyak menyerang karena harus mengeluarkan banyak energi untuk bertahan. 

“Mereka juga masih harus mengatasi rasa gugup karena ini adalah pertandingan pertama mereka di Piala Dunia, kompetisi sepak bola terbesar sejagat,” kata mantan bek FC Porto, Belenenses, dan Sporting Braga itu melihat ruang buat Tanjung Hijau untuk berkembang.

“Orang-orang Tanjung Hijau, seperti yang dikatakan Bubista, terbiasa dengan ketahanan. Mereka negara kecil, tetapi memiliki hati yang besar. Tim nasional membuktikan, seperti yang dikatakan Vozinha, bahwa mereka ada di sana untuk bersaing.”