Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Auckland, Selandia Baru
Meski tetap fokus berlaga di Grup E Piala Dunia 2026, pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, menegaskan timnya siap beradaptasi jika sewaktu-waktu terjadi perubahan.
Timnas Selandia Baru tetap melanjutkan persiapan mereka untuk menghadapi Iran pada laga pembuka Piala Dunia 2026, meski situasi geopolitik membuat keikutsertaan Iran dalam turnamen tersebut masih menjadi tanda tanya.
Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, menegaskan timnya tetap fokus pada jadwal yang ada saat ini. Sesuai rencana, Selandia Baru akan menghadapi Iran pada 15 Juni 2026 di Los Angeles, Amerika Serikat. Laga ini merupakan bagian dari fase Grup E, di mana kedua tim tergabung bersama Belgia dan Mesir.
“Untuk saat ini kami masih terus bersiap seolah-olah akan menghadapi Iran,” ujar Bazeley dikutip dari Reuters, Selasa (17/3/2026). “Mereka adalah tim yang lolos kualifikasi dan kami sudah diundi untuk melawan mereka. Itu masih menjadi jadwal resmi dan sampai kami mendapat pemberitahuan sebaliknya, kami akan terus mempersiapkan diri seperti itu.”
Bazeley juga menambahkan bahwa timnya siap beradaptasi jika terjadi perubahan. “Tentu saja, jika ada perubahan, kami akan menghadapinya. Namun, keputusan seperti itu berada di level yang lebih tinggi dari saya,” katanya.
Ketidakpastian ini muncul setelah Menteri Olahraga Iran menyatakan bahwa negaranya tidak mungkin berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Pernyataan tersebut menyusul meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah, termasuk serangan udara akhir Februari lalu yang dilaporkan melibatkan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat saat ini.
Trump sendiri menyebut Iran sebenarnya tetap diizinkan untuk tampil, namun ia meragukan apakah kehadiran mereka aman. Ia mengatakan bahwa keikutsertaan Iran mungkin “tidak tepat demi keselamatan mereka sendiri.”
Sedangkan di sisi lain, CEO Federasi Sepak Bola Selandia Baru, Andrew Pragnell, memastikan bahwa pihaknya sangat serius terkait aspek keamanan. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi terbaru dari FIFA terkait potensi ancaman atau perubahan jadwal.
Pragnell menilai hingga saat ini semua jadwal dan tempat pertandingan Piala Dunia 2026, termasuk Grup E, masih on schedule. “Saya ragu FIFA akan memindahkan lokasi pertandingan. Itu sepertinya bukan sesuatu yang akan mereka pertimbangkan,” ujarnya.
Iran sendiri dijadwalkan memainkan dua pertandingan fase grup di Los Angeles dan satu laga lainnya di Seattle. Hingga kini, FIFA belum memberikan komentar resmi terkait kemungkinan pemindahan venue atau perubahan status partisipasi Iran.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ajang empat tahunan ini akan diselenggarakan pada 11 juni-19 Juli 2026.