TVRINews – Brussel, Belgia

Jeremy Doku telah menjelma menjadi salah satu pemain penting di Tim Nasional Belgia dan bakal menarik perhatian di Piala Dunia nanti.

Tim Nasional Sepak Bola Belgia memang tidak lagi diperkuat Generasi Emas – antara 2014 sampai 2022 – yang faktanya hanya menorehkan hasil terbaik peringkat ketiga di Piala Dunia 2018.

Beberapa nama anggota Golden Generation skuad Belgia memang masih ada saat ini seperti gelandang SSC Napoli Kevin De Bruyne, kiper Real Madrid Thibaut Courtois, hingga bek LOSC Lille Thomas Meunier. Belgia juga masih memiliki kapten dan gelandang tengah Youri Tielemans.  

Namun, ada satu nama yang patut ditakuti para calon lawan De Rode Duivels (Setan Merah) – julukan Timnas Belgia – di Piala Dunia 2026 nanti. Jeremy Doku diyakini akan menjadi pemain paling berbahaya di skuad Belgia nanti. 

Pemain sayap (winger) milik Manchester City tersebut tidak hanya masih muda (23 tahun) tetapi juga memiliki teknik tinggi yang mampu merusak lini pertahanan lawan dari sisi kiri. 

Ketika Belgia kandas di fase grup di Piala Dunia 2022 setelah kalah bersaing dengan Kanada, Maroko, dan Kroasia, Doku masih pemain dengan bakat belum terasah di Stade Rennais (Rennes) dan hanya dimainkan selama 18 menit di Qatar. 

Namun setelah itu, Doku berubah drastis. Baik di Manchester City maupun bersama Tim Nasional Belgia, Doku telah membuktikan dirinya sebagai pemain sayap yang dinamis, yang selalu meninggalkan jejaknya dalam pertandingan-pertandingan besar.

Doku adalah winger eksplosif dan berintensitas tinggi yang dikenal karena kemampuan menggiring bola 1 lawan 1 yang luar biasa, kecepatan kilat, dan kemampuannya untuk mengacaukan pertahanan yang rapat. 

Terutama bermain di sayap kiri untuk Manchester City, kemampuan Doku membuatnya sering disebut “Duracell dribbler” karena kehebatannya menggiring bola tanpa kenal lelah sehingga diibaratkan mirip baterai bertenaga keluaran pabrikan asal Amerika Serikat, Duracell, Inc.

Doku mampu menggabungkan kecepatan mentah dengan gerakan tidak terduga ala sepak bola jalanan untuk mendominasi para bek lawan.

Inti Gaya Permainan dan Karakteristik

Atribut utama Doku adalah kemampuannya untuk mengalahkan bek dalam situasi satu lawan satu. Dia memimpin Liga Primer dalam dribel sukses – rata-rata 4,4 per 90 menit permainan – dengan memanfaatkan pusat gravitasi rendah dan akselerasi mendadak dari posisi diam untuk melewati bek. 

Doku juga memiliki kecepatan tertinggi yang sangat tinggi. Namun, kemampuannya untuk melesat secara tiba-tiba dari melambat membuatnya hampir mustahil untuk diprediksi atau ditangkap. 

Doku juga piawai melakukan cutting inside. Dia mampu menggiring bola ke garis gawang dengan kaki kanannya lalu dengan cepat memotong ke dalam, sehingga menyulitkan bek untuk fokus ke satu arah. 

Kendati posturnya relatif pendek, Doku dibekali fisik sangat kuat dan mampu melindungi bola dan mengatasi tantangan di area sempit. 

Menariknya, tidak seperti banyak pemain dalam sistem berbasis kontrol, Doku sangat langsung, lebih suka menggiring bola langsung ke arah bek daripada mengoper ke samping. Ini menjadi keunggulan “tak terduga”, terutama dalam proses transisi.

Jika kekuatan dan kelebihan Doku ini dikombinasikan dengan ketenangan dalam mengatur bola milik De Bruyne serta kemampuan mematahkan alur bola di tengah dari Tielemans, Belgia akan sangat berbahaya di Piala Dunia 2026 nanti.

Pemain Penting di Klub dan Tim Nasional 

Sejak dibeli Manchester City pada akhir Agustus 2023, Doku telah 127 kali diturunkan (20 di Liga Champions) dengan mencetak 22 gol (2) dan 34 assist (5).

Menjelang berakhirnya musim 2025-2026 ini, Doku total sudah 43 kali diturunkan pelatih Pep Guardiola di semua kompetisi dengan mencetak delapan gol dan 14 assist.

Di Tim Nasional Belgia, Doku sudah 41 kali bermain dengan mencetak tujuh gol dan 14 assist sejak debut pada 5 September 2020. Ia tercatat enam kali turun di putaran final Kejuaraan Eropa (Euro) pada 2021 dan sekali di Piala Dunia pada 2022.

Di kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu, Doku selalu diturunkan di seluruh delapan pertandingan Grup J oleh pelatih Rudi Garcia. Ia berhasil mencetak lima gol dan tiga assist atau terlibat dalam gol Belgia setiap 80,6 menit.

Sejak Garcia menjadi pelatih Belgia mulai Januari 2025, Doku adalah salah satu dari lima pemain yang paling banyak diturunkan, 11 – bersama gelandang bertahan Nicolas Raskin, bek kiri Maxim De Cuyper, bek kanan Thomas Meunier, dan gelandang kanan Alexis Saelemaekers.