Pemain veteran Kolombia, James Rodriguez. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Bogota, Kolombia
Meski Minnesota United memiliki opsi perpanjangan hingga Juni, kedua pihak sepakat untuk berpisah lebih awal.
Petualangan James Rodriguez bersama Minnesota United tampaknya akan berakhir lebih cepat dari perkiraan semula. Bintang sepak bola asal Kolombia tersebut diprediksi segera angkat kaki setelah memberikan kontribusi yang tergolong minim bagi klub MLS itu.
Kepergian Rodriguez kabarnya dipicu oleh panggilan tugas negara untuk memperkuat Tim Nasional Kolombia di Piala Dunia 2026. Menariknya, ia dilaporkan tidak berencana untuk kembali lagi ke markas Minnesota United setelah turnamen akbar itu usai.
Statistik mencatat pemain berusia 34 tahun tersebut hanya tampil dalam empat pertandingan liga selama mengenakan seragam The Loons. Performa yang jauh di bawah ekspektasi ini tentu mengecewakan banyak pihak yang semula berharap besar pada kemampuannya.
Minnesota United sebenarnya memiliki klausul untuk memperpanjang durasi kontrak Rodriguez hingga akhir musim kompetisi. Namun, manajemen klub harus sudah menentukan sikap sebelum tenggat waktu yang jatuh pada 1 Juni mendatang.
Kabar mengenai perpisahan ini pertama kali mencuat melalui laporan Michele Giannone dari Apple TV dan informasi yang dihimpun oleh The Athletic. Keinginan untuk menyudahi kerja sama tersebut disebut-sebut sudah selaras dengan kemauan pribadi mantan bintang Real Madrid itu.
Laga menghadapi Colorado Rapids pada Rabu (13/5/2026), diyakini menjadi penampilan pemungkas Rodriguez bersama Minnesota United. Publik kini menanti apakah pelatih Cameron Knowles, akan memberikan menit bermain sebagai bentuk penghormatan terakhir di lapangan kepada Rodriguez.
Pertandingan tersebut memiliki makna yang sangat emosional karena bisa saja menjadi laga klub terakhir dalam karier profesional Rodriguez. Beberapa media di Kolombia melaporkan ia tengah menimbang opsi untuk gantung sepatu setelah Piala Dunia 2026.
Meskipun meredup di level klub, Rodriguez tetap dipandang sebagai sosok sentral bagi strategi permainan Kolombia. Ia diharapkan bisa kembali menemukan sentuhan magisnya saat memimpin rekan-rekannya di panggung dunia musim panas ini.
Ironisnya, status sebagai pemain kunci di Kolombia sangat berbanding terbalik dengan kondisinya selama menetap di Minnesota United. Total ia hanya terlibat dalam enam pertandingan di seluruh kompetisi, sebuah angka yang sangat kecil bagi pemain sekelasnya.
Masalah ketersediaan di lapangan menjadi faktor utama mengapa Rodriguez gagal menyatu dengan ritme permainan tim di Amerika Serikat tersebut. Ia lebih sering menghabiskan waktu di ruang perawatan atau absen karena kendala kebugaran yang tak kunjung stabil.
Momen terbaik Rodriguez mungkin hanya terekam saat Minnesota United berhadapan dengan LAFC pada akhir April lalu. Kala itu, ia menunjukkan kelasnya selama 63 menit meski timnya harus menelan kekalahan tipis dengan skor 0-1.
Beruntung bagi manajemen Minnesota United, beban finansial yang ditinggalkan Rodriguez tidak terlalu memberatkan struktur gaji klub. Ia didatangkan bukan dengan status Designated Player, melainkan dengan kesepakatan gaji yang jauh lebih rendah.
Langkah manajemen ini terbukti sangat bijak karena kegagalan Rodriguez di lapangan tidak sampai mengganggu stabilitas anggaran tim. Secara finansial, klub setidaknya bisa bernapas lega di tengah kontribusi teknisnya yang hampir tidak terasa.
Tren penurunan performa ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Rodriguez berkelana ke berbagai klub setelah Piala Dunia 2014. Meski sempat membela Everton hingga Al-Rayyan, ia tampak selalu kesulitan mengasih performa internasionalnya di klub yang dibelanya.
Jika Rodriguez tidak turun bertanding pada laga kontra Colorado Rapids, masa baktinya di Minnesota United akan menjadi yang tersingkat dalam sejarah kariernya. Catatan ini resmi memecahkan rekor jumlah penampilan paling minim yang sebelumnya ia torehkan bersama Rayo Vallecano.