Bintang dan kapten Timnas Argentina, Lionel Messi. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews – Patagonia, Argentina
Rakyat Argentina merayakan kelolosan Lionel Messi dan kawan-kawan ke final Piala Dunia 2026.
Patung Lionel Messi setinggi sekitar 26 meter di wilayah Patagonia menjadi pusat perayaan warga Argentina setelah tim nasional memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026. Kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB disambut sukacita oleh para suporter.
Mengutip Reuters, sekitar 300 warga Cutral Co, sebuah kota di Provinsi Neuquen, menyaksikan pertandingan melalui layar lebar yang dipasang di dekat patung Messi. Suasana berubah menjadi riuh ketika wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Kemenangan itu terasa semakin istimewa karena Argentina harus bekerja keras untuk menaklukkan Inggris. Skuad asuhan Lionel Scaloni mampu membalikkan keadaan pada fase akhir pertandingan dan menutup laga dengan kemenangan 2-1.
"Ini adalah kemenangan yang lahir dari perjuangan. Ini adalah pengakuan yang pantas atas semua yang telah dilakukan Messi," ujar Lucas Romero, warga setempat berusia 32 tahun.
Cutral Co dikenal sebagai salah satu pusat industri energi Argentina karena berada di kawasan yang memiliki cadangan minyak dan gas besar. Kota dengan sekitar 40 ribu penduduk itu sempat menjadi sorotan sebulan sebelum Piala Dunia 2026 bergulir setelah meresmikan patung Lionel Messi berukuran raksasa.
Patung tersebut merupakan karya seniman lokal Aldo Beroisa. Messi digambarkan sedang berlutut, tersenyum, dan menunjuk ke langit. Pose tersebut melambangkan rasa syukur sekaligus menjadi simbol kebanggaan masyarakat setempat terhadap kapten Argentina. Dengan tinggi sekitar 26 meter, monumen itu disebut sebagai patung Lionel Messi tertinggi di dunia.
Euforia tidak hanya terasa di Cutral Co. Di ibu kota Buenos Aires, ribuan pendukung turun ke jalan untuk merayakan keberhasilan tim berjuluk Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026.
Bendera Argentina berkibar di berbagai sudut kota, sementara iring-iringan kendaraan memenuhi jalan raya dengan klakson yang dibunyikan tanpa henti. Nyanyian khas suporter juga menggema, menciptakan suasana pesta yang berlangsung hingga larut malam.
Mariano Gecik, seorang profesor universitas di Buenos Aires, mengaku tersentuh melihat semangat juang yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan. Menurutnya, keberhasilan Argentina tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, tetapi juga oleh karakter dan mentalitas tim.
"Saya sangat terharu. Sekali lagi, ini tentang kebangkitan, ketahanan, dan kegigihan. Kita benar-benar berada di final Piala Dunia," katanya.
Argentina kini tinggal selangkah lagi untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya. Mereka akan menghadapi Spanyol di partai puncak.