Nestor Lorenzo, belajar dari Jose Pekerman hingga menjadi pelatih yang disegani dan dinanti di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews – Kansas City, Amerika Serikat
Pelatih Kolombia, Nestor Lorenzo, mengapresiasi para pemain bertahan yang tampil solid menghadapi Gana.
Pelatih Kolombia, Nestor Lorenzo, memuji kedisiplinan anak asuhnya saat menghadapi Gana dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Amerika Serikat pada Sabtu (4/7/2026) pagi WIB. Tim berjuluk Los Cafeteros mengakhiri laga dengan keunggulan 1-0.
Jhon Arias menjadi pahlawan kemenangan Kolombia. Gelandang berusia 28 tahun itu mengonversi umpan silang yang dikirimkan Luis Suarez menjadi gol saat pertandingan baru berjalan 14 menit.
Dalam keadaan unggul, Kolombia tak kehilangan ritme permainannya. Mereka mampu memaksa Gana bermain dalam tekanan, dan tidak mudah melancarkan serangan balik.
Cara bermain disiplin para pemain Kolombia mendapat apresiasi dari Lorenzo. Ia mengatakan para pemain bertahan menjalankan tugas yang berat karena tim bermain dengan garis pertahanan tinggi.
"Setelah menciptakan beberapa peluang namun gagal memanfaatkannya menjadi gol, saya sangat menyukai cara kami bertahan," kata Lorenzo usai pertandingan dikutip dari Sportsmole.
"Saya menghargai fakta bahwa kami tidak terlalu banyak berada dalam tekanan, selain dari beberapa peluang bersih yang dimiliki lawan," ia menambahkan.
Kondisi James Rodriguez yang ditarik keluar di awal babak kedua menjadi pertanyaan banyak pihak. Ada kekhawatiran pemain andalan Kolombia itu mengalami cedera sehingga tak bisa diturunkan saat melawan Swis.
Lorenzo menjelaskan pergantian tersebut murni merupakan keputusan taktis. "James baik-baik saja. Dia tidak mengalami cedera."
Dari semua pemain yang ada dalam skuad Piala Dunia 2026, hanya kondisi Jhon Cordoba yang masih dikhawatirkan. Pemain bernomor punggung 9 itu ditarik keluar pada menit kedelapan karena cedera.
Lorenzo mengaku belum bisa memastikan seberapa parah cedera yang dialami Cordoba. Ia masih menanti laporan dari tim medis yang baru akan melakukan pemeriksaan lanjutan dalam beberapa jam ke depan.
Pelatih asal Argentina tersebut saat ini memilih fokus untuk mempersiapkan anak asuhnya menghadapi Swis di BC Place Vancouver, Kanada pada Rabu (8/7/2026) dini hari WIB mendatang.
Tim berjuluk Nati dinilainya juga memiliki permainan yang solid. Anak asuhnya dipastikan akan melalui laga yang sangat berat.
"Mereka adalah tim yang terorganisasi, tetapi juga memiliki pemain-pemain berkualitas dari lini tengah hingga depan. Mereka bermain sangat baik. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat berat," ujar Lorenzo.