Salvatore Schillaci, penyerang Timnas Italia yang keluar sebagai top-scorer dan pemain terbaik Piala Dunia 1990 Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Jakarta
Salvatore Schillaci keluar sebagai top-scorer sekaligus pemain terbaik Piala Dunia 1990. Dia adalah pahlawan tak terduga Timnas Italia.
Salvatore Schillaci pertama kali mendapat panggilan ke Timnas Italia pada Maret 1990 dalam uji coba melawan Swis. Pada momen itu dia melakukan debut dengan penampilan selama 90 menit. Meski tak ada gol yang disumbangkan penyerang asal klub Juventus, tapi tiga bulan berselang, pelatih Arrigo Sacchi tetap memercayakannya masuk dalam skuad Piala Dunia 1990.
Sebagai tuan rumah Piala Dunia 1990, Italia yang berada di Grup A menjalani laga pembuka melawan Austria. Arrigo Sacchi menempatkan Gianluca Vialli dan Andrea Carnevale untuk berduet di lini depan. Namun, sampai memasuki pertengahan babak kedua, mereka masih kesulitan untuk mencetak gol.
Situasi yang memaksa sang juru taktik untuk melakukan perubahan di lini depan. Salvatore Schillaci masuk menggantikan Andrea Carnevale pada menit ke-75. Baru empat menit berada di atas lapangan, penyerang yang biasa dipanggil Toto itu berhasil mencetak gol memanfaatkan asis dari Gianluca Vialli.
Menjadi pahlawan kemenangan di laga pembuka, tak lantas membuat Salvatore Schillaci langsung mendapat tempat di skuad utama Italia. Dia kembali berstatus sebagai pengganti Andrea Carnevale saat laga kedua Grup A melawan Amerika Serikat.
Arrigo Sacchi baru menjadikan Schillaci sebagai pilihan utama berduet dengan Roberto Baggio pada pertandingan ketiga Grup A melawan Ceko. Dari sana dia membuktikan diri layak dipercaya menjadi andalan lini depan Italia, karena selalu berhasil mencetak gol di setiap pertandingan hingga perebutan tempat ketiga.
Enam gol dan satu asis menjadi sumbangan Schillaci untuk Italia di Piala Dunia 1990. Karena torehan itu, dia berhak atas gelar top-scorer. Dia juga terpilih sebagai pemain terbaik. Namun, kebahagiaan Schillaci terasa kurang lengkap karena Gli Azzurri gagal juara.
Tak Bertahan Lama
Tak ada yang menyangka Schillaci akan menjadi pahlawan Italia di Piala Dunia 1990. Setahun sebelum turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu digelar di Negeri Piza, dia masih berkarier di Serie B Italia bersama Messina.
Schillaci bukanlah pemain dengan postur yang ideal sebagai penyerang di era itu. Dia tidak tinggi atau kekar secara fisik, namun kekuarangan itu bisa diimbangi dengan penempatan posisi yang baik, kecepatan, tekad yang kuat, dan insting gol yang luar biasa.
Melihat potensi tersebut, Juventus membeli Schillaci dari Messina. Di musim pertama membela Si Nyonya Tua, sumbangannya adalah 21 gol dalam 50 pertandingan, dan gelar juara Coppa Italia, serta Piala UEFA.
Melihat potensi itu, Sacchi membuka pintu ke tim nasional untuk Schillaci. Kepercayaan yang dibayar tuntas dengan prestasi, dan membuat namanya dikenang sampai saat ini sebagai pahlawan dalam sejarah sepak bola Italia.
"Ada kalanya orang-orang tiba-tiba menangis saat bertemu saya. Sungguh menyenangkan melihat senyum lebar di wajah orang-orang saat bertemu saya, mereka sangat senang bertemu saya," kata Schillaci dalam wawancara dengan BBC pada 2014 silam.
Sayangnya masa indah Schillaci bersama Italia berlangsung singkat. Terakhir kali dia mengenakan jersei kebanggaan Gli Azzurri pada September 1991 dalam uji coba melawan Bulgaria. Cedera demi cedera yang dialami membuat performanya menurun, hingga terdepak dari skuad Euro 1992.