TVRINews - Algiers, Aljazair

Tangan dingin Vladimir Petkovic menjadi kunci sukses dalam memaksimalkan potensi pemain yang dimiliki Aljazair.

Vladimir Petkovic ada di balik sukses Aljazair lolos ke Piala Dunia 2026. Bersama pelatih kelahiran Sarajevo ini, Aljazair kembali ke Piala Dunia setelah absen di dua edisi sebelumnya (2018 dan 2022). Aljazair mamastikan tiket Piala Dunia 2026 pada 9 Oktober 2025 lalu setelah menang 3-0 atas Somalia.

Tim berjulukan The Fennech atau The Greens ini lolos langsung dengan status sebagai juara Grup G. Dalam 10 pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika tersebut, Aljazair mencatat 8 kemenangan, 1 kali imbang, dan mengalami 1 kekalahan. Aljazair mencetak 25 gol dan kemasukan 8 gol.

Dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, Vladimir Petkovic berhasil memaksimalkan potensi tim yang juga dikenal dengan sebutan The Desert Warriors ini. Salah satu potensi tersebut adalah Mohamed Amoura yang menjadi top-scorer kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika dengan mengoleksi 10 gol.

Mohamed Amoura menjadi pemain yang membuktikan tangan dingin pelatih yang kini berusia 62 tahun itu . Jauh sebelumnya, Vladimir Petkovic sudah dikenal sebagai salah satu pelatih yang memiliki kemampuan tersebut, dalam hal ini membuat pemain mencapai kemampuan terbaiknya.

Ketika melatih Timnas Swis contohnya. Vladimir Petkovic yang membuat Granit Xhaka menjadi gelandang yang sangat penting dalam lini tengah timnya. Karena Vladimir Petkovic pula, Granit Xhaka ditunjuk sebagai kapten tim dan membawa Swis mencatat pencapaian bersejarah dengan mencapai 16 besar Piala Dunia 2018.

Dalam periodenya melatih Timnas Swis selama hampir tujuh tahun, dia juga memunculkan barisan pemain negeri ini seperti kiper Yann Sommer, bek Stephan Lichtsteiner, menjadi bintang. Di level klub, salah satu fase terbaik dalam karier kepelatihan Vladimir Petkovic adalah membawa Lazio juara Piala Italia 2012-2013. Vladimir Petkovic berhasil membuat penyerang seperti Miroslav Klose mencatat sejarah klub dengan mencetak lima gol dalam satu laga, dalam kemenangan 6-0 atas Bologna di ajang Liga Italia pada 5 Mei 2013 silam.

Pers Eropa menilai bahwa kesuksesan Vladimir Petkovic dalam kariernya sebagai pelatih di antaranya karena kemampuannya dalam memadukan antara manajerial dan psikologi. "Membangun mentalitas pemenang jauh lebih penting bagi Vladimir Petkovic," kata Roberto Radaelli, pemerhati sepak bola Italia tentang keberhasilan Vladimir Petkovic membawa Lazio juara Piala Italia pada 2013 lalu itu.

Swiss menjadi tempat Vladimir Petkovic berkembang baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih. Ketika masih aktif bermain, Vladimir Petkovic berjuang pula dalam meraih kualifikasi pendidikan tinggi dan kepelatihannya.

Dari sana pula, dia belajar menguasai sejumlah bahasa. Vladimir Petkovic adalah poliglot yang menguasai enam bahasa, yaitu Italia, Jerman, Prancis, Spanyol, Inggris, dan Rusia. Yang juga mengesankan, di tengah-tengah pekerjaannya sebagai pemain dan belajar sebagai pelatih, Vladimir Petkovic memainkan peran penting dalam membantu diaspora bekas Yugoslavia yang baru tiba di Swis untuk menetap di negeri asing ini.

itulah momen yang membuat banyak tulisan tentang dirinya menyebutkan "pekerja sosial yang beralih profesi menjadi pelatih sepak bola". Vladimir Petkovic lahir di Sarajevo pada 1963 dari orang tua yang berprofesi guru.

Karier kepelatihannya dimulai di tim junior Locarno pada 1996, sebelum menangani tim senior sekaligus sebagai pemain di Bellinzona setahun kemudian. Dari sanalah, Vladimir Pekotic kemudian melatih sejumlah klub atau tim seperti Malcantone Agno, Lucano, Young Boys, Samsunspor, Sion, Lazio, Timnas Swis, Bordeaux, dan kini melatih Aljazair.

“Saya ingat kejujurannya dan jika dia ingin mengatakan sesuatu, dia langsung ke intinya dan berbicara langsung kepada pemain,” kata Iacopo La Rocca, gelandang yang pada masanya pernah berada di bawah asuhan Vladimir Petkovic di klub AC Bellinzona.

“Dia teliti dalam pendekatannya sebelum pertandingan dan tahu persis apa yang bisa dia dapatkan dari para pemainnya, jadi dia mendorong mereka hingga batas kemampuan mereka dan memastikan mereka memberikan apa yang dia inginkan kepada tim.”

Di Timnas Aljazair, dia kerap menggunakan pola 4-2-3-1 seperti yang digunakannya sepanjang Piala Afrika 2025. Vladimir Petkovic selalu mengandalkan pemain-pemain kreatif yang mampu menciptakan peluang. Dia menciptakan tim yang mengandalkan intensitas permainan dengan tekanan konstan saat kehilangan bola.

Dia membentuk tim berlandaskan kerja sama bukan bertumpu kepada satu pemain, meskipun pemain seperti kapten Riyad Mahrez selalu dapat membuat perbedaan secara individu di Timnas Aljazair. Vladimir Petkovic menjadikan kegagalan Piala Afrika 2025 lalu sebagai pelajaran untuk meraih hasil yang lebih baik lagi di Piala Dunia 2026.

"Yang terpenting adalah jangan terlalu terpaku pada masa lalu. Kita harus hidup di masa kini, bekerja setiap hari, dan meningkatkan diri selangkah demi selangkah. Masa lalu adalah pengalaman, bukan beban. Kita perlu fokus pada apa yang dapat kita tingkatkan hari ini," kata Vladimir Petkovic, setelah kegagalan Aljazair yang hanya sampai perempat final kerena kalah dari Nigeria, 0-2 di Piala Afrika 2025 lalu itu.

Misi Vladimir Petkovic kini adalah membawa Aljazair melewat fase grup Piala Dunia 2026. Jika berhasil melakukannya, dia akan menjadi pelatih pertama yang mampu mencatatkan prestasi tersebut dalam sejarah Timnas Aljazair.

Biodata Vladimir Petkovic

Nama: Vladimir Petkovic
Kelahiran: Sarajevo, 15 Agustus 1963, Bosnia dan Herzegovina

Karier Bermain:

Sarajevo (1981-1984, 1985m 1986-1987), Rudar Prijedor (1984-1985), Koper (1985-1986), Chur 97 (1987-1988), Sion (1988-1989), Martigny-Sports (1989-1990) Bellinzona (1993-1996, 1997-1998), Locarno (1996-1997), Buochs (1998-1999)

Karier Melatih:

Bellinzona (1997-1998), Malcantane Agno (1999-2004), Lugano (2004-2005), Bellinzona (2005-2008), Young Boys (2008-2011), Samsunspor (2011-2012), Lazio (2012-2014), Swis (2014-2021), Bordeauz (2021-2022), Aljazair (2024-kini)

Prestasi sebagai pemain
Liga Yugoslavia 1984-1985

Prestasi sebagai pelatih
Liga Swis Divisi Empat 2002-2003
Piala Italia 2012-2013