Pemain Timnas Iran ketika merayakan kemenangan dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Ankara, Turki
Iran nantinya akan memulai laga pembuka fase grup melawan Selandia Baru di Los Angeles.
Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah tidak menyurutkan nyali Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) untuk mengirimkan tim nasional mereka ke Piala Dunia 2026. Mereka secara terbuka menegaskan menaruh kepercayaan penuh pada jaminan keamanan serta regulasi ketat yang diterapkan oleh FIFA selaku otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Sikap tersebut muncul di tengah situasi pelik mengingat hubungan bilateral Iran dan Amerika Serikat selaku salah satu tuan ruma Piala Dunia 2026 yang sedang berada dalam titik terendah. Langkah berani ini diambil demi menjaga mimpi para pesepak bola Iran untuk tetap bersinar di panggung internasional terlepas dari bayang-bayang konflik bersenjata.
Sebagai bagian dari persiapan, skuad Iran dilaporkan telah mendarat di Turki pada Senin (18/5/2026), untuk melakoni pemusatan latihan intensif. Para pemain dijadwalkan menetap selama beberapa pekan di sana guna mematangkan taktik sebelum bertolak menuju Piala Dunia 2026.
Piala Dunia kali ini memang sarat akan tensi politik karena Amerika Serikat, yang notabene memulai pengeboman terhadap Iran pada 28 Februari lalu bersama Israel. Agresi militer tersebut langsung memicu eskalasi perang yang jauh lebih luas dan membara di kawasan Timur Tengah hingga detik ini.
"Semuanya akan berjalan dengan semestinya sesuai dengan protokol dan apa yang telah ditetapkan oleh FIFA," kata Wakil Presiden FFIRI, Mehdi Mohammad Nabi, dikutip dari AFP.
"Di dalam Amerika Serikat sendiri, mereka juga telah memiliki komite-komite khusus, termasuk komite keamanan yang bekerja sama dengan FIFA dan bertanggung jawab penuh atas masalah keselamatan."
"Pada tahun-tahun sebelumnya kami telah mengalami semua ini, dan kami memahami betul bagaimana komite keamanan tersebut beroperasi di setiap Piala Dunia yang kami ikuti. Dalam hal ini, kami merasa sangat percaya diri dan kami sudah mengantongi rencana kerja yang jelas," Nabi menambahkan.
Kendati demikian, masalah administratif yang cukup krusial masih membayangi persiapan matang Team Melli. Beberapa pejabat berwenang Iran sebelumnya sempat mengungkapkan hingga saat ini para pemain dan jajaran staf pelatih belum memegang visa resmi mereka.
Sebagai solusi cepat dari kendala tersebut, delegasi tim nasional Iran direncanakan bakal mengajukan permohonan visa masuk ke Amerika Serikat. Proses pengurusan dokumen tersebut akan dilakukan secara kolektif melalui Kedutaan Besar Kanada yang berada di wilayah Turki.
"Kami belum bisa memastikan secara penuh bahwa seluruh pemain beserta staf akan menerima visa masuk ke Amerika Serikat. Salah satu aturan baku yang berlaku bagi negara penyelenggara adalah mereka wajib memberikan jaminan tertulis, sesuai dengan statutal FIFA serta regulasi resmi kompetisi," ungkapnya.
"Salah satu komitmen utama mereka adalah perkara visa, di mana pihak tuan rumah harus memberikan fasilitas kemudahan visa yang diperlukan bagi semua tim yang telah lolos kualifikasi. Dan pihak FIFA sendiri telah membuat pengaturan khusus sedemikian rupa agar negara tuan rumah memberikan kerja sama yang dibutuhkan bagi tim-tim seperti Iran dalam bidang ini," ia melanjutkan.
Terlepas dari peliknya masalah administrasi dan politik, jadwal pertandingan fase grup untuk Iran telah disusun secara resmi oleh panitia penyelenggara. Langkah awal mereka di turnamen ini dipastikan menyedot perhatian jutaan pasang mata pencinta sepak bola di seluruh dunia.
Iran akan membuka perjuangannya di babak penyisihan Grup G dengan menantang Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni mendatang. Duel ini akan menjadi ujian perdana bagi mentalitas bertanding para pemain di tengah tekanan yang masif.
Setelah menyelesaikan laga perdana tersebut, Iran dijadwalkan bersua tim kuat Belgia di kota yang sama guna memperebutkan poin krusial. Pada laga pemungkas fase grup, mereka akan terbang menuju Seattle untuk menghadapi tantangan dari sesama wakil Timur Tengah, Mesir.