TVRINews - Mexico City, Meksiko

Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Irak (IFA) mengungkapkan bahwa tim nasional mereka menghadapi sejumlah kendala serius untuk berangkat ke Meksiko.

Beberapa pemain Tim Nasional Irak akhirnya berhasil mendapatkan visa untuk bepergian ke Meksiko, sehingga bisa tampil dalam laga play-off menuju Piala Dunia 2026. 

Kabar yang disampaikan oleh pihak Secretaria de Relaciones Exteriores (Kementerian Luar Negeri Meksiko) ini menyatakan bahwa proses pengurusan dokumen bagi pemain Irak sudah mulai berjalan dalam beberapa hari terakhir. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (9/3/2026), kementerian tersebut menjelaskan bahwa sebagian pemain telah menjalani proses dokumentasi visa melalui Kedutaan Meksiko di Timur Tengah.

“Pada 8 Maret lalu, beberapa pemain telah didokumentasikan di Kedutaan Besar Meksiko di Arab Saudi, dan proses dokumentasi bagi pemain Irak lainnya sudah dijadwalkan di Kedutaan Besar di Qatar,” demikian bunyi pernyataan resmi dari kementerian tersebut dikutip dari ESPN Deportes, Selasa (10/3/2026).

“Penting untuk dicatat bahwa wilayah udara Irak masih ditutup karena konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah. Meski demikian, otoritas konsuler Meksiko telah mendukung semua permohonan visa dari orang-orang yang ingin melakukan perjalanan ke Meksiko,” lanjut pernyataan dari pihak kementerian.

Pertandingan play-off tersebut rencananya akan digelar di kota Monterrey, Meksiko, pada akhir Maret ini. Laga ini sangat penting bagi Irak karena akan menentukan peluang mereka untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, IFA mengungkapkan bahwa tim nasional mereka menghadapi sejumlah kendala serius untuk berangkat ke Meksiko. Salah satu masalah utama adalah penutupan wilayah udara Irak akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut sempat memicu kekhawatiran bahwa Aymen Hussein dan kawan-kawan tidak dapat tampil dalam laga penentuan tersebut. Dalam play-off, Irak dijadwalkan menghadapi pemenang pertandingan antara Bolivia dan Suriname untuk memperebutkan satu tiket menuju putaran final Piala Dunia.

IFA sebelumnya juga menyampaikan bahwa para pemain serta staf pelatih, termasuk pelatih kepala Graham Arnold, mengalami kesulitan dalam proses pengajuan visa masuk ke Meksiko. Situasi itu memicu respons cepat dari pemerintah Meksiko.

“Sejak kami mengetahui adanya permohonan visa tersebut, Kedutaan Besar Meksiko di Uni Emirat Arab telah berkomunikasi dengan para pejabat IFA Irak serta pelatih tim nasional untuk mempercepat prosesnya,” kata pernyataan kementerian.

Selain itu, pihak kementerian juga memastikan telah berkoordinasi dengan FIFA serta federasi sepak bola Meksiko untuk memastikan segala kebutuhan administratif dapat diselesaikan tepat waktu.

Akibat berbagai kendala tersebut, Irak sempat mengajukan permintaan agar jadwal pertandingan play-off ditunda. Namun hingga saat ini, berbagai pihak masih berupaya agar pertandingan tetap bisa berlangsung sesuai rencana pada 31 Maret 2026.

Jika semua proses berjalan lancar, Irak tetap memiliki peluang untuk bertanding dan memperebutkan tempat di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni-19 Juli 2026. 

Pertandingan play-off ini menjadi kesempatan terakhir bagi skuat Singa Mesopotamia untuk memastikan kehadiran mereka di turnamen sepak bola terbesar di dunia, yang akan diikuti 48 tim itu.