Piala Dunia 1998 dengan maskot Footix, turnamen yang ditandai dengan Golden Goal. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Paris, Prancis
Footix digambarkan sebagai sosok ayam jantan. Dalam tradisi Prancis, ayam jantan adalah simbol nasional yang sudah digunakan sejak lama, melambangkan semangat dan kebanggaan bangsa.
Sejak 1966 di Inggris, Piala Dunia selalu memiliki maskot yang menjadi simbol khas turnamen. Namun dari sekian banyak maskot yang pernah hadir, Footix dari Piala Dunia 1998 di Prancis jadi salah satu yang paling unik sekaligus mengundang senyum para penggemar sepak bola. Bentuknya sederhana, namun penuh makna budaya dan identitas nasional.
Dikutip dari FIFA, Footix digambarkan sebagai seekor ayam jantan berwarna biru yang mengenakan kaus bertuliskan “France 98”. Karakter ini dirancang oleh desainer grafis Fabrice Pialot dan diperkenalkan dua tahun sebelum turnamen berlangsung.
Warna biru mendominasi tubuhnya untuk melambangkan warna utama Tim Nasional Prancis, sementara jambul merah dan tulisan putih mencerminkan tiga warna bendera nasional negara tersebut.
Pemilihan ayam jantan sebagai maskot bukan tanpa alasan. Dalam tradisi Prancis, ayam jantan atau Le Coq Gaulois merupakan simbol nasional yang sudah digunakan sejak lama, bahkan sering diasosiasikan dengan semangat dan kebanggaan bangsa. Dengan menjadikan ayam jantan sebagai maskot, penyelenggara ingin menampilkan identitas Prancis secara kuat kepada dunia.
Nama “Footix” sendiri juga memiliki cerita menarik. Kata tersebut merupakan gabungan dari “foot” (singkatan dari football) dan akhiran “-ix” yang terinspirasi dari tokoh komik terkenal Prancis, Asterix. Pemilihan nama ini sengaja dibuat ringan dan humoris agar mudah diingat oleh anak-anak maupun penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Ketika diperkenalkan ke publik, Footix langsung menjadi karakter populer. Wujudnya yang lucu dan ekspresif membuatnya sering muncul dalam berbagai bentuk merchandise seperti boneka, kaus, hingga poster. Maskot ini juga tampil dalam berbagai acara promosi sebelum dan selama turnamen berlangsung, bahkan kerap terlihat menghibur penonton di stadion.
Menariknya, popularitas Footix tidak hanya berhenti pada turnamen itu. Hingga bertahun-tahun setelah Piala Dunia 1998 berakhir, maskot ini masih sering muncul dalam berbagai daftar maskot Piala Dunia paling ikonik. Banyak penggemar sepak bola menganggapnya sebagai salah satu maskot paling sukses karena mampu mencerminkan budaya tuan rumah sekaligus menghadirkan unsur hiburan.
Keberadaan Footix juga menunjukkan bahwa Piala Dunia bukan hanya tentang pertandingan sengit di lapangan. Turnamen ini juga merupakan festival global yang merayakan budaya, kreativitas, dan kegembiraan. Dalam konteks itu, Footix berhasil memainkan perannya dengan baik, yakni menjadi wajah ramah dari turnamen besar yang mempertemukan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Bagi warga Prancis sendiri, kenangan tentang Footix terasa semakin manis karena turnamen tersebut berakhir dengan kemenangan tuan rumah. Ketika Timnas Prancis yang dipimpin Zinedine Zidane mengangkat trofi juara dunia di Paris, maskot ayam biru itu seolah ikut menjadi bagian dari perayaan besar yang dikenang hingga kini.