Alisson Becker, kiper tim nasional sepak bola Brasil. (TVRI/Grafis/Jovi Arnanda) Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - New Jersey, Amerika Serikat
Alisson menyatakan Carlo Ancelotti dan Claudio Taffarel telah mengubah atmosfer Brasil menjadi jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Kiper Timnas Brasil, Alisson Becker, memuji Carlo Ancelotti. Penjaga gawang nomor satu Tim Samba ini menyatakan bahwa kehadiran pelatih asal Italia tersebut memberikan dampak positif yaitu membangun kembali Selecao. Dia mengakui bahwa sebelum kehadiran Carletto, Brasil dalam fase yang sulit.
"Tidak dapat dipungkiri bahwa periode terakhir sangat sulit bagi kami, para pemain. Kami merasakan langsung kesulitan yang kami alami, karena beberapa faktor. Sejak kedatangan Ancelotti, suasana telah berubah," kata Alisson, kepada pers di pusat latihan Brasil untuk Piala Dunia 2026 ini, di New Jersey (Amerika Serikat), Jumat (12/6/2026).
"Dia memiliki pengaruh yang kuat dan memberi kami ketenangan. Menciptakan lingkungan yang fokus pada pekerjaan, tanpa kontroversi," kata kiper Liverpool itu lagi jelang menghadapi laga pertama Piala Dunia 2026 menghadapi Maroko yang akan digelar Sabtu (13/6/2026) malam nanti.
Penjaga gawang berusia 33 tahun ini menyatakan Carlo Ancelotti memiliki perpaduan antara kebijaksanaan dan pengetahuan taktik yang luas. Inilah yang membedakan Carlo Ancelotti dengan pelatih lainnya. Itu pula faktor yang membuat kehadirannya memulihkan Brasil baik dari segi taktik maupun secara psikologis.
"Dia tangguh, rendah hati, dan cerdas dalam memilih kata-kata yang tepat pada waktu yang tepat. Dia pelatih yang hebat. Dia memiliki gagasan yang jelas tentang sepak bola, yang sesuai dengan gaya permainan kami. Kombinasi ini menguntungkan tim. Saya melihat kegembiraan dalam dirinya karena menjadi pelatih Seleçao," Alisson menambahkan.
Jika tentang gelar atau penghargaan, Alisson Becker menyatakan bahwa semua di dunia ini sudah mengetahui kualitas sang pelatih. Namun, menjadi pelatih Brasil menurut Alisson Becker tidak akan mudah. Apalagi, Carletto adalah pelatih asing, yang pertama dalam sejarah sepak bola Brasil.
"Dia telah memenangkan segalanya dalam sepak bola dan berada di sini dengan gembira dan antusias. Posisinya mungkin memiliki tekanan lebih besar daripada menjadi presiden negara, dalam levelnya."
Carlo Ancelotti sendiri baru berulang tahun pada 10 Juni lalu. Pria kelahiran Reggiolo (Italia) ini telah genap berusia 67 tahun. Kini, dia menghadapi tantangan yang baru sama sekali dalam kariernya sebagai pelatih, yaitu menangani timnas setelah selama ini dikenal sebagai pelatih top dan berkelas di level klub.
Carlo Ancelotti di ambang sejarah sebagai pelatih asing pertama di Timnas Brasil yang membawa Tim Samba tampil di Piala Dunia. Brasil akan menghadapi Maroko pada pertandingan pertama Grup C Piala Dunia 2026 pada Sabtu (13/6/2026) atau Minggu dini hari WIB.
Pentingnya Kehadiran Claudio Taffarel
Selain Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala, Alisson Becker juga merasa bersyukur karena Brasil didampingi oleh pelatih kiper berpengalaman dan juga legendaris yaitu Claudio Taffarel. Alisson memberikan penghargaan kepada sosok legendaris ini. Bahkan, dia mengatakan Claudio Taffarel merupakan idola masa kecilnya.
Pemenang Piala Dunia 1994 ini telah menjadi sosok yang konstan dalam karier Alisson baik di tingkat internasional maupun selama mereka bersama di Anfield, memberikan hubungan penting dengan masa lalu Brasil yang sukses.
"Salah satu kenangan paling jelas yang saya miliki, saat berusia enam tahun, adalah semifinal melawan Belanda (pada 1998). Ayah saya bercanda ketika Taffarel menyelamatkan penalti. Dia mengambil kue dan menempelkannya ke wajahnya sendiri," kata Alisson mengenang.
Baginya, merupakan suatu kehormatan dapat berada di bawah kepelatihan pelatih kiper seperti Claudio Taffarel. "Dia seorang idola, inspirasi, dan anutan bagi begitu banyak orang Brasil yang ingin menjadi penjaga gawang. Saat kecil, saya sering berkata: 'Taffareeel...'."
"Mungkin orang-orang tidak begitu menyadari pentingnya Taffarel sebagai pelatih penjaga gawang. Saya mampu mempertahankan level tinggi begitu lama karena saya memiliki pelatih yang berkualitas seperti dia."