TVRINews - Jakarta, Indonesia

Neymar pantas mendapatkan kesempatan di skuad Brasil dan Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026 sudah menarik perhatian bahkan sebelum turnamen ini bergulir. Hingga 89 hari menuju Piala Dunia tahun ini, ada dua isu yang terus berlompatan di antara kabar lainnya seputar turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola ini. Yang pertama tentu saja Iran.

Team Melli sudah memutuskan mundur dari Piala Dunia 2026. Belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait keputusan Iran, tapi melihat situasi yang terjadi saat ini, dalam ketidakpastian tersebut Iran sudah pasti tidak akan mengambil tempat mereka di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Isu lainnya adalah Neymar yang juga dalam ketidakpastian. Banyak pertanyaan di sekitar Neymar, bintang dan kapten Timnas Brasil. Dari banyaknya pertanyaan mengarah ke satu tanda tanya besar, apakah Neymar dapat bermain di Piala Dunia 2026?

Pertanyaan tersebut sebenarnya juga berlaku untuk sejumlah pemain, seperti Lionel Messi atau bahkan Cristiano Ronaldo sekalipun. Namun, untuk Neymar, pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban yang tentu saja tidak biasa. Persoalan terbesar Neymar bukan soal teknik individu atau kemampuan sang pemain melainkan karena apakah dia benar-benar fit untuk dapat bermain.

Tanpa Neymar, Brasil masih memiliki banyak pemain bintang seperti Vinicius Junior, Raphinha, Richarlison, Luis Henrique, Matheus Cunha, Endrick, atau Savinho. Brasil tidak pernah kekurangan pemain untuk lini depan. Jadi, tanpa Neymar seharusnya bukan persoalan besar bagi Tim Samba asuhan Carlo Ancelotti.

Neymar adalah pemain kedua setelah sang legendaris Marcos Cafu dalam daftar caps terbanyak sepanjang masa Timnas Brasil. Bintang berusia 34 tahun ini telah bermain dalam 128 laga sepanjang kariernya di level tim nasional sejak 2010 hingga kini.

Neymar adalah penyerang yang telah melampaui Pele dalam jumlah gol. Dengan 79 gol yang telah diciptakannya untuk Timnas Brasil, Neymar ada di atas sang legenda Pele yang mengoleksi 77 gol untuk negara kelahirannya.

Neymar mematahkan rekor gol Pele pada 8 September 2023 silam saat mencetak gol ke-78 dan 79 dalam kariernya di Timnas Brasil di laga lawan Bolivia dalam kemenangan 5-1. Neymar, terlepas dari kontroversinya di luar lapangan, kapten yang memberikan medali emas untuk Brasil di Olimpiade 2016 yang saat itu digelar di Rio de Janeiro, Brasil.

Saat itulah, publik Brasil melihat bagaimana Neymar memimpin para juniornya meraih salah satu medali paling berharga dalam karier seorang atlet, bahkan legenda Brasil seperti Ronaldo Nazario dan Pele pun tidak pernah meraihnya.

Neymar dalam final sepak bola Olimpiade 2016 menghadapi Timnas Jerman, mencetak gol Brasil di menit ke-27 dari tendangan ebas di laga yang berakhir 1-1 dalam Waktu normal dan extra time. Dalam adu penalti, dia Kembali menjadi penentu sebagai pencetak gol kelima Brasil yang membuat timnya menang 5-4 dalam adu penalti.

Sebelumnya di semifinal, Neymar juga mencetak gol tercepat dalam sejarah Olimpiade. Golnya tercipta di detik ke-14 atau 15 saat lawan Honduras yang membawa Brasil ke final. Jauh sebelumnya di Piala Konfederasi 2013, Neymar juga mencetak gol ketiga Brasil dalam kemenangan 3-0 di final lawan Spanyol.

Dengan 128 pertandingan bersama Timnas Brasil, mudah untuk melihat apa yang telah diberikan Neymar kepada negeri kelahirannya ini. Bahkan, dia nyaris mengalami cedera permanen di Piala Dunia 2014 saat Brasil menjadi tuan rumah.

Di laga perempat final lawan Kolombia pada 4 Juli 2014, Neymar mengalami cedera parah di tulang belakangnya karena terkena lutut pemain Kolombia, Juan Camilo Zuniga. Insiden tersebut membuat retak tulang belakang (vertebra) dan membuatnya absen di sisa turnamen tersebut.

Menurut dokter saat itu, sedikit saja retakan itu terjadi lebih ke bawah bagian tulang belakangnya, dia akan lumpuh. Neymar juga mengalami cedera robek jaringan meniscus lutut kirinya di laga lawan Uruguai pada Oktober 2023 yang membuatnya absen hingga lebih dari satu tahun. Cedera ini memengaruhi kariernya di klub Al Hilal.

Terkadang, "sulit menjadi Neymar" seperti yang dikatakan sang pemain dalam akun Instagram-nya. Terlepas dari semua isu di luar sepak bola, Neymar pantas mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan tempat di Timnas Brasil.

Jika ada "final dance" untuk Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia ini, "the last dance" juga pantas diberikan kepada Neymar. Jika persoalannya adalah kondisi sang pemain, menurut saya Neymar seharusnya tetap masuk dalam skuad Brasil karena kehadirannya dapat memberikan motivasi di ruang ganti. Neymar pemain yang muncul ketika sepak bola didominasi oleh dua bintang besar, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Dalam fase itu pula, bermunculan pemain muda seperti Kylian Mbappe, Erling Haaland, atau bahkan rekan setimnya sendiri di Brasil, Vinicius Junior. Barisan pemain tersebut tentu aja telah memberikan kemampuannya untuk negeri kelahirannya. Begitu pula Neymar.

Jadi, untuk semua yang telah diberikannya kepada negeri kelahirannya dan untuk cedera yang dialami sepanjang kariernya, Neymar pantas mendapatkan tempat di Piala Dunia 2026. Brasil hanya perlu bersabar menanti Neymar kembali ke performa terbaiknya. Semoga saja ada Neymar di Piala Dunia 2026.