TVRINews - New York, Amerika Serikat

Rodri kini setara Franz Beckenbauer, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane sebagai pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, serta Ballon d'Or.

Rodri menuntaskan kisah kebangkitan yang luar biasa usai mengantar Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 30 tahun itu tak hanya mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola dunia setelah La Furia Roja mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu, Minggu (19/7/2026) waktu setempat. 

Tetapi, pemain bernama lengkap Rodrigo Hernandez Cascante itu juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen yang mendapatkan trofi Bola Emas (Golden Ball) versi FIFA.

Keberhasilan tersebut terasa begitu istimewa mengingat kurang dari dua tahun sebelumnya Rodri mengalami cedera ligamen lutut yang nyaris menghancurkan kariernya. Saat itu banyak pihak meragukan apakah ia bisa kembali ke performa terbaiknya, apalagi tampil dominan di panggung sebesar Piala Dunia.

Namun, Rodri membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengalahkan segala keraguan. Setelah membantu Spanyol menjadi juara Euro 2024, memenangkan Liga Champions bersama Manchester City, serta meraih Ballon d'Or 2024, kini ia melengkapi koleksi gelarnya dengan trofi Piala Dunia.

Berkat pencapaian tersebut, Rodri bergabung dengan deretan legenda sepak bola seperti Franz Beckenbauer, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane sebagai pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions, serta Ballon d'Or.

"Rasanya seperti naskah yang sempurna. Sejujurnya saya tidak pernah membayangkan semua ini akan terjadi," kata Rodri seusai menerima penghargaan Golden Ball, dikutip dari Reuters, Senin (20/7/2026).

"Saya ingin generasi muda melihat bahwa seorang pemain yang pernah menyentuh langit, lalu jatuh ke neraka, tetap bisa bangkit lagi. Ini adalah pelajaran tentang bagaimana mengatasi kesulitan," ia menambahkan.

Kekuatan Utama Spanyol Ada pada Kekompakan Tim

Meski menjadi sosok sentral di lini tengah, Rodri menegaskan bahwa keberhasilan Spanyol bukanlah hasil kerja satu pemain, melainkan buah dari kekompakan seluruh skuad.

"Itulah rahasia tim nasional ini. Kami tidak pernah berhenti berjuang. Pada akhirnya Tuhan memberikan ganjaran kepada kami karena kami berani," ujar pemain Manchester City tersebut.

Ia mengaku bangga dengan mentalitas seluruh pemain yang terus berjuang menghadapi perlawanan sengit Argentina hingga akhirnya Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada babak kedua perpanjangan waktu.

"Kami sedang berada di puncak kebahagiaan. Skuad ini luar biasa. Kami sekarang menjadi juara dunia dua kali. Ini adalah turnamen Piala Dunia paling berat dalam sejarah. Kami mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi, pemain terbaik sepanjang masa."

Rodri juga memberikan penghormatan kepada Argentina yang dinilainya tampil disiplin dan sulit ditembus sepanjang pertandingan.

"Argentina adalah juara dunia sebelumnya. Mereka memang tidak menciptakan banyak peluang, tetapi sangat sulit ditembus. Namun Spanyol bermain sangat baik dan pada akhirnya hasil ini memang pantas untuk kami," ucapnya.

Kapten Kelima Spanyol yang Mengangkat Trofi Internasional

Keberhasilan Spanyol menjadi juara dunia juga mengukuhkan nama Rodri dalam sejarah sepak bola negaranya. Sebagai kapten tim di final, ia menjadi kapten kelima yang mengangkat trofi utama bersama Timnas Spanyol.

Sebelumnya, kapten pertama yang mengangkat trofi internasional besar adalah Ferran Olivella, saat membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 1964. Setelah itu hadir Iker Casillas, yang mengangkat trofi Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012 dalam era keemasan La Roja.

Tradisi tersebut kemudian diteruskan Jordi Alba, yang menjadi kapten saat Spanyol menjuarai UEFA Nations League 2023. Berikutnya Alvaro Morata memimpin Spanyol meraih gelar Euro 2024.

Kini giliran Rodri melanjutkan estafet kepemimpinan tersebut dengan membawa negaranya meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah keberhasilan di Afrika Selatan pada 2010.