TVRINews - New Jersey, Amerika Serikat

Profil Ferran Torres, pencetak gol kemenangan Spanyol atas Argentina dalam laga final Piala Dunia 2026.

Ferran Torres mencetak gol kemenangan Spanyol di menit ke-106 sedangkan Andres Iniesta mencetak gol kemenangan itu pada menit 116. Ferran Torres mencetak gol di final yang membawa Spanyol juara dengan status sebagai pemain Barcelona. Andres Iniesta juga demikian.

Ferran Torres seperti mengulangi sejarah apa yang terjadi 16 tahun silam. Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026 dengan cara yang hampir sama. La Roja juara di negeri Amerika Utara pada 2026 ini dan 16 tahun silam itu, mereka meraihnya di benua Afrika (Afrika Selatan). Dua tempat yang pasti bukan di Eropa.

Seperti halnya Andres Iniesta yang merayakan gol penentu kemenangan timnya dengan emosional sambil membuka kausnya dan memperlihatkan pesan kepada mendiang Dani Jarque, Ferran Torres juga tampak emosional. Dia berlari ke sudut lapangan, berteriak, dan menendang bendera tendangan sudut, yang kemudian diikuti semua rekan setimnya merayakan gol tersebut.

"Saya kira akhir gol itu milik 47 juta orang, bukan untuk saya. Takdir sudah dituliskan, gol itu telah disiapkan bagi kami untuk menang," kata Ferran Torres, terkait gol yang diciptakannya ke gawang Argentina yang membuat Spanyol menang 1-0 dan tampil sebagai juara Piala Dunia.

"Semua laga final itu sulit, dan saat harus melawan Lionel Messi di tim yang Anda hadapi, tentu saja kegugupan itu ada. Tapi, kami bergantung kepada diri kami sendiri dan kami sekali lagi membuktikannya," Ferran Torres menambahkan.

Spanyol juara Piala Dunia 2026 di antaranya karena gol yang diciptakan Ferran Torres dalam laga final Spanyol vs Argentina. Pertandingan yang bergulir pada Minggu (19/7/2026) atau Senin dini hari tadi WIB tersebut ditentukan oleh gol Ferran Torres setelah memanfaatkan asis tandukan rekan setimnya, Nico Williams.

"Rasanya sangat lega, saya telah banyak mendapatkan kritik sepanjang Piala Dunia ini tapi takdir telah dituliskan dan terima kasih Tuhan yang selalu memberikan saya kekuatan untuk terus melangkah. Seperti yang saya katakan, Tuhan selalu memberikan hal-hal kepada mereka yang paling pantas mendapatkannya," Ferran Torres menambahkan.

Meski Spanyol mendapatkan perlawanan keras dan ketat dari Argentina di laga tersebut, namun Ferran Torres menyatakan bahwa dirinya dan rekan setimnya dapat melalui semua itu demi meraih gelar juara. "Argentina memainkan permainan seperti ini, terutama setelah kartu merah. Tetapi saya tetap tenang," kata Ferran Torres lagi.

Ini menjadi gelar juara Piala Dunia kedua Spanyol setelah Piala Dunia 2010 itu. Berbeda dengan Andres Iniesta yang mencetak gol pada final lawan Belanda dengan status sebagai starter, Ferran Torres melakukannya sebagai pemain cadangan. Ferran Torres masuk ke lapangan pada menit ke-62 menggantikan Mikel Oyarzabal.

Sejak tampil sebagai starter di pertandingan pertama Spanyol pada Piala Dunia 2026 ini saat lawan Tanjung Hijau yang berakhir 0-0, Ferran Torres memang tidak pernah lagi masuk dalam line-up. Sejak itu atau dalam tujuh laga selanjutnya, dia masuk sebagai pemain cadangan. Total dia tampil dalam 283 menit sepanjang Piala Dunia 2026 ini bergulir dari kemungkinan 720 menit atau lebih.

Meski demikian, terlepas dari statusnya yang bermain dari bangku cadangan, nama Ferran Torres kini tercatat dalam sejarah sepak bola Spanyol dan juga dunia sebagai pemain yang mencetak gol penting dalam final Piala Dunia. Andres Iniesta mencetak gol tersebut pada laga lawan Belanda di final di Stadion Soccer City, Johannesburg (Afrika Selatan) pada 11 Juli 2010 silam.

Dalam final lawan Argentina di Stadion New York New Jersey Stadium tersebut, aksi Ferran Torres dan kawan-kawan pun disaksikan para legenda Spanyol Piala Dunia 2010 itu. Selain Andres Iniesta, tampak Xavi Hernandez, Fernando Llorente, Iker Casillas, Sergio Ramos, atau Jesus Navas yang berada di tribune VIP. Mereka pun tampak emosional berteriak saat Spanyol akhirnya berhasil mencetak gol dari tembakan Ferran Torres.

Lalu, siapakah Ferran Torres sebenarnya? Meski TVRI sempat mengulas tentang sosoknya secara singkat, berikut ini profil bintang yang bernama lengkap Ferran Torres Garcia, pemain kelahiran Folos (Valencia) pada 29 Februari 2000 ini.

Berawal di Valencia

Karier Ferran Torres berkembang melalui sistem akademi sepak bola klub besar La liga, Valencia, sejak dia berusia 6 tahun. Ia melakukan debut tim utama pada usia 17 tahun dan dua tahun kemudian, ia mencetak gol pertamanya di La Liga pada 2018-2019 dan Liga Champions pada 2019-2020. Golnya di La Liga dia ciptakan ke gawang Celta Vigo pada 19 Januari 2019 setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Sementara golnya di Liga Champions untuk Valencia tercipta di laga lawan Lille dalam kemenangan 4-1 pada 6 November 2019. Pada tahun 2020, ia bergabung dengan tim nasional senior. Namun demikian, dia datang ke Timnas Spanyol senior dengan membawa sejumlah prestasi di level junior.

Penampilan pertamanya adalah dengan Timnas Spanyol U-17 di Kejuaraan Eropa 2017 di Kroasia, di mana Spanyol mengalahkan Jerman melalui adu penalti di final. Ferran Torres berkembang menjadi pemain sayap kanan dalam turnamen tersebut. Pada kejuaraan itu pula, dirinya bermain dengan rekan setimnya di Valencia seperti Hugo Guillamon, Abel Ruiz, dan Miranda.

Pada tahun 2019, ia mengulangi prestasi tersebut di Armenia pada Kejuaraan Eropa U-19. Pelatih Santi Denia yang saat itu juga kembali menangani tim kelompok usia tersebut menjadikan Ferran Torres sebagai pemain andalan, Ferran Torres kemudian menjadi bintang final dengan dua gol yang membuat timnya menang atas Portugal.

Setelah performanya di Valencia, Pep Guardiola yang merupakan pelatih Manchester City membawanya ke klub Inggris tersebut. Di klub ini, dia mewarisi nomor punggung 21 dari rekan senegaranya, David Silva, yang meninggalkan The Citizens setelah sepuluh tahun dan lebih dari 300 penampilan.

Kesepakatan senilai 33,5 juta euro saat itu merupakan transfer termahal ketujuh Valencia sepanjang sejarah. Pep Guardiola memujinya sebagai talenta muda yang luar biasa dengan kemampuan menyerang yang serbaguna.

Disebutkan dalam sejumlah pemberitaan bahwa sebenarnya Ferran Torres terlahir sebagai striker tengah tetapi karena dia dapat bermain di semua posisi ofensif berkat teknik, dribbling, dan kecepatannya, pelatih pun memanfaatkan kemampuannya tersebut di banyak pertandingan.

Meski demikian, kariernya di Manchester City tidaklah mudah. Kehadirannya di Manchester City saat musim terakhir mesin gol utama The Citizens saat itu, Sergio Aguero. Hanya, ada sejumlah bintang lainnya seperti Gabriel Jesus, Raheem Sterling, dan Riyad Mahrez.

Persaingan mendapatkan tempat utama di Manchester City sangat ketat, tetapi Torres mencetak total 13 gol termasuk hat-trick pertama dalam kariernya, di musim pertamanya. Dia tidak beruntung karena kemudian mengalami cedera metatarsal saat membela tim nasional membuatnya absen cukup panjang.

Dari Man City ke Barcelona

Ferran Torres kemudian memilih untuk meninggalkan Manchester City meski keputusan tersebut membuat Pep Guardiola cukup kecewa karena kehilangan salah satu pemain yang dia harapkan di masa depan. Tapi, sangat sulit bagi pemain untuk menolak tawaran Blaugrana.

"Kesempatan sekali seumur hidup," kata Pep Guardiola, yang memberikan lampu hijau untuk kepindahannya ke Blaugrana pada tahun 2022 dengan harga 55 juta euro. Di Barcelona, Robert Lewandowski adalah penyerang tengah yang tak tergantikan.

Namun, Ferran Torres menunjukkan performa yang semakin mengesankan: 7 gol di masing-masing dua musim pertamanya di bawah asuhan Xavi Hernandez, 11 gol di musim ketiganya (2023-2024) dengan kedatangan Hansi Flick. Tapi, versi terbaik Ferran Torres semakin meningkat di musim selanjutnya.

Ferran Torres sebelumnya dikritik oleh fans karena kurangnya efektivitas di depan gawang, tetapi ia telah membuktikan dirinya sebagai striker yang menentukan, bahkan selama pertandingan, dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024-2025, ia mencetak total 19 gol, tetapi ia tampil lebih baik lagi musim lalu dengan 21 gol.

Dengan gol-golnya itu, Barcelona meraih gelar La Liga, yang merupakan gelar ketiganya di Blaugrana. Barcelona memiliki barisan lini depan yang sangat kuat dengan pemain seperti Lamine Yamal dan Raphinha di lini depan, pemain fenomenal yang semakin melengkapi karier Ferran Torres.


Penyerang Timnas Spanyol, Ferran Torres.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi



Julukan Hiu dan Kisah dengan Putri Luis Enrique

Dalam sepak bola Spanyol yang sangat dikenal adalah Fernando Torres. Namun, nama Ferran Torres semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir ini. Jika Fernando Torres memiliki nama panggilan dengan "El Nino", Ferran Torres dikenal sebagai "El Tiburon," atau "Si Hiu".

Julukan itu berasal dari sebuah wawancara di mana ia mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan mentalitas predator: ia menggambarkan dirinya sebagai sosok yang lapar dengan mengidentikkan seperti hiu. Dan untuk meningkatkan stamina fisik dan mentalnya, ia juga meminta bantuan juara UFC Ilia Topuria.

Wawancara tersebut menjadi viral karena rekan-rekan setimnya di Barcelona mulai menggodanya, memanggilnya dengan panggilan "Hiu". Saat julukannya menjadi viral, para penggemar langsung ikut-ikutan, dimulai dari Reddit, menciptakan slogan: "Berikan Ballon d'Or kepada Si Hiu."

Dan Ferran Torres sendiri ikut bermain dalam beberapa bulan terakhir, hingga saat-saat terakhir ketika montase foto menjadi sangat populer di seluruh dunia ada wajahnya di balik montase hiu. Atau wajahnya atau dirinya yang dekat dengan trofi Ballon d'Or.

Terkait media sosial, Ferran Torres telah menjadi pusat perhatian kolom gosip dalam beberapa tahun terakhir karena hubungannya dengan Siria Martinez, putri Luis Enrique. Hubungan mereka berakhir pada tahun 2023, tetapi striker Valencia itu bisa bersatu kembali dengan pelatih yang pertama kali memanggilnya ke tim nasional pada tahun 2020.

Gelar Piala Eropa dan Piala Dunia

Ferran Torres bagian dari skuad La Roja yang berhasil meraih juara Piala Eropa 2024 bersama Luis de la Fuente. Dia mencetak gol penentu saat melawan Albania di babak grup, dan juga tampil di perempat final melawan Jerman dan semifinal melawan Prancis.

Rekor internasionalnya menunjukkan ia sebagai pemain kunci dengan 25 gol dalam 65 penampilan. Bahkan, Ferran Torres adalah pencetak gol terbanyak kesepuluh sepanjang masa Spanyol. Dia satu dari sejumlah pemain yang dalam kariernya berhasil memiliki dua gelar utama, Piala Eropa dan Piala Dunia. Kini, Namanya mulai menjadi perhatian sejumlah klub besar Eropa lainnya.

Kontraknya di Barcelona akan berakhir pada pada 2027, sebuah klub tertarik dan itu adalah Paris Saint-Germain. Yang juga menarik, dia akan kembali bertemu dengan Luis Enrique jika memang kemungkinan itu terjadi. Luis Enrique tampaknya sudah memiliki rencana untuk menempatkannya sebagai salah satu penyerang di lini depan bersama Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, Desire Doue, dan Bradley Barcola.