Bintang Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko (foto kiri) dan kiper Italia Gianluigi Donnarumma, akan bertemu dalam final play-off Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Zenica, Serbia
Ada sejumlah fakta menarik dari duel Bosnia dan Herzegovina vs Italia di final play-off Piala Dunia 2026 malam ini atau Rabu (1/4/2026) pukul 01.45 WIB.
Fakta menarik Bosnia vs Italia jelang final play-off Piala Dunia 2026 yang akan bergulir malam ini atau Rabu (1/4/2026) pukul 01.45 WIB. Laga Bosnia vs Italia menentukan bagi kedua tim untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Italia asuhan Gennaro Gattuso datang ke Stadion Bilino Polje setelah menyingkirkan Irlandia Utara di semifinal sedangkan Bosnia menyingkirkan Wales. Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan akan berusaha untuk menang di laga ini demi mengakhiri rapor buruk setelah selalu gagal lolos di dua Piala Dunia sebelumnya (2018 dan 2022).
Laga ini menarik di antaranya karena sosok Edin Dzeko, bintang andalan Bosnia-Herzegovina. Sebelum bergabung ke Schalke 2026, Edin Dzeko bermain di sejumlah klub Italia di Liga Italia (Seri A) seperti AS Roma, Inter Milan, dan Fiorentina.
Fakta lainnya, ada dua pemain Liga Italia di skuad Bosnia saat ini yaitu Sead Kolasinac (Atalanta) dan Tarik Muharemovic (Sassuolo). Ini tentu menjadi sisi menarik karena di skuad Italia contohnya ada bintang Atalanta juga yaitu Giacomo Raspadori, Giorgio Scalvini, atau Gianluca Scamacca.
Tentu saja, banyak lagi fakta menarik lainnya jelang bertemunya dua tim ini dalam memperebutkan satu tiket Piala Dunia 2026. Berikut ini 10 fakta menarik Bosnia vs Italia jelang duel final play-off Piala Dunia 2026:
1. Timnas Italia tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir dari enam duel sebelumnya lawan Bosnia-Herzegovina dengan rapor empat kemenangan, satu kali imbang, dan mengalami satu kekalahan. Satu-satunya kekalahan Italia lawan Bosnia terjadi pada 6 November 1996 dalam laga uji coba, 1-2 sekaligus sebagai pertemuan pertama di antara kedua tim ini.
2. Setelah mengalami kekalahan di pertemuan pertama itu, Italia meraih kemenangan dalam dua laga tandang lawan Bosnia-Herzegovina, satu di antaranya bahkan digelar di Zenica yaitu pada 19 November 2019, dengan skor 3-0. Gol Italia ketika itu diciptakan Francesco Acerbi, Lorenzo Insigne, dan Andrea Belotti.
3. Timnas Italia menang dalam tiga laga tandang terakhir mereka di kualifikasi Piala Dunia setelah tidak pernah menang di tiga laga sebelumnya (2 imbang, 1 kalah). Dalam sejarahnya, tiga kemenangan tandang beruntun merupakan yang terbaik Gli Azzurri di kandang lawan.
4. Jika menang lawan Bosnia, Italia dalam sejarahnya akan lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya melalui jalur play-off. Sukses pertama dalam play-off terjadi saat lawan Rusia, 1-1 saat tandang dan menang 1-0 di laga kandang, dalam laga antara Oktober dan November 1997. Namun demikian, seperti diketahui, Italia gagal lolos di dua play-off terakhir untuk Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022.
5. Bosnia-Herzegovina dalam sejarahnya hanya berhasil lolos di satu Piala Dunia yaitu pada Piala Dunia 2014. Namun, Bosnia hanya mengalami satu kekalahan dari 10 laga kompetitif terakhir (5 kemenangan dan 4 kali imbang). Mereka meraih pencapaian tersebut setelah sebelumnya mengalami 8 kekalahan dari 9 laga sebelumnya.
6. Timnas Italia meraih enam kemenangan dari tujuh laga di bawah asuhan Gennaro Gattuso, dengan satu laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Dalam sejarah Timnas Italia, tidak ada pelatih yang memenangkan lebih banyak pertandingan dari delapan laga awal. Gennaro Gattuso bisa mencatat rekor tersebut lawan Bosnia.
7. Dari delapan tim Eropa yang tampil di final play-off Piala Dunia 2026, Timnas Italia merupakan tim paling produktif yaitu mencetak 23 gol dan sebagai tim dengan tembakan terbanyak, 193 tembakan. Sedangkan Bosnia merupakan tim yang paling banyak menghadapi tembakan yaitu 98 tembakan ke gawang mereka.
8. Mateo Retegui merupakan pemain outfiled (bukan kiper) yang paling banyak menit bermain di Timnas Italia era Gennaro Gattuso, total 524 menit. Lebih dari itu, Mateo Retegui adalah pemain dengan keterlibatan gol terbanyak di era Gattuso: 9 gol (5 gol dan 4 asis). Jumlah golnya setara dengan Moise Kean. Federico Dimarco juga pemain yang memiliki keterlibatan gol yang sama dengan Mateo Retegui.
9. Moise Kean berhasil mencetak gol dalam setiap pertandingan di lima laga terakhirnya bersama Italia dengan total 7 gol (lima gol di antaranya dengan Gattuso). Dalam sejarah Italia, hanya tiga pemain yang mampu mencetak gol di enam laga beruntun yaitu Adolfo Baloncieri pada 1928, Luigi Riva (1969), dan Roberto Bettega (1977).
10. Dalam laga lawan Wales, Edin Dzeko merupakan pemain kedua yang mampu mencetak gol setelah usia 40 tahun (tepatnya 40 tahun 9 hari) di kualifikasi Piala Dunia. Pemain lainnya adalah Cristiano Ronaldo. Yang menarik, dalam tiga laga lawan Italia, Edin Dzeko mencetak gol di dua laga di antaranya.