Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Wellington, Selandia Baru
Dunia kini menanti kejutan dari pelatih yang berhasil mengintegrasikan ilmu pengetahuan olahraga dan seni melatih secara sempurna dalam satu tim.
Siapa sangka pria kalem asal Northampton ini bakal jadi raja sejarah di Selandia Baru? Darren Bazeley bukan cuma pelatih, ia adalah sosok yang berhasil menyulap negara tersebut dari sekadar tim rugbi yang main bola jadi ancaman nyata di Piala Dunia 2026.
Dahulu Bazeley adalah prajurit lapangan hijau yang makan asam garam di kerasnya Liga Inggris bareng Watford dan Wolverhampton Wanderers. Modal lebih dari 400 penampilan di Inggris bukan cuma pajangan, tapi jadi kamus taktik yang dibawa saat beralih ke dunia kepelatihan.
Bazeley punya rekor yang bikin pelatih lain minder karena sebagai manusia pertama di planet bumi yang bakal mimpin satu negara di empat level turnamen FIFA berbeda. Mulai dari membawa Selandia Baru lolos ke Piala Dunia U-17, kemudian Piala Dunia U-20, membesut tim Olimpiade, sampai akhirnya duduk di kursi panas Piala Dunia senior.
Statistiknya jangan ditanya karena Bazeley menyumbangkan sejumlah trofi untuk Selandia Baru di zona Oseania bersama tim U-17 dan U-20. Ia membuktikan dominasi itu bukan cuma soal otot, tapi otak dan strategi yang matang untuk menaklukkan setiap lawan yang datang menantang.
Masih ingat sejarah manis pada 2015 saat Bazeley bawa tim U-20 Selandia Baru mencukur Myanmar 5-1 yang menjadi kemenangan perdana mereka di level dunia. Skor telak itu menjadi bukti seluruh dunia bahwa Selandia Baru bisa main bola juga dan layak mendapatkan rasa hormat dari semua negara peserta lainnya.
Menuju 2026, persentase kemenangannya stabil di angka 42 persen yang merupakan angka sangat lumayan mengingat Selandia Baru sering berani uji coba lawan tim-tim raksasa dunia. Hebatnya lagi, hampir separuh skuadnya sekarang adalah alumni didikan Bazeley sejak di level junior sehingga kepercayaan antarpemain sudah terjalin erat.
Gaya main kuno yang cuma mengandalkan fisik serta sundulan tanpa adanya pola serangan terstruktur sudah dibuang jauh-jauh. Sekarang All Whites main oke dengan operan pendek dan transisi cepat yang bikin lawan kesulitan membaca pergerakan bola.
Bazeley tipe pelatih yang bisa jadi bapak sekaligus komandan karena sukses merangkul pemain senior macam Chris Wood dan Sarpreet Singh. Di ruang ganti, suara Bazeley adalah hukum yang harus ditaati, tapi pelukannya adalah rumah hangat buat para pemainnya yang merantau jauh di berbagai liga top Eropa.
"Hal yang sulit bagi kami sebagai tim nasional adalah kami tidak sering menerima kunjungan tim internasional ke Selandia Baru untuk bermain, sehingga sebagian besar pertandingan kami dimainkan di luar kandang, yang membuat performa dan hasil pertandingan menjadi sulit. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kami telah berkembang," kata Bazeley.
"Saya banyak menonton sepak bola. Setiap akhir pekan, saya menonton Liga Primer, Championship, MLS, ditambah saya juga menonton A-League. Kami memiliki pemain di Prancis, Norwegia, Denmark, Serbia, Belanda, Skotlandia, dan Amerika Serikat."
"Saya tidak terlalu sering bepergian, tetapi jika kami sedang tur di Eropa, saya akan mencoba untuk ikut bermain sebelum atau sesudah tur agar saya bisa melihat banyak lingkungan di sana," Bazeley menambahkan.
Hadapi format 48 negara di Piala Dunia 2026, Bazeley enggak gentar sedikit pun karena melihat kondisi ini sebagai panggung pamer identitas asli sepak bola Selandia Baru. Ia ogah timnya cuma jadi turis dalam ajang tersebut, melainkan mau Selandia Baru jadi kuda hitam yang siap menendang siapa saja tanpa rasa takut sedikit pun.
Selandia Baru pernah memperlihatkan performa luar biasa di Olimpiade Paris 2024 saat tim U-23 asuhan Bazeley sukses menggebuk Guinea dalam drama yang sangat mendebarkan sepanjang pertandingan. Hal Itu adalah kemenangan kedua sepanjang sejarah mereka di Olimpiade yang menjadi bukti strategi Bazeley benar-benar manjur melawan tim benua mana pun.
Jelang lawan Iran pada laga perdana Grup G, Bazeley makin cerewet soal detail terutama urusan bola mati yang sering jadi penentu hasil akhir. Statistik mencatat Selandia Baru memiliki keunggulan duel udara karena postur tinggi para pemainnya.
Selain Iran, Selandia Baru di penyisihan grup akan berhadapan dengan Mesir dan Belgia. Butuh kerja keras untuk Selandia Baru melewati rintangan dari ketiga negara tersebut lolos ke babak gugur.
"Saya punya analis yang sangat andal yang mampu mendapatkan rekaman video hampir semua pemain di dunia dan dia menyusun paket video berdurasi tujuh atau delapan menit yang sangat bagus untuk saya, sehingga saya dapat menonton semua aksi dan mengetahui apa yang mereka lakukan," ucapnya.
Perjalanan Bazeley adalah bukti kalau proses enggak bakal mengkhianati hasil dari mulai melatih di lapangan berlumpur sampai berdiri gagah di panggung dunia. Para pemainnya rela mati-matian di lapangan cuma buat menuruti instruksi yang diberikannya.
Ketenangan Bazeley di kualifikasi Oseania juga patut diacungi jempol karena sudah biasa menghadapi cuaca ekstrem serta lapangan "ajaib" di pulau-pulau Pasifik. Ketangguhan mental ini yang ia suntikkan ke nadi para pemainnya agar tidak gampang ciut nyali saat harus berhadapan dengan nama-nama besar di panggung dunia nanti.
Analisis data juga jadi senjata rahasia Bazeley sebagai pelatih modern yang melek teknologi namun tetap mengandalkan insting tajam saat melakukan pergantian pemain. Bayangkan saja, 30 persen gol Selandia Baru lahir dari pemain pengganti yang menunjukkan bahwa Bazeley melihat celah di pertahanan lawan yang sedang kelelahan.
Bazeley juga pahlawan di balik layar yang membenahi kurikulum sepak bola Selandia Baru agar dari level anak-anak sampai senior memiliki gaya main yang seragam. Efeknya sangat terasa karena pemain muda yang baru masuk tim nasional tidak perlu bingung lagi dan otomatis paham apa yang diinginkan oleh pelatih.
Kehadiran Bazeley adalah oase di tengah kekhawatiran publik soal masa depan sepak bola Selandia Baru. Ia membuktikan kalau stok bakat di Selandia Baru itu tidak ada habisnya jika diolah dengan benar oleh tangan yang tepat dan visi yang benar.
Jelang sepak mula Piala Dunia 2026 yang dimulai 11 Juni mendatang, Bazeley makin rajin memantau data performa pemainnya melalui laptop sembari tetap memberikan ruang kreativitas yang luas bagi mereka di atas lapangan. Perpaduan antara pengetahuan olahraga dan seni melatih ini yang bikin namanya jadi buah bibir yang hangat di kalangan pengamat sepak bola internasional.
Dukungan penuh dari pihak federasi juga bikin Bazeley makin percaya diri karena mereka yakin investasi jangka panjang pada sang pelatih akan berbuah manis. Terbukti tiket Piala Dunia 2026 berhasil diamankan dengan gaya main yang sangat meyakinkan serta dukungan penuh dari seluruh rakyat Selandia Baru yang sangat antusias.
"Saya sudah menonton Piala Dunia sejak saya berusia enam tahun dan ini adalah acara terbesar di dunia dan kami akan berada di sana. Jujur saja, saya tidak yakin apakah saya sudah benar-benar menyadari bahwa kami akan berada di panggung global. Ini sangat menarik dan saya tidak sabar," ungkapnya.