TVRINews - Jakarta, Indonesia

Dalam 11 hari lagi, Piala Dunia 2026 akan bergulir. Berikut ini pemain legendaris Piala Dunia yang ditempatkan dalam Best XI sepanjang masa.

Piala Dunia 2026 akan segera bergulir. Menuju 11 Juni 2026, 11 hari lagi Piala Dunia tahun ini akan dimulai. 11 hari menuju tanggal 11. Apa yang akan terjadi di Piala Dunia 2026 nanti? Apakah Argentina akan berhasil mempertahankan gelar mereka, meraih gelar di Piala Dunia 2026 ini. Jika bukan Argentina, kandidat kuat lainnya adalah Brasil, Spanyol, Inggris, Belanda, atau Prancis, dan mungkin juga Portugal.

Semua kemungkinan tersebut bisa terjadi. Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, akan masuk dalam perjalanan sejarah turnamen ini. Sejak pertama kali digelar pada 96 tahun silam atau sejak edisi pertama pada 1930 yang bergulir di Uruguai, Piala Dunia telah memunculkan begitu banyak bintang dengan daya tarik, kisah, rekor, atau pencapaian tersendiri.

Jelang 11 hari menuju Piala Dunia 2026 ini pula, berikut ini 11 pemain terbaik sepanjang masa yang bisa ditempatkan dalam sebuah skema dalam "Best XI". Begitu banyak bintang yang bisa masuk dalam kategori ini. Untuk Best XI ini ada sejumlah kategori tentunya. Pertama adalah performa mereka di Piala Dunia, bukan di turnamen lain. Lalu pemain tersebut minimal telah memenangkan satu trofi Piala Dunia, dan yang ketiga adalah perannya bagi tim di turnamen ini.

Dunia mengakui bahwa Johan Cruyff adalah salah satu bintang besar, bersejarah, dan dia pun pantas masuk dalam Best XI. Satu-satunya yang kurang adalah dia belum pernah memenangi gelar Piala Dunia. Begitu juga dengan Cristiano Ronaldo (Portugal). CR7 adalah bintang dunia, tapi untuk kategori Piala Dunia, Ronaldo Nazario lebih baik karena gol, asis, gelar juara, bahkan trofi individu yang diraihnya.

Untuk kategori penyerang saja, Piala Dunia telah memunculkan deretan nama-nama legendaris seperti Guillermo Stabile, Leonidas Da Silva, Garrincha, Pele, Gerd Muller, Ferenc Puskas, Sandor Kocsis, Eusebio, Juste Fontaine, Paolo Rossi, Gabriel Batistuta, Roberto Baggio, Miroslav Klose, atau Lionel Messi.

Best XI sepanjang masa di bawah ini hanya yang terbaik dari yang terbaik di posisinya dalam sejarah Piala Dunia. Sekadar mengingat bahwa mereka telah meninggalkan jejak mengagumkan. Karena itulah, 11 hari menuju Piala Dunia 2026, berikut ini TVRI menampilkan Best XI Terbaik dalam sejarah Piala Dunia:

Kiper: Gilmar (Brasil)

Salah satu alasan dan juga alasan paling utama menempatkan Gilmar di posisi ini adalah karena dia satu-satunya kiper dalam sejarah Piala Dunia yang memenangkan dua gelar Piala Dunia secara beruntun. Gilmar meraih gelar tersebut sebagai starter di Selecao, juara pada Piala Dunia 1958 dan 1962. Disebut juga sebagai "Pele Kiper". Gilmar terbaik di antara yang terbaik seperti Lev Yashin (Uni Soviet), Dino Zoff dan Gianluigi Buffon (Italia).

Bek Kanan: Cafu (Brasil)

Cafu adalah bek kanan terbaik sepanjang masa dalam sejarah Piala Dunia. Cafu bermain dalam empat edisi Piala Dunia untuk Timnas Brasil, dengan dua di antaranya juara (1994 dan 2002). Sejak kali pertama hadir di Piala Dunia 1994 saat Brasil juara, Cafu telah menjadi bagian penting dari Tim Samba selama lebih dari 12 tahun. Sejumlah nama muncul di posisi ini seperti seniornya Carlos Alberto Torres, Nilton Santos, atau bek Spanyol seperti Sergio Ramos dan bek Prancis, Lilian Thuram.

Bek Tengah: Franz Beckenbauer (Jerman)

Bek tengah, sweeper, atau gelandang bertahan. Tiga posisi yang membuat Franz Beckenbauer menjadi salah satu pemain bertahan modern pada masanya dan karena itulah dia menginspirasi tentang tugas dari seorang pemain bertahan. Menempatkan Franz Beckenbauer di posisi gelandang bertahan juga tepat tapi posisi tersebut akan lebih pas diberikan kepada legenda lainnya.

Bek tengah adalah posisi terbaik untuk Franz Beckenbauer dari XI terbaik sepanjang masa Piala Dunia. Muncul pertama kali pada Piala Dunia 1966, kalah dari tuan rumah Inggris. Empat tahun kemudian, aksi heroiknya lawan Italia, bermain lebih dari 30 menit dengan bahu kanan yang terkilir. Beckenbauer kemudian membawa Jerman Barat juara Piala Dunia 1974.

Bek Tengah: Fabio Cannavaro (Italia)

Menempatkan Fabio Cannavaro sebagai pendamping Franz Beckenbauer di jantung pertahanan tentu salah satu kombinasi impian. Franz elegan, genius, sedangkan Fabio Cannavaro ciri terbaik pemain belakang asal italia: disiplin, tanpa kompromi, taktis, dan penuh konsentrasi. Italia tim yang tidak mengesankan (menarik) dari segi permainan saat juara Piala Dunia 2006, namun tim ini sangat efektif. Ada nama Daniel Passarella (Argentina) untuk posisi ini yang juga bisa ditempatkan sebagai partner Franz Beckenbauer di jantung pertahanan Best XI sepanjang masa Piala Dunia.

Bek Kiri: Andreas Brehme (Jerman)

Andreas Brehme bek kiri Jerman terhebat dalam sejarah. Dia sangat dikenal karena gol yang diciptakannya dari penalti dalam final Piala Dunia 1990, di menit ke-85. Andreas Brehme mengambil tugas tersebut tanpa drama setelah semua rekan setimnya tidak ada yang mau mengambil penalti tersebut.

Andreas Brehme memutuskan untuk menggunakan kaki kanannya yang lebih lemah untuk menendang penalti itu. Pilihan itu tidak terduga untuk seorang pemain kidal alami, tetapi juga untuk mencatat sejarah. Andreas Brehme mewakili Jerman dalam tiga Piala Dunia, tetapi penampilan terbaiknya terjadi pada 1990 itu. Rapornya di Piala Dunia 1990: 3 gol dan 3 asis!. Kita juga bisa menempatkan Roberto Carlos di posisi bek kiri ini.

Gelandang Bertahan: Lothar Matthaus (Jerman)

Lothar Matthaus tampil dalam 25 laga sepanjang kariernya di Piala Dunia. Dia salah satu pemain yang hingga kini memegang rekor terbanyak tampil di edisi Piala Dunia: 1982, 1986, 1990, 1994, dan 1998. Jika Der Kaiser Franz Beckenbauer menguasai era 1970-an, Lothar Matthaus "The Terminator" ikon dari sepak bola di era 1980-an dan 1990-an. Sebagai gelandang bertahan, dia memiliki keunggulan dalam hal kemampuan beradaptasi dengan permainannya dari waktu ke waktu dan beradaptasi dengan semua taktik. Diego Maradona pernah menyatakan, pemain yang paling sulit dihadapi sepanjang kariernya adalah Lothar Matthaus. Pada 1990 pula, Lothar Matthaus memenangkan trofi individu paling bergengsi dalam sepak bola: Ballon d'Or.

Gelandang Serang: Diego Maradona (Argentina)

Diego Maradona adalah ikon Piala Dunia, termasuk dengan semua kontroversinya. Diego Maradona salah satu pemain paling terampil sepanjang masa. Dia adalah GOAT (Greatest of All Time). Salah satu momen terbaik karier Diego Maradona di Piala Dunia adalah Meksiko 1986. El Pibe de Oro mempersembahkan salah satu momen yang akan selalu dikenang, di perempat final melawan Inggris di mana ia mencetak dua gol yang paling banyak dibicarakan dalam sejarah permainan: satu dengan tangannya, yang lain setelah menggiring bola melewati 5 pemain Inggris.

Gelandang Serang (Playmaker): Zinedine Zidane (Prancis)

Maestro sepak bola Prancis. Zinedine Zidane selalu tampil dominan, berpengaruh, ketika main di laga-laga besar atau menentukan. Salah satu yang menarik dari pencapaiannya adalah sebagai pemain keempat dalam sejarah Piala Dunia yang selalu mampu mencetak gol di dua final Piala Dunia setelah Pele, Vava, dan Paul Brietner. Momen terbaiknya saat mencetak dua gol dalam final Piala Dunia 1998 yang menentukan Prancis juara, lawan Brasil. Dalam kariernya di turnamen ini, total tampil dalam 12 laga mencetak 5 gol dan memberikan 3 asis.

Penyerang: Pele (Brasil)

GOAT bersama Diego Maradona. Dia juga ikon dari sejarah Piala Dunia. Dalam kariernya di turnamen ini, Edson Arantes Do Nascimento "Pele" mencetak 12 gol dan memberikan 10 asis dari 14 pertandingan sepanjang kariernya di Piala Dunia. "O Rei" tampil pertama kali di Piala Dunia dalam usia 17 tahun pada 1958. Pada tahun itu pula dia membawa Brasil juara. Gelar Piala Dunia kemudian dia berikan lagi untuk Brasil pada 1962 dan 1970. Pele adalah satu-satunya pemain yang pernah meraih gelar Piala Dunia tiga kali.

Penyerang: Ronaldo Nazario (Brasil)

Pemain legendaris Brasil, karakteristik striker modern yang di dalam dirinya ada kekuatan, atletik, kecepatan, dan kakinya yang mampu menggiring bola dalam sekejap mata. Salah satu ciri dari Ronaldo yang selalu dinanti adalah ketika menggiring bola melewati lawan di hadapannya.

Ronaldo Luiz Nazario Da Lima sudah masuk skuad Brasil ketika negeri ini juara Piala Dunia 1994. Namun demikian, gelar Piala Dunia baru diraihnya pada 2002. Pada tahun itu pula dia meraih gelar pencetak gol terbanyak. Sepatu Emas dan Bola Emas adalah pengakuan bahwa Ronaldo Nazario sangat pantas untuk ditempatkan dalam Best XI sepanjang masa Piala Dunia. Il Fenomeno total tampil dalam 19 laga Piala Dunia sepanjang kariernya, mencetak 15 gol dan memberikan 5 asis.

Penyerang: Lionel Messi (Argentina)

Lionel Messi membawa Argentina juara Piala Dunia 2022. Pada turnamen yang digelar di Qatar ini, dari tujuh total pertandingan sejak fase grup hingga final, hanya di laga ketiga fase grup dia tidak mencetak gol. La Pulga yang sebagai kapten saat itu mencetak gol lawan Arab Saudi, Meksiko, lalu di 16 besar lawan Australia, Belanda (perempat final), Kroasia (semifinal), dan dua gol di laga final lawan Prancis. Total: 7 gol dan memberikan 3 asis. Dia adalah kapten yang produktif baik gol dan asis.

Berikut Ini Best XI Piala Dunia Sepanjang Masa

Pola: 4-3-3

Kiper: Gilmar (Brasil)

Belakang: Cafu (Brasil), Franz Beckenbauer (Jerman), Fabio Cannavaro (Italia), Andreas Brehme (Jerman)

Tengah: Zinedine Zidane (Prancis), Lothar Matthaus (Jerman), Diego Maradona (Argentina)

Depan: Pele (Brasil), Ronaldo (Brasil), Lionel Messi (Argentina)

Mengapa Tanpa Gerd Muller dan Paolo Rossi?


Gerd Muller, mesin gol Jerman yang membawa Die Mannschaft juara Piala Dunia 1974. Predator di jantung pertahanan lawan. Gerd Muller mengoleksi 14 gol, 6 asis, dari 13 pertandingan. Dia meraih gelar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 1970 dengan mengoleksi 10 gol. Empat gol lainnya diciptakan di Piala Dunia 1974. Gerd Muller mencetak gol kedua Jerman di final lawan Belanda di Piala Dunia 1974, penentu gelar juara Jerman saat itu.

Gerd Muller pun pantas masuk Best XI. Namun, menempatkannya akan menggantikan posisi Ronaldo Nazario di posisi penyerang tengah. Jika tetap memasukkan Ronaldo, posisinya yang tepat adalah menggantikan Lionel Messi. Begitu pula dengan Paolo Rossi yang mencetak total 9 gol di Piala Dunia. Ronaldo Nazario unggul dalam jumlah gol atas bintang Italia Piala Dunia 1982 tersebut.