TVRINews – Roma, Italia

Italia, Spanyol, dan Jerman memiliki rekor buruk yang unik setelah memenangi gelar Piala Dunia terakhirnya

Piala Dunia FIFA selalu memiliki cerita tersendiri yang tidak jarang sulit untuk dinalar. Sejak kali pertama digelar pada 1930, turnamen sepak bola antarnegara terbesar di dunia itu selalu memunculkan kisah, kejadian, insiden, maupun drama yang menarik. 

Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang, ada semacam fenomena negatif yang melibatkan tiga negara kekuatan sepak bola di dunia, yang semuanya berasal dari Eropa.  

Mungkin tidak banyak yang tahu jika Italia — juara Piala Dunia 1934, 1938, 1982, dan 2006; Spanyol — kampiun 2010; dan Jerman — jawara 1954, 1974, 1990, dan 2014; sejauh ini belum pernah memenangi pertandingan di babak gugur alias fase knockout (KO), setelah merebut gelar terakhirnya. 

Italia menjadi tim yang paling lama tidak pernah memenangi laga fase KO Piala Dunia sejak terakhir juara pada 2006. Berikut detail soal berapa lama ketiga negara raksasa sepak bola tersebut belum juga merebut poin di babak gugur Piala Dunia setelah juara terakhirnya.

Italia — 20 Tahun

Italia kali terakhir merebut gelar Piala Dunia pada 2006, saat turnamen dilangsungkan di Jerman. Namun setelah itu, performa Gli Azzurri justru hancur lebur di ajang Piala Dunia. 

Setelah sukses 2006, tim nasional sepak bola Italia memang berhasil merebut gelar Euro (Kejuaraan Eropa) 2020 – yang digelar pada tahun 2021 karena pandemi Covid-19. 

Tetapi di ajang Piala Dunia, Si Biru justru hancur lebur. Italia bahkan tidak lolos di dua gelaran Piala Dunia terakhir, 2018 dan 2022, dan tahun ini harus melewati play-off jika ingin mendapatkan tiket ke AS, Kanada, dan Meksiko. 

Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Italia langsung hancur lebur di fase grup. Turun di Grup F, Italia hanya mampu imbang melawan Paraguai dan Selandia (masing-masing 1-1), lantas menyerah 2-3 dari Slowakia sehingga berada di posisi juru kunci grup. 

Empat tahun berselang di Brasil 2014, Italia kembali tidak mampu lolos dari fase grup. Turun di Grup D, Italia hanya mampu sekali menang (atas Inggris, 2-1) untuk kemudian berurutan dihantam Kosta Rika dan Uruguai dengan skor sama, 0-1. Alhasil, mereka hanya mampu unggul atas Inggris di klasemen grup dan tak mampu melaju ke babak KO. 

Karena tidak lolos Piala Dunia pada 2018 dan 2022, praktis kali terakhir Italia menang di babak knockout adalah saat merebut gelar pada 2006, dan itu sudah 20 tahun lalu. 

Spanyol — 16 Tahun

Pencapaian timnas Spanyol dari tahun 2008 sampai 2012 membuat para analis dan pengamat menyebut mereka sebagai tim terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. 

Hal tersebut wajar karena dalam periode tersebut La Roja merebut trofi Euro secara beruntun pada 2008 dan 2012, plus satu Piala Dunia di tengah-tengah era tersebut, 2010. 

Spanyol juga konsisten dalam keikutsertaan Piala Dunia. Sejak 1978, mereka tidak pernah absen hingga 2026 nanti. Namun, siapa yang mengira bila sejak Piala Dunia 2014, La Roja ternyata belum pernah memenangi pertandingan di babak gugur. 

Di Brasil 2014, pada laga pertamanya di Grup B, Spanyol langsung merasakan dendam Belanda yang mereka kalahkan pada final Piala Dunia 2010. Tidak tanggung-tanggung, Spanyol dibantai 1-5. 

Pada pertandingan kedua, Spanyol dihantam Cili 0-2. La Roja hanya mampu menang atas Australia (3-0) sehingga harus puas berada di posisi ketiga grup dan gagal melaju ke 16 besar.

Di Piala Dunia 2018, Spanyol tampil lebih baik dengan memenangi Grup B meskipun hanya unggul mencetak gol lebih banyak daripada peringkat kedua, Portugal. 

Tetapi di 16 besar, La Roja di luar dugaan takluk dari tuan rumah Rusia lewat drama adu penalti, 3-4, usai imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. 

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Spanyol kembali lolos ke 16 besar setelah menempati peringkat kedua di bawah Jepang. Usai membantai Kosta Rika 7-0, Spanyol ditahan 1-1 oleh Jerman. Namun, mereka kalah di laga terakhir grup dari Jepang, 1-2. 

Di 16 besar, Spanyol di luar dugaan dihajar Maroko – yang menjadi semifinalis di akhir turnamen – dengan skor 0-3.  

Jerman — 12 Tahun

Setelah merebut trofi Piala Dunia 2014 dengan mengalahkan rival sepanjang masa, Argentina, 1-0, performa timnas Jerman cenderung menurun, utamanya di dua turnamen utama, FIFA World Cup dan UEFA Euro. 

Di Euro, setelah juara dunia, Jerman hanya mampu menembus semifinal pada 2016, 16 besar pada 2020, dan perempat final pada 2024. 

Di Piala Dunia, torehan Die Mannschaft jauh lebih buruk lagi. Jerman tidak pernah lolos dari fase grup pada Rusia 2018 dan Qatar 2022. 

Pada Piala Dunia 2018, Jerman langsung tersingkir di fase grup setelah hanya menuai 3 poin hasil menang melawan Swedia (2-1). Namun, di laga pertama mereka dibekap Meksiko (0-1) dan pada pertandingan terakhir menyerah dari Korea Selatan (0-2). 

Jerman pun berada di posisi juru kunci grup karena kalah selisih gol – hanya mencetak dua gol dan kemasukan empat – dari Korea Selatan.

Di Qatar 2022, Jerman hanya meraup 4 poin hasil sekali menang atas Kosta Rika (4-2), satu kali imbang melawan Spanyol (1-1), dan kalah dari Jepang (1-2) pada pertandingan pertama. Alhasil, mereka hanya berada di peringkat ketiga grup.