TVRINews – Johannesburg, Afrika Selatan

Keberhasilan Spanyol merebut gelar Piala Dunia 2010 menjadi puncak era keemasan sepak bola negara tersebut.

Dalam konteks Piala Dunia FIFA 2010, kemenangan luar biasa Spanyol adalah yang paling banyak dibicarakan ketika publik membicarakannya. 

Namun, perjalanan skuad La Roja ke Piala Dunia semakin kuat karena ini adalah pertama kalinya tim nasional Spanyol melaju ke final bukan tanpa terkalahkan. 

Perjalanan Spanyol menuju gelar juara dimulai dengan awal yang kurang meyakinkan, kalah dari Swis 0-1 di babak penyisihan grup, sebelum mengalahkan negara-negara terbaik dunia dan ditutup dengan kemenangan melawan Belanda di final.

Pada pertandingan final yang digelar di First National Bank Stadium – juga dikenal dengan nama Soccer City – di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 11 Juli 2010, Spanyol mengalahkan Belanda 1-0 berkat gol Andres Iniesta pada menit ke-116. 

Proses Spanyol memenangi Piala Dunia 2010 memang menarik. Usai kalah 0-1 dari Swis di fase grup, mereka bangkit dengan menghantam Honduras 2-0 dan menang atas Cili 2-1.

Striker David Villa mencetak tiga gol dalam dua pertandingan tersebut, dua ke gawang Honduras dan satu ke Cili.  

Uniknya, kemenangan atas Cili itu menjadi pertandingan terakhir Spanyol mampu menang dengan mencetak lebih daripada satu gol. Pasalnya, di semua fase babak gugur hingga partai final, Spanyol selalu hanya mampu menang dengan skor 1-0.

Di 16 besar, Spanyol menang berkat gol yang lagi-lagi dicetak Villa pada menit ke-63. Villa lagi-lagi menjadi pahlawan Spanyol berkat gol tunggalnya ke gawang Paraguai pada menit ke-83 untuk membawa La Roja ke semifinal. 

Pertandingan semifinal melawan Jerman di Moses Mabhida Stadium, Durban, berlangsung alot. Spanyol harus menunggu hingga menit ke-73 untuk menunggu gol dari bek tengah Carles Puyol sekaligus memastikan satu tempat di final. 

Laga final melawan Belanda berlangsung tegang dan penuh kontak fisik sehingga mengakibatkan 14 kartu kuning harus dikeluarkan wasit Howard Webb asal Inggris. 

Gol kemenangan Spanyol sendiri baru datang di masa waktu tambahan. Cesc Fabregas melepas operan ke Andres Iniesta yang lantas mencetak gol lewat tendangan setengah voli tanpa bisa diantisipasi kiper Belanda, Maarten Stekelenburg.

Sosok-sosok Kunci Gelar La Roja di Piala Dunia 2010

Sejumlah nama pantas disebut sebagai sosok kunci di balik keberhasilan Spanyol merebut kemenangan di Afrika Selatan 2010, yang hingga saat ini menjadi satu-satunya gelar Piala Dunia bagi La Roja. 

Pelatih Vicente del Bosque dinilai tidak hanya piawai mengatur gaya permainan tim Spanyol yang taktis, sabar, dan mengutamakan penguasaan bola. 

Del Bosque juga memiliki karisma sehingga disegani para pemain baik senior maupun junior. Dengan itu pila Del Bosque berhasil menyatukan ego para pemain, serta meredam perseteruan sengit di level klub antara Real Madrid dan FC Barcelona. 

Tiga pilar Barcelona di skuad La Roja, yakni Iniesta, Villa, dan Xavi, memiliki peran masing-masing. Iniesta mencetak gol kemenangan bersejarah Spanyol di final. Villa sangat penting bagi serangan lewat gol-gol menentukannya di tahap awal. 

Xavi terkesan tidak menonjol. Namun, dialah yang mengatur permainan dari lini tengah, menjadi jangkar kendali penguasaan bola tim.

Dari kubu Madrid tentu saja ada Iker Casillas. Kapten dan kiper Spanyol itu melakukan sejumlah penyelamatan penting, terutama menghentikan serangan balik Arjen Robben di laga final.

Puncak Era Keemasan Sepak Bola Spanyol

Kesuksesan di Piala Dunia 2010 bisa dibilang menjadi puncak era keemasan bagi sepak bola Spanyol. Hal itu bukan tanpa alasan. 

Piala Dunia 2010 menjadi gelar turnamen utama kedua bagi Spanyol dalam rentang waktu empat tahun yang luar biasa. Pasalnya, sebelum dan setelah gelar di Afrika Selatan 2010 itu, Spanyol menyabet gelar Kejuaraan Eropa (Euro) pada 2008 dan 2012.  

Antara tahun 2008 dan 2012, timnas Spanyol memainkan gaya sepak bola yang disebut tiki-taka, sebuah pendekatan sistem dalam sepak bola yang didasarkan pada kesatuan tim dan pemahaman komprehensif tentang geometri ruang di lapangan sepak bola. 

Tiki-taka digambarkan secara beragam sebagai gaya permainan yang didasarkan pada upaya menerobos ke gawang melalui umpan pendek dan pergerakan. 

Gaya permainan umpan pendek saat bola dioper dengan hati-hati melalui berbagai jalur dan dilakukan dengan penuh kesabaran. Basis dari itu semua adalah penguasaan bola di atas segalanya.