TVRINews - Jakarta, Indonesia

Belgia tim yang dikenal bertabur bintang di turnamen level internasional dan dunia.

Belgia memiliki banyak cerita di Piala Dunia. Tim berjulukan The Red Devils atau Tim Setan Merah baru mengumumkan skuad mereka untuk Piala Dunia 2026 pada Jumat (15/5/2026). Dari 26 pemain tim asuhan Rudi Garcia, masih ada Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, atau Romelu Lukaku.

Mereka adalah pemain yang pada masanya termasuk dalam Golden Generation. Generasi Emas Belgia yang sudah pensiun dari timnas adalah Eden Hazard, Vincent Kompany, Jan Vertonghen, Marouane Fellaini, Mouse Dembele, Axel Witsel, Kevin Mirallas, atau Steven Defour.

Belgia yang termasuk tim peserta ketika Piala Dunia baru pertama kali digelar pada 1930, adalah tim yang selalu bertabur bintang namun tidak pernah meraih gelar. Piala Dunia 2018, dengan para Generasi Emas tersebut, diyakini menjadi periode terbaik dari penampilan Timnas Belgia.

Pada Piala Dunia yang digelar di Rusia itulah mereka menciptakan momen terbaik. Kini, Belgia akan tampil lagi di Piala Dunia 2026 dan di antara 26 pemain masih ada bintang-bintang dari Generasi Emas tersebut. Sebelum menyaksikan aksi Timnas Belgia di Piala Dunia 2026 dalam siaran langsung di TVRI, berikut ini lima momen terbaik Belgia dalam sejarah Piala Dunia:

1. Comeback Fenomenal Lawan Jepang (2018)

Stadion Rostov Arena, 2 Juli 2018 di fase 16 besar Piala Dunia 2018, Jepang sudah merayakan seolah mereka akan memenangkan pertandingan lawan salah satu tim terbaik Eropa, Belgia. Gol Genki Haraguchi menit ke-48 dan gol Takashi Inui menit ke-52. Jepang unggul 2-0. Di pihak Belgia, tampak mereka terlihat tidak menyangka berada dalam situasi seperti ini. Melihat situasi ini, Roberto Martinez melakukan pergantian pemain.

Dia memasukkan Marouane Fellaini dan Nacer Chadli di menit ke-65. Keduanya menggantikan Dries Mertens dan Yannick Carrasco. Keajaiban pun dimulai saat itu. Hanya tiga menit kemudian setelah pergantian tersebut, Belgia berhasil mencetak satu gol melalui tandukan Jan Vertonghen di menit ke-69. Gol tersebut dapat disebut sebagai gol ajaib, berawal dari kiper Jepang, Eiji Kawashima, meninju bola dalam kemelut di jantung pertahanan.

Bola mengarah kepada pemain Jepang yang tampak mencoba membuangnya. Namun, itu menjadi blunder karena mengarah ke sisi kanan pertahanan Jepang di sana ada Jan Vertonghen. Dengan posturnya yang tinggi dia menanduk, bola melambung dan masuk ke gawang. Gol tersebut membakar semangat pemain Belgia. Lima menit setelah gol yang membuat kedudukan 1-2, Belgia mencetak gol kedua.

Eden Hazard melepaskan umpan silang dari sisi kiri. Marouane Fellaini melompat dan menanduk bola tersebut yang membuat Belgia menyamakan kedudukan di menit ke-74 menjadi 2-2. Kejutan tidak lainnya terjadi jelang laga berakhir. Menit ke-90+4, serangan balik diawali operan kiper Thibaut Courtois kepada Kevin De Bruyne yang membawanya mendekati pertahanan Jepang. Dia mengoper bola kepada Thomas Meunier lalu memberikan umpan Tarik.

Romelu Lukaku yang mendapatkan kawalan membiarkan bola tersebut dan di sanalah Naser Chadli yang bebas menendang dengan kaki kirinya. Di detik terakhir, Belgia berhasil membalikkan kedudukan menjadi menang 3-2 dan lolos ke perempat final. Ini menjadi comeback paling mengesankan dan fenomenal, baik bagi Timnas Belgia maupun untuk sejarah Piala Dunia.

2. Menaklukkan Raksasa Brasil (2018)

Setelah membuat keajaiban di 16 besar, Belgia menjadi tim yang berhasil mencegah terjadinya keajaiban di perempat final. Mereka melakukannya menghadapi tim raksasa Amerika Selatan, Brasil yang merupakan favorit menang pada laga yang bergulir di Stadion Kazan Arena pada 6 Juni 2018 itu.

Brasil mencetak gol lewat pemain penggantinya, Renato Augusto. Masuk di menit ke-73 menggantikan Paulinho, Renato Augusto berhasil mencetak gol sekitar tiga menit kemudian setelah menanduk bola umpan Philippe Coutinho. Gol tersebut membuat Brasil mengubah skor dari 0-2 menjadi 1-2.

Selain keberuntungan, performa kiper Thibaut Courtois sepanjang laga berjalan salah satu kunci sukses Belgia membuat skor bertahan tetap 1-2. Thibaut Courtois berhasil meredam sejumlah peluang Brasil termasuk bola tembakan jarak jauh yang dilepaskan Neymar.

Menurut statistik sejumlah media, Thibaut Courtois melakukan 9 penyelamatan di laga tersebut. Aksinya menepis bola tembakan Neymar yang mengarah ke sisi kiri atas gawangnya di menit-menit terakhir pertandingan membuat skor tidak berubah, memastikan Belgia melangkah ke semifinal.

Selain Thibaut Courtois, gol kedua Belgia yang diciptakan Kevin De Bruyne di menit ke-31 juga menjadi momen ikonik. Kevin De Bruyne mencetak gol tersebut dengan melepaskan tembakan keras yang mendatar. Sementara gol pertama Belgia terjadi karena gol tendangan bebas yang mengenai pemain Brasil, Fernandinho di menit ke-13.

3. Membongkar Gawang Tim Howard (2014)

Laga 16 besar Piala Dunia 2014 antara Belgia vs Amerika Serikat di Stadion Itaipava, Bahia, ditandai dengan aksi-aksi penyelamatan mengesankan kiper Amerika Serikat, Tim Howard. Sepanjang 90 menit laga bergulir, Tim Howard melakukan total 16 penyelamatan yang mencegah terjadinya gol Belgia.

Namun demikian, pertandingan tersebut akhirnya menjadi milik Belgia dengan generasi emasnya. Kevin De Bruyne mencetak gol pertama Belgia di menit ke-93 setelah menerima umpan Romelu Lukaku. Ketengangan Kevin De Bruyne di jantung pertahanan meski mendapatkan pengawalan ketat berhasil melepaskan tembakan ke sisi kanan Tim Howard yang membuat Belgia unggul 1-0.

Gol kedua Belgia terjadi di menit ke-105. Kali ini giliran Kevin De Bruyne yang memberikan asis kepada Romelu Lukaku. Dengan sentuhan pertama, Romelu Lukaku menendang bola tersebut dengan keras dan tidak dapat dihentikan Tim Howard.

Amerika Serikat kemudian berhasil mencetak gol di menit ke-107 melalui Julian Green. Tapi, itu menjadi gol satu-satunya untuk Amerika Serikat. Belgia pun berhasil melangkah ke perempat final. Laga ini memperlihatkan kreativitas menjadi pemenang saat menghadapi tembok terakhir Amerika Serikat yang dijaga kiper legendaris Tim Howard.

4. Mengejutkan Juara Bertahan Argentina (1982)

Belgia menjadi tim yang menarik perhatian ketika menghadapi juara bertahan Argentina di Piala Dunia 1982 yang digelar di Spanyol. Pertandingan tersebut merupakan laga pembuka turnamen ini yang terjadi pada 13 Juni di Stadion Camp Nou.

Belgia asuhan pelatih Guy Thys mengejutkan setelah penyerang mereka, Erwin Vandenbergh mencetak gol di menit ke-62. Gol tersebut terjadi setelah umpan yang diberikan Frank Vercautreen dari sisi kiri lapangan. Bola mengarah ke jantung pertahanan Argentina.

Di sanalah, Erwin Vandenbergh menguasai bola tersebut. Yang menarik, Erwin Vandenbergh sempat memainkan bola di kakinya di depan kiper Argentina, Ubaldo Fillol, sebelum mencetak gol. Kemenangan ini menjadi kejutan karena Argentina saat itu datang sebagai juara bertahan sementara Belgia adalah tim yang tidak diunggulkan.

Belgia lolos dari putaran pertama dengan status juara grup di atas Argentina. Meski gagal di putaran kedua, momen itu menandai kebangkitan Kembali Belgia di Piala Dunia setelah absen di dua edisi Piala Dunia sebelumnya (1974 dan 1978).

5. Enzo Schifo, Bawa Belgia ke Semifinal (1986)

Sepak bola Belgia tidak akan pas tanpa menyinggung nama Enzo Scifo. Di Piala Dunia 1986 yang digelar di Meksiko pada masa emas legenda Argentina, Diego Maradona, Belgia memiliki pemain muda Bernama Enzo Scifo.

Enzo Scifo bagian dari skuad Belgia Piala Dunia 1986 yang menarik perhatian dengan pemain seperti Jan Ceulemans, Hugo Broos (kini pelatih Timnas Afrika Selatan), Erwin Vandenbergh, hingga bek Eric Gerets. Setan Merah menyingkirkan Uni Soviet dan Spanyol dalam pertandingan knockout yang dramatis.

Langkah Belgia hanya sampai semifinal di Piala Dunia 1986 ini setelah kalah 2-0 dari Argentina di mana dua gol Argentina saat itu diciptakan Diego Maradona. Itu kali pertama Belgia mencapai semifinal Piala Dunia dan Enzo Scifo kemudian dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Usianya saat itu masih 20 tahun.