Estadio Guadalajara akan menggelar empat pertandingan fase peyisihan grup di Piala Dunia 2026. Foto: TVRI/Grafis/Jovi Arnanda
TVRINews - Guadalajara, Meksiko
Kemegahannya siap memukau dunia saat menggelar empat laga krusial, termasuk penampilan emosional Tim Nasional Meksiko.
Meksiko tidak main-main dalam bersolek demi menyambut hajatan akbar Piala Dunia 2026. Bersama Amerika Serikat dan Kanada, negara yang dipimpin Claudia Sheinbaum tersebut siap mengukir sejarah baru melalui turnamen berformat 48 tim.
Sebanyak 16 stadion telah dipoles demi memanjakan miliaran pasang mata di seluruh penjuru bumi. Di antara belasan kemegahan itu, tiga stadion di Meksiko siap menjadi saksi bisu bagi panggung para pemimpi.
Dunia mungkin sudah lama terpukau oleh keangkeran Estadio Azteca yang legendaris di ibu kota Mexico City. Publik juga kerap berdecak kagum kala memandang kemewahan Estadio BBVA yang berdiri kokoh di Monterrey.
Namun, kini perhatian dunia mulai terbagi dan tertuju pada sebuah mahakarya arsitektur modern di wilayah barat. Itulah Estadio Akron atau Estadio Guadalajara, sebuah permata hijau yang terletak di kawasan Zapopan, Jalisco.
Bagi masyarakat lokal, bangunan megah ini bukan sekadar tumpukan beton dan anyaman besi tanpa jiwa. Sejak resmi dibuka pada 2010, stadion ini telah menjelma menjadi simbol modern sepak bola negara tersebut.
Mari sejenak memutar jarum jam untuk menengok rekam jejak historis dari proses berdirinya stadion ini. Kisah tersebut bermula dari ambisi besar seorang pengusaha bernama Jorge Vergara.
Sang taipan yang juga pemilik klub legendaris C.D. Guadalajara merasa timnya butuh rumah baru yang mandiri. Ia ingin memindahkan klub dari Estadio Jalisco yang mulai menua menuju sebuah arena masa depan.
Impian besar itu mulai diwujudkan saat proses peletakan batu pertama dilakukan pada 2004. Dua perancang ternama asal Prancis, Jean-Marie Massaud dan Daniel Pouzet, ditunjuk untuk merajut cetak biru bangunan.
Proses konstruksi berjalan dinamis demi mewujudkan konsep stadion ramah lingkungan yang menyatu dengan alam sekitar. Setelah menelan biaya ratusan juta dolar, mahakarya ini akhirnya diresmikan pada 30 Juli 2010.
Laga persahabatan antara Chivas Guadalajara melawan Manchester United menjadi penanda awal dari denyut nadi Estadio Guadalajara. Sejak malam bersejarah itu, magis demi magis mulai tercipta di atas hamparan rumput hijaunya.
Jika dipandang dari kejauhan, keunikan struktur bangunan ini langsung menyihir mata siapa pun yang memandang. Desain eksteriornya menyerupai sebuah gunung berapi megah yang diselimuti oleh karpet rerumputan hijau alami.
Sementara itu, struktur atap berwarna putih yang melengkung tampak anggun bagaikan gumpalan awan di atas kawah. Perpaduan harmonis antara lanskap alam dan teknologi ini yang membuatnya begitu ikonik di mata dunia.
Stadion berkapasitas sekitar 49.850 penonton ini merupakan rumah yang penuh berkah bagi C.D. Guadalajara. Di atas lapangan ini, tim sepak bola mereka sukses merayakan gelar ganda yang bersejarah pada turnamen Clausura 2017.
Setahun berselang, gemuruh kebahagiaan kembali pecah kala mereka merengkuh trofi Liga Champions Concacaf 2018. Dominasi itu kian sempurna setelah tim putri mereka turut menyumbang dua gelar bergengsi pada 2017 dan 2022.
Kini, menjelang pergelaran Piala Dunia 2026, Estadio Guadalajara kembali bersolek demi mencapai standar tertinggi FIFA. Mulai dari sistem pencahayaan LED generasi terbaru hingga area hospitality mewah telah dipersiapkan dengan matang.
Aksesibilitas transportasi menuju Zapopan pun terus ditingkatkan demi kenyamanan suporter dari berbagai belahan dunia. Pemerintah lokal ingin memastikan bahwa setiap tamu akan membawa pulang kenangan yang tak terlupakan.
Estadio Guadalajara mendapatkan kehormatan besar untuk menggelar empat pertandingan penting di fase grup. Stadion ini dipercaya menjadi panggung laga bagi persaingan sengit di Grup A, Grup H, dan Grup K.
Atmosfer magis stadion ini dipastikan membara kala Korea Selatan menantang kekuatan Republik Ceko. Partai pembuka di Zapopan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026.
Kemudian laga akan berlanjut melalui pertarungan sengit di tempat tersebut. Estadio Guadalajara melangsungkan duel antara Kolombia melawan Republik Demokratik Kongo.
Sebagai laga pamungkas di stadion ini, akan tersaji yang mempertemukan dua negara besar. Raksasa Amerika Selatan, Uruguai, siap bertempur habis-habisan melawan kekuatan utama Eropa, Spanyol.
Namun, dari semua jadwal pertandingan tersebut, ada satu laga yang paling dinantikan oleh publik tuan rumah. Tim Nasional Meksiko, akan memainkan satu laga penyisihan grup mereka di sini.
Skuad El Tri dijadwalkan bersua Korea Selatan pada 18 Juni 2026. Pertandingan tersebut diprediksi menyedot animo penonton karena masyarakat Jalisco yang terkenal memiliki fanatisme sepak bola tinggi.
Estadio Guadalajara
Mulai dibangun: Februari 2004
Dibuka: 30 Juli 2010
Kapasitas: 49.850
Permukaan lapangan: Rumput alami
Arsitek: Populous Holdings, Inc.
Pemilik: Amaury Vergara
Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026 di Estadio Guadalajara:
1. 12/06/2026 09:00 WIB: Korea Selatan vs Republik Ceko (Grup A)
2. 19/06/2026 08:00 WIB: Meksiko vs Korea Selatan (Grup A)
3. 24/06/2026 09:00 WIB: Kolombia vs RD Kongo (Grup K)
4. 27/06/2026 07:00 WIB: Uruguai vs Spanyol (Grup H)