Bintang Timnas Argentina, Angel Di Maria, pemain penting saat Tim Tango juara Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024. Foto: Grafis: Mohamad Yusuf
TVRINews – Rosario, Argentina
Angel Di Maria tetap pada keputusannya saat disinggung soal turun atau tidaknya ia di Piala Dunia 2026.
Angel Di Maria sekali lagi menjadi pahlawan klubnya, Club Atletico Rosario Central, lewat satu golnya untuk mengantar timnya menang 2-0 di kandang CA Newell's Old Boys dalam derbi sekaligus laga pekan kedelapan Torneo Apertura Liga Argentina, Minggu (1/3/2026) lalu.
Terlepas dari kualitas Di Maria yang mampu dijaganya, fakta bila dirinya adalah salah satu bintang tim nasional sepak bola Argentina saat ini memang tidak terbantahkan.
Kendati begitu, penyerang sayap kanan berusia 38 tahun itu tetap pada keputusan yang sudah ia buat, tidak akan kembali memperkuat timnas Argentina untuk Piala Dunia 2026 yang akan dimulai 11 Juni dengan tuan rumah Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.
“Anda bisa selalu kembali. Anda boleh saja selalu balik (ke timnas) karena memang itu realitasnya. Tetapi ini semua bukan itu,” ujar mantan pemain SL Benfica, Real Madrid CF, Paris Saint-Germain (PSG), dan Manchester United itu.
Di Maria menambahkan, ia mengatakannya saat itu karena itulah yang ia rasakan dan itulah kenyataannya. Menurutnya, ada generasi pemain yang sangat bagus yang sedang muncul.
“Itu juga terjadi pada saya dahulu. Ketika pertandingan-pertandingan penting ini datang, seperti Piala Dunia atau Copa America, Anda membutuhkan waktu bermain untuk merasa nyaman,” katanya.
“Ketika Anda berada di sana, terkadang Anda mengambil kesempatan dari mereka yang datang di belakang, dan itu rasanya tidak menyenangkan.”
Dalam wawancara dalam program Todo Pasa di radio Urbana Play, El Fideo—julukan Di Maria—menekankan bila mampu membela tim nasional adalah hal terindah dalam kariernya.
Namun ia juga menegaskan tidak berpikir untuk kembali ke timnas Argentina yang masih di bawah arahan pelatih Lionel Scaloni. “Saya tetap pada keputusan itu dan masih sama, haha,” katanya seraya tertawa.
Di Maria juga menjelaskan bahwa ia sempat berpikir untuk mundur setelah kemenangan bersejarah pada Piala Dunia di Qatar tahun 2022. Karena rekan-rekan setim meyakinkannya untuk terus, ia pun akhirnya baru mengucapkan selamat tinggal saat Copa America di Amerika Serikat 2024.
“Sejujurnya, saya tidak mau pergi karena memenangi Copa America. Saya sebelumnya akan pergi setelah Piala Dunia (2022) karena merasa telah menyelesaikan sebuah siklus. Namun kemudian rekan-rekan mulai berkata ‘tidak, tidak, tidak’, meskipun saya sebenarnya juga tidak begitu yakin,” katanya.
El Fideo kembali ke Rosario Central—klub masa mudanya sebelum ditarik Benfica pada 2007—pada tahun 2025 dan kini menjadi salah satu figur penting dalam liga sepak bola Argentina.
“Satu kebahagian yang luar biasa bisa pulang kembali ke kota saya bersama keluarga dan bisa bertemu teman-teman, dengan segudang pengalaman (bermain di Eropa). Ini sesuatu yang unik,” ucap Di Maria.
“Saya tak pernah mengira di usia yang sudah 38 tahun masih bisa seperti sekarang, jujur. Senang bisa menjaga kondisi tubuh, melakukan semuanya sebelum dan setelah latihan, selalu memperhatikan segalanya.”
Angel Di Maria adalah salah satu pemain terpenting dalam sejarah tim nasional Argentina karena mampu mencetak gol di empat final: Olimpiade Beijing 2008, Copa America Brasil 2021, Finalissima 2022, dan Piala Dunia Qatar 2022.
Setelah memenangi segalanya bersama La Albiceleste, ia mengucapkan selamat tinggal dengan gelar kontinental di Amerika Serikat 2024.
Pun begitu, pada tahun 2025 ia kembali ke Rosario Central. Saat ini ia adalah pembawa bendera utama tim dan Copa Libertadores tampak sebagai tantangan besar berikutnya bagi Di Maria.