TVRINews - Jeddah, Arab Saudi

Fabinho berfokus masuk skuad Brasil ke Piala Dunia 2026. Salah satu jalannya adalah dengan membawa Al-Ittihad lolos ke Liga Champion Asia.

Fabinho memelihara harapan bisa kembali tampil di Piala Dunia pada musim panas mendatang. Dua pemanggilan terakhir mempertebal asanya, tapi ia masih mengincar finis bagus untuk klubnya, Al-Ittihad.

Seperti pemain Brasil lainnya, Fabinho mendambakan dirinya memperkuat Selecao Brasileiro di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Pemain berusia 32 tahun itu menilai bahwa kesempatannya cukup terbuka walau sempat absen cukup lama dari timnas yang juga berjulukan Canarinha.

Sang jangkar melakoni debut berseragam Brasil pada 2015. Fabinho masuk skuad Selecao untuk Copa America tahun itu, diikuti edisi 2016 dan 2021. Empat tahun lalu, eks pemain Liverpool ini membuat satu penampilan di Piala Dunia 2022.

Selanjutnya, ia sering menghuni bangku cadangan. Setelah tidak masuk radar pelatih sekitar dua tahun, Fabinho mendapat panggilan pada akhir 2025.

"Well, perasaan nyata mengenakan kostum Brasil untuk pertama kali adalah di ajang U-20 di Afrika Selatan. Perasaan yang luar biasa. Tak percaya rasanya memakai seragam itu. Debut di tim senior juga sangat istimewa, bahkan lebih karena bermain di Sao Paulo, dekat rumah saya," ucap Fabinho dikutip dari MSN.

Sang gelandang berkisah beberapa kerabatnya menonton debutnya saat Brasil beruji coba dengan Meksiko sebelum Copa America. "Saya bermain 45 menit dan merasa tampil cukup baik," tutur Fab.

Meski debutnya sudah lebih dari sedekade lalu, Fabinho baru 30 kali tampil untuk Brasil. Angka itu disebut terlalu sedikit untuk talenta seperti Fabinho.

"Di setiap kesempatan bermain, saya rasa sudah bermain dengan baik. Maka, saya baik-baik saja karena saya selalu melakukan segalanya saat kesempatan tiba," lanjutnya.

Pemanggilan kembali Fabinho tahun lalu adalah untuk laga persahabatan menghadapi Senegal dan Tunisia. Fabinho masuk sebagai pengganti di laga kontra Tunisia. Carlo Ancelotti kembali memasukkan nama pemain kelahiran Campinas itu untuk uji coba kontra Prancis dan Kroasia.

"Istimewa rasanya kembali ke timnas. Sejak pergi ke Arab Saudi, itu merupakan salah satu sasaran saya. Saya tahu masih bisa masuk skuad dan menjadi pemain kunci. Jadi, yang saya inginkan adalah mendapatkan kesempatan berlatih, melakukan tugas, dan menunjukkan bahwa saya tampil baik.

"Untuk kans saya ke Piala Dunia musim panas ini, saya pikir saya berpeluang masuk skuad. Mengapa tidak? Saya akan terus bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan itu," ucapnya. "Secara fisik, saya merasa sangat baik, bahkan lebih baik daripada sebelum-sebelumnya."


Target Liga Champion Asia

Sebelum impiannya tampil di Piala Dunia 2026 terwujud, Fabinho menyasar finis kuat di Liga Arab Saudi bersama Al-Ittihad. Finis itu hanya peringkat kelima, tapi cukup untuk mengantar klub dari Jeddah itu ke Liga Champion Asia seiring keputusan terakhir AFC.

Dengan lima laga tersisa, Al-Ittihad berada di peringkat keenam. Kesempatan naik peringkat terbuka saat bertamu ke kandang tim peringkat 5, Al-Taawoun. 

Meski terbilang menurun dari dua gelar musim lalu, Fabinho mendapatkan berkah tersendiri. Ia kini menggenggam tanggung jawab sebagai kapten setelah Karim Benzema hengkang. Pemain bernama lengkap Fabio Henrique Tavares itu memimpin dengan contoh, tampil di 26 dari 28 laga liga. Waktu bermainnya 2,282 menit, hanya kalah dari Danilo Pereira. Carlo Ancelotti menilai tinggi peran Fabinho tersebut.

"Bicara sedikit tentang klub, perbedaan antara tahun pertama dan sekarang signifikan dalam hal organisasi dan profesionalisme. Saat ini, kedatangan direktur dan orang-orang yang peduli telah meningkatkan klub ini. Kini lebih profesional. Kami hanya harus lebih khawatir terhadap penampilan di lapangan.

"Secara keseluruhan, kemajuannya besar. Tahun lalu sangat bagus, kami menjuarai liga dan Piala Raja. Kami memainkan sepak bola yang sangat baik," tutur Fabinho.

Peran Fabinho pada gelar ganda 2024-2025 itu sangat besar. Gelandang bertahan yang bisa dimainkan di posisi bek tengah ini menjadi starter di 32 dari 24 laga Liga Saudi dan selalu tampil di King's Cup termasuk mencetak gol di semifinal kontra Al-Shabab.

Meski timnya hanya finis di peringkat kelima Liga Saudi, Fabinho akan lebih optimistis masuk skuad Brasil.