Andrea Pirlo, legenda Italia, akan melatih Gli Azzurri dalam empat tahun ke depan. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Roma, Italia
Andrea Pirlo akan mengemban tugas berat membangun kembali daya saing Timnas Italia, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap Gli Azzurri.
Andrea Pirlo dilaporkan selangkah lagi resmi menjadi pelatih baru Timnas Italia. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) disebut telah mencapai kesepakatan dengan mantan gelandang legendaris Gli Azzurri tersebut untuk menandatangani kontrak berdurasi empat tahun.
Laporan Harian La Repubblica dikutip Minggu (26/7/2026) menyebutkan bahwa Pirlo akan menjadi sosok yang dipercaya memimpin proses kebangkitan Italia setelah tim nasional itu kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun (2018, 2022, 2026).
Saat ini, Pirlo masih berstatus sebagai pelatih Dubai United, klub yang berlaga di UAE First Division League. Namun, kesepakatan dengan FIGC diyakini akan membawanya kembali ke sepak bola Italia dalam peran yang jauh lebih besar.
Andrea Pirlo bukan nama asing bagi publik Italia. Sebagai pemain, ia dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Bersama timnas Italia, ia menjadi bagian penting skuad yang menjuarai Piala Dunia 2006 di Jerman. Di level klub, ia menikmati karier gemilang bersama Inter Milan, AC Milan, dan Juventus, dengan berbagai gelar domestik maupun Eropa.
Karier kepelatihannya memang belum sepanjang masa bermainnya. Pirlo pernah menangani Juventus pada musim 2020-2021 dan berhasil mempersembahkan dua trofi, yakni Coppa Italia dan Piala Super Italia. Meski hanya bertahan semusim, pengalaman tersebut menjadi modal penting sebelum kini dipercaya menangani tim nasional.
Guardiola dan Ancelotti Tolak Tawaran Italia

Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola.
Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
Kesepakatan dengan Andrea Pirlo muncul hanya beberapa jam setelah Pep Guardiola menolak pendekatan dari FIGC untuk menjadi pelatih Italia.
Guardiola dikabarkan sempat berdiskusi mengenai kemungkinan menangani Gli Azzurri. Bahkan, Presiden FIGC, Giovanni Malago, siap memberikan fleksibilitas finansial demi merekrut pelatih asal Spanyol itu.
Namun, Guardiola akhirnya memutuskan tidak menerima tawaran tersebut. Pelatih berusia 55 tahun itu baru saja mengakhiri masa baktinya bersama Manchester City pada akhir musim lalu setelah mencatatkan era paling sukses dalam sejarah klub.
Selama satu dekade di Etihad Stadium, Guardiola mempersembahkan enam gelar Liga Inggris, termasuk empat gelar beruntun yang belum pernah terjadi sebelumnya, tiga Piala FA, lima Piala Liga Inggris, serta satu trofi Liga Champions.
Sebelum melatih City, Guardiola juga meraih kesuksesan luar biasa bersama Barcelona dengan dua gelar Liga Champions dan tiga trofi LaLiga. Ia kemudian melanjutkan dominasinya di Bayern Muenchen dengan meraih tiga gelar Bundesliga secara beruntun.
Selain Guardiola, FIGC juga sempat menjajaki kemungkinan merekrut pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga perhatian kini beralih kepada Pirlo.
Misi Berat Kembalikan Kejayaan Italia
Italia tengah menghadapi salah satu periode tersulit dalam sejarah sepak bolanya. Setelah empat kali menjadi juara Piala Dunia, Gli Azzurri justru gagal tampil di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Kondisi tersebut memicu evaluasi besar-besaran terhadap sistem pembinaan pemain muda dan pengembangan talenta di negara yang menjadikan sepak bola sebagai bagian penting dari identitas nasional.
Andrea Pirlo nantinya akan menggantikan Gennaro Gattuso yang mengundurkan diri pada April lalu. Jika penunjukan ini resmi diumumkan, mantan maestro lini tengah tersebut akan mengemban tugas besar untuk membangun kembali daya saing Italia, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap tim nasional.
Bagi FIGC, penunjukan Pirlo bukan sekadar pergantian pelatih. Langkah ini dipandang sebagai awal dari proyek jangka panjang untuk mereformasi sepak bola Italia, mulai dari pembinaan usia muda hingga menciptakan kembali generasi pemain yang mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Lewat pengalaman sebagai juara Piala Dunia dan sosok yang dihormati di sepak bola internasional, Pirlo diharapkan mampu menjadi wajah baru kebangkitan Gli Azzurri di masa depan.