Final Piala Dunia 2006 menampilkan Italia dan Prancis di final. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Berlin, Jerman
Final Piala Dunia 2006 ditandai dengan gol yang diciptakan Zinedine Zidane dan Marco Materazzi dan insiden tandukan.
Stadion OLympic menjadi saksi final Piala Dunia 2006. Laga Italia vs Prancis di Kota Berlin, Jerman, yang berakhir dengan kemenangan Gli Azzurri dalam adu penalti, 5-3, menjadi trofi Piala Dunia keempat dalam sejarah Timnas Italia, sekaligus yang terakhir.
Setelah itu, Italia tidak pernah meraih gelar Piala Dunia lagi. Bahkan, nasib Italia di Piala Dunia 2026 masih samar antara apakah mereka bisa lolos ke Piala Dunia atau untuk kali ketiga secara beruntun Italia akan kembali absen dari panggung terbesar turnamen sepak bola dunia ini.
Hingga kini, final Piala Dunia 2006 masih menjadi kenangan indah bagi publik sepak bola Italia, kenangan 20 tahun lalu yang juga ditandai dengan peristiwa tandukan Zinedine Zidane kepada Marco Materazzi. Banyak yang menilai, peristiwa tersebut sebagai "dosa" Italia yang membuat mereka selalu gagal melangkah ke Piala Dunia.
Benar atau tidak, yang pasti final Piala Dunia 2006 menjadi salah satu final dramatis dan menarik, serta kontroversial dalam sejarah turnamen ini. Baik Zinedine Zidane dan Marco Materazzi bahkan sudah menjadi magnet di final yang dipimpin oleh wasit asal Argentina, Horacio Elizondo sebelum insiden tandukan itu terjadi.
"Saya hanya melihat Marco Materazzi sudah terbaring, sekitar 30 atau 40 meter dari tempat saya berdiri, jadi saya menghentikan pertandingan. Lalu saya berkata kepada diri saya, 'oh, apa yang telah terjadi?'"
Menurut Horacio Elizondo yang menceritakan kepada Marca, dia kemudian bertanya kepada asistennya. Namun, sejumlah asistennya juga tidak melihat apapun. "Ketika saya masih berpikir, malaikat pelindung saya yaitu Luis Medina Cantelejo, wasit keempat di final ini, yang memberi tahu apa yang telah terjadi," katanya lagi.
Hingga akhirnya, dia menghampiri Zinedine Zidane dan langsung memberikan kartu merah kepada playmaker Timnas Prancis tersebut pada menit ke-110. Di perpanjangan waktu sejak saat itu (extra time), kedudukan tetap 1-1 hingga kemudian dilanjutkan dengan adu penalti.
Italia memenangkan adu penalti ini. Lima eksekutor mereka yaitu Andrea Pirlo, Marco Materazzi, Daniele De Rossi, Alessandro Del Piero, dan Fabio Grosso berhasil mencetak gol ke gawang Fabien Barhez dalam adu penalti tersebut.
Sedangkan dari Prancis, Sylvian Wiltord, Eric Abidal, dan Willy Sagnol yang berhasil sedangkan David Trezeguet gagal. Bola tembakan penyerang asal Prancis ini membentur mistar gawang Italia yang dikawal Gianluigi Buffon, memantul ke bawah namun tidak melewati garis gawang. Italia pun juara Piala Dunia 2006.
Panenka Zidane dan Tandukan Materazzi
Kedua pemain ini sudah menjadi perhatian di waktu normal. Zinedine Zidane berhasil membawa Prancis unggul ketika laga baru berjalan tujuh menit lewat penalti yang dia ciptakan.
Wasit Horacio Elizondo memberikan hadiah penalti kepada Prancis asuhan Raymond Domenech setelah gelandang Les Bleus, Florent Malouda mendapatkan pelanggaran dari Marco Materazzi. Zinedine Zidane tampil sebagai eksekutor dan berhasil membuat Prancis unggul 1-0.
Yang menarik, Zinedine Zidane melepaskan tembakan penalti ini dengan gaya Panenka, menendang dengan efek yang membuat bola melambung, sempat membentur mistar lalu memantul jatuh melewati garis gawang Italia.
Gianluigi Buffon sempat merasa ada peluang bahwa itu bukan gol namun pada akhirnya dia dan pemain Italia harus mengakui bahwa itu gol yang sah. Pada saat itu pula, Zinedine Zidane sudah merayakan gol tersebut.
Italia kemudian berhasil menyamakan kedudukan. Berawal dari tendangan sudut Andrea Pirlo, Marco Materazzi melompat berduel dengan Patrick Vieira. Marco Materazzi yang berada di belakangnya berhasil menjangkau bola tersebut dengan tandukan dan membuat Italia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-19.
Hingga waktu normal berakhir, kedudukan tetap 1-1. Lalu peristiwa tandukan Zidane kepada Materazzi pun terjadi di perpanjangan waktu. ketika keduanya berjalan kembali ke posisi masing-masing di menit, keduanya terlihat saling berkata satu sama lain.
Zinedine Zidane yang sudah melewati Marco Materazzi tiba-tiba berbalik, menghampiri bek Italia tersebut dan menanduknya di dada yang membuat Marco Materazzi terjatuh. Banyak yang kemudian bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi, setelah laga itu berakhir.
Zinedine Zidane sendiri menyatakan permintaan maaf kepada fans Prancis. Namun, dia menyatakan tidak akan pernah memaafkan Marco Materazzi atas apa yang telah dikatakannya. Kata-kata Marco Materazzi masih menjadi misteri saat itu, hingga kemudian muncul pemberitaan bahwa Marco Materazzi saat itu melontarkan penghinaan kepada saudari Zidane.
Konon, Zinedine Zidane menyatakan "Jika ingin kaus saya, akan saya berikan nanti." Lalu, Marco Materazzi menjawabnya dengan "Bagaimana kalau saudari kamu saja?" Namun demikian, diyakini bahwa apa yang disampaikan Marco Materazzi lebih daripada itu sehingga membuat Zinedine Zidane tersulut lalu menanduk Marco Materazzi.
Meski gagal membawa Prancis juara dan mendapatkan kartu merah, Zinedine Zidane justru mendapatkan Golden Ball atau Pemain Terbaik Piala Dunia 2006. Dia juga menjadi pemain keempat dalam sejarah yang mampu mencetak gol di dua final berbeda (1998 dan 2006).
Sementara itu, Italia juara Piala Dunia 2006 ini sebagai tim dengan pertahanan yang solid. Tim asuhan Marcello Lippi hanya kemasukan dua gol sepanjang turnamen ini bergulir. Pertama adalah gol bunuh diri saat lawan Amerika Serikat dan kedua kemasukan gol dari penalti Zidane.
Generasi Terbaik Italia dan Prancis
Italia berhasil ke final dan tampil sebagai juara dengan tim yang terdiri dari pemain dengan kemampuan terbaik dalam kariernya. Gli Azzurri memiliki generasi pemain yang saat itu menjadi bintang di sepak bola dunia. Menggunakan pola 4-4-1-1 dengan Francesco Totti bermain sebagai second striker di belakang Luca Toni
Andrea Pirlo sebagai gelandang yang mengatur irama permainan dan didampingi gelandang bertahan Gennaro Gattuso. Mauro Camoranesi di sayap kanan dan Simone Perrotta di sayap kiri. Sedangkan Fabio Cannavaro dan Marco Materazzi berpasangan di jantung pertahanan. Gianluca Zambrotta sebagai bek kanan dan Fabio Grosso sebagai bek kiri.
Alessandro Del Piero, Vincenzo Montella, dan Daniele De Rossi masuk sebagai pemain cadangan. Di Timnas Prancis, Zinedine Zidane sebagai playmaker dengan dua pemain sayap agresif, Franck Ribery dan Florent Malouda.
Ketiganya menjadi pemain kreatif di belakang Thierry Henry. Pelatih Raymond Domenech menempatkan dua gelandang bertahan yaitu Patrick Vieira dan Claude Makelele di depan pertahanan.
Lilian Thuram dan William Gallas sebagai duet bek tengah dengan Eric Abidal di kiri dan Willy Sagnol di kanan menjadi pagar bagi gawang yang dijaga Fabien Barthez. Sylvain Wiltord, Alou Diarra, dan David Trezeguet masuk sebagai pemain cadangan bagi Les Bleus.