Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Roma, Italia
Seminggu sebelum semifinal play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irlandia Utara, Presiden FIGC menyuarakan protes dan berbicara tentang kondisi pemain Italia yang cedera.
Antisipasi semakin meningkat menjelang babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 yang menanti tim nasional sepak bola Italia asuhan pelatih Gennario Gattuso.
Setelah hanya finis kedua di bawah Norwegia di grup kualifikasi, Gli Azzurri terpaksa harus menjalani play-off untuk lolos ke turnamen sepak bola terbesar sejagat yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni nanti.
Namun sebelum ke Piala Dunia 2026, Italia harus lebih dulu menaklukkan Irlandia Utara di laga semifinal play-off pada 26 Maret di Bergamo, serta menyingkirkan salah satu dari Wales atau Bosnia dan Herzegovina di partai final pada 31 Maret.
Menjelang pertandingan melawan Irlandia Utara di Bergamo, Italia, pada Kamis pekan depan, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina meminta semua pihak berusaha keras meloloskan Gli Azzurri ke Piala Dunia setelah absen pada 2018 dan 2022.
“Semua perlu tahu bahwa negara harus ikut mendorong dan membawa anak-anak ini ke Amerika, bahkan jika harus berenang sekalipun,” kata Gravina usai acara Dewan Federal FIGC di Roma, Italia, Kamis (19/3/2026).
“Pada tahun 2021, saya mendefinisikan tim ini sebagai skuad biasa yang bisa menjadi istimewa jika kita semua bersama-sama menyadari betapa penting dan berharganya jersei biru ini. Jauh dari niat saya untuk meremehkan para pemain ini, yang secara kemanusiaan sangat luar biasa. Tetapi, dibandingkan dengan kapal perang yang kami hadapi, kami adalah tim biasa.
“Kami menjadi sangat kuat dan istimewa karena dorongan dari ‘angin biru’ pada bulan-bulan itu memungkinkan kami mencapai hasil yang luar biasa (memenangi Euro 2020).”
Kembali menyoal pertandingan Kamis depan melawan Irlandia Utara, Gravina menambahkan jika dirinya optimistis terkait peluang Italia.
“Tetapi saya juga memiliki hati. Saya tegang, emosional, dan emosi memotivasi saya. Anda tidak bisa acuh tak acuh. Saya akan bergabung dengan tim sejak hari pertama dan akan bersama mereka selamanya,” tuturnya. “Saya sama sekali tidak memiliki rasa tidak percaya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola Italia, tiket terjual habis di Bergamo setelah satu jam.”
Saat disinggung soal kondisi Sandro Tonali, gelandang Italia yang cedera pada leg kedua babak 16 besar Liga Champion di kandang FC Barcelona bersama Newcastle United (Newcastle kalah telak 2-7), Gravina memberikan informasi signifikan.
“Saya sudah berbicara dengannya melalui telepon bersama pelatih dan dokter kami. Dia lebih tenang daripada saat meninggalkan lapangan. Ada sedikit kekhawatiran tetapi tingkatnya sedang,” kata Gravina.
“Tes hari ini telah memberi kami kepastian, dia perlu pulih dan kami akan melakukannya dengan semua cara yang kami miliki. Hari ini semua akan melihat bagaimana perkembangannya.”
Italia dan Newcastle United Bisa Lega Lihat Kondisi Sandro Tonali
Sejumlah laporan di Italia mengklaim bahwa tes medis yang dijalani Sandro Tonali hari ini telah menyingkirkan kemungkinan cedera otot, sehingga bintang Gli Azzurri itu akan tersedia untuk semifinal play-off Piala Dunia pada pekan depan melawan Irlandia Utara.
Hasil pemeriksaan dengan pencitraan resonansi magnetik alias MRI (Magnetic Resonance Imaging) pada Kamis kemarin menunjukkan tidak adanya cedera otot pada kaki kiri yang dialaminya. Alhasil, Tonali akan siap memperkuat Italia melawan Irlandia Utara nanti.
Sebelum pemeriksaan MRI, Tonali dikabarkan mengalami cedera kaki kiri akibat benturan keras dengan pemain Barcelona yang saat itu akan menyerang. Kondisi ini jelas membuat timnas Italia khawatir tidak bisa diperkuat mantan gelandang AC Milan itu.
Selain hasil positif dari tes kemarin, Tonali tidak lagi merasakan sakit di paha kirinya. Tetapi ia mungkin saja absen dalam pertandingan Liga Primer mendatang melawan Sunderland AFC pada minggu (22/3/2026) demi pemulihan agar bisa kembali berlatih bersama timnas Italia pada pekan depan.