Gelandang Korea Selatan, Lee Dong-kyung. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Seoul, Korea Selatan
Dong-kyung siap membuktikan pemain dari K-League mampu bersaing dengan bintang-bintang Eropa.
Langkah kaki Lee Dong-kyung terdengar mantap di koridor Bandara Internasional Incheon pada Senin (18/5/2026). Gelandang serang andalan Ulsan HD tersebut tak gugup sama sekali dengan kilatan lampu kamera jurnalis lokal yang membidiknya.
Rombongan pertama tim nasional Korea Selatan resmi bertolak menuju Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Di bawah komando pelatih Hong Myung-bo, skuad Taegeuk Warriors membawa misi besar untuk melangkah ke babak 16 besar atau bahkan lebih jauh lagi di Piala Dunia 2026.
Sebanyak 12 pemain, termasuk staf kepelatihan dan personel pendukung, masuk dalam daftar rombongan awal yang terbang lebih dahulu untuk menjalani pemusatan latihan. Di antara deretan nama tersebut, terselip nama Dong-kyung yang sukses memenangkan pergulatan batin terdalamnya.
Perjalanan ini terasa sangat emosional bagi pemain berusia 28 tahun tersebut karena mengenakan seragam tim nasional di turnamen akbar adalah puncak dari segala peluh yang diteteskannya sepanjang musim ini. Baginya, tiket penerbangan ke Amerika Utara bukan sekadar kertas, melainkan perwujudan dari sebuah obsesi masa kecil.
"Piala Dunia telah menjadi impian terbesar saya sejak pertama kali saya mengikat tali sepatu bola," kata Dong-kyung sesaat sebelum menaiki pesawat dikutip dari Chosun.
"Saya akan mempersiapkan diri dengan sangat baik demi membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Korea Selatan," Dong-kyung melanjutkan.
Namun, jalan menuju ajang sepak bola tertinggi antarnegara tersebut tidak pernah mulus bagi penyandang gelar pemain terbaik atau MVP K-League tersebut. Meskipun memiliki reputasi mentereng di kompetisi domestik, performanya sempat menukik tajam pada awal tahun ini.
Pukulan telak menghantamnya pada Maret lalu ketika namanya dicoret dari skuad pertandingan internasional oleh tim pelatih. Kenyataan pahit itu sempat mengguncang mental Dong-kyung karena merasa kerja kerasnya selama ini menguap begitu saja.
Padahal, demi fokus menembus skuad Piala Dunia 2026, Dong-kyung sampai rela mengambil keputusan besar dalam kariernya. Ia memilih mengubur ambisinya untuk merantau ke kompetisi Eropa dan bertahan di dalam negeri agar selalu terpantau oleh staf kepelatihan Korea Selatan.
Jerih payahnya akhirnya berbuah manis saat memasuki bulan ini ketika performanya di atas lapangan kembali meledak. Konsistensinya mencetak gol dan asis untuk Ulsan HD membuat pelatih Hong Myung-bo tidak memiliki alasan lagi untuk mengabaikan bakat besarnya.
Sebelum namanya resmi diumumkan masuk ke skuad, Dong-kyung mengaku sempat didera kecemasan yang luar biasa setiap malam. Sambil tertawa kecil di depan awak media, ia mengenang bagaimana dirinya kesulitan memejamkan mata akibat menunggu keputusan final tersebut.
"Saya tidur dengan sangat nyenyak setelah pengumuman itu keluar," ujar Lee Dong-kyung sembari melempar candaan yang memancing tawa di bandara.
Sebuah cerita unik sekaligus ironis juga sempat mewarnai hari-hari terakhirnya di Korea Selatan sebelum bertolak ke Negeri Paman Sam. Tepat sehari sebelum keberangkatan, Ulsan HD dipaksa menyerah dengan skor 0-2 saat berhadapan dengan Gangwon FC.
Di kubu lawan, ada sosok Lee Gi-hyuk, rekan setimnya di tim nasional yang juga masuk dalam rombongan terbang. Alih-alih meratapi kekalahan timnya, Dong-kyung justru menunjukkan jiwa sportivitas yang sangat tinggi sebagai seorang sahabat.
"Saya langsung memberikan ucapan selamat kepada Lee Gi-hyuk terlebih dahulu di atas lapangan kemarin," tuturnya.
Dong-kyung juga tidak memendam rasa canggung meskipun ada sedikit ganjalan karena tidak bisa memberikan kado perpisahan yang manis untuk para pendukung setia Ulsan. Baginya, keberhasilan rekan senegaranya tetap menjadi hal yang layak untuk dirayakan bersama.
"Saya mengucapkan selamat atas keberhasilannya menembus skuad tim nasional dan juga atas kemenangan timnya kemarin, walaupun saya sedikit kecewa kami tidak bisa menyudahi laga dengan kemenangan," ungkapnya.
Beruntung bagi Dong-kyung karena tumbuh di dalam lingkungan ruang ganti Ulsan yang dihuni oleh banyak pemain sarat pengalaman internasional. Sebelum melangkah ke bandara, ia sudah membekali diri dengan berbagai wejangan dari para pemain yang pernah merasakan atmosfer Piala Dunia sebelumnya.
Nama-nama beken seperti Kim Young-gwon dan Jung Seung-hyun menjadi mentor tempatnya mencurahkan segala rasa ingin tahu tentang kerasnya persaingan di level dunia. Diskusi mendalam di mes klub itu diakuinya sangat membantu dalam menebalkan mental bertandingnya.
"Para senior seperti Kim Young-gwon dan Jung Seung-hyun yang sudah pernah mencicipi atmosfer Piala Dunia memberikan banyak nasihat berharga kepada saya. Mereka memberi tahu saya secara mendetail mengenai apa saja yang harus saya antisipasi dan persiapkan selama berada di sana nanti," tuturnya.
Tantangan Dong-kyung di Piala Dunia 2026 dipastikan tidak mudah karena posisi gelandang serang Korea Selatan saat ini sesak oleh pemain yang merumput di benua Eropa. Namun, status sebagai satu-satunya wakil murni dari K-League di sektor tengah justru membakar motivasinya.
Dong-kyung bertekad membuktikan kualitas kompetisi Korea Selatan tidak boleh dipandang sebelah mata oleh tim-tim dunia. Mengandalkan kekuatan kaki kirinya, ia siap melepaskan tembakan-tembakan mematikan yang menjadi ciri khas permainannya selama ini.
"Saya sangat percaya diri dengan akurasi tembakan dan penyelesaian akhir saya di dalam area penyerangan. Saya ingin membuktikan kepada dunia bahwa para pemain yang berkompetisi di K-League juga memiliki kualitas yang sangat kompetitif," katanya.