TVRINews - Kinshasa, Republik Demokratik Kongo

Seluruh biaya perjalanan Lumumba ke Piala Dunia 2026 ditanggung pemerintah RD Kongo, termasuk tiket pesawat, akomodasi, konsumsi, hingga tiket pertandingan.

Pemerintah Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) membuat keputusan emosional menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, 11 Juni-19 Juli 2026. 

Suporter fanatik mereka yang viral, Michel Nkuka Mboladinga atau yang lebih dikenal dengan nama “Lumumba”, dipastikan akan ikut bersama delegasi resmi tim nasional ke ajang Piala Dunia 2026 setelah mendapat persetujuan langsung dari Presiden RD Kongo, Felix Antoine Tshisekedi Tshilombo.

Keputusan tersebut diambil setelah para pemain Timnas RD Kongo dikabarkan mengajukan permintaan khusus agar Lumumba diikutsertakan dalam perjalanan ke turnamen terbesar sepak bola dunia itu. Dukungan dari skuad Les Leopards akhirnya disambut positif oleh pemerintah negara tersebut.

Lumumba selama ini dikenal luas sebagai sosok suporter unik yang mencuri perhatian publik dunia saat Piala Afrika 2025 di Maroko. Penampilannya di tribune menjadi viral di media sosial karena gaya dukungannya yang berbeda dari kebanyakan fans sepak bola.

Alih-alih bernyanyi atau menari sepanjang pertandingan, Lumumba sering terlihat berdiri tegak dalam keheningan dengan ekspresi serius dan penuh khidmat. 

Banyak orang menilai kehadirannya sebagai simbol penghormatan terhadap pahlawan kemerdekaan RD Kongo, Patrice Lumumba, sekaligus representasi ketahanan, kebanggaan nasional, dan identitas rakyat RD Kongo.

Dikutip dari media Afrika, Pulse.com.gh, seluruh biaya perjalanan Lumumba ke Piala Dunia 2026 akan ditanggung negara. Pemerintah RD Kongo akan membiayai tiket pesawat, akomodasi, konsumsi, hingga tiket pertandingan selama turnamen berlangsung.

Selain itu, otoritas setempat juga disebut akan membantu seluruh kebutuhan administrasi perjalanan, termasuk pengurusan dokumen dan visa agar Lumumba bisa mendampingi tim tanpa kendala.

Kehadiran Lumumba bersama delegasi resmi dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap hubungan emosional yang kuat antara tim nasional dan para pendukungnya. Langkah ini mendapat sambutan hangat dari banyak penggemar sepak bola, baik di dalam maupun luar negara RD Kongo.

Banyak suporter menilai keputusan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang ikatan batin antara pemain dan rakyat yang selalu mendukung mereka.

Keikutsertaan Lumumba juga menjadi simbol perjalanan bersejarah RD Kongo menuju Piala Dunia 2026. Sebelumnya Axel Tuanzebe dan kawan-kawan memastikan tiket ke turnamen akbar itu setelah mengalahkan Jamaika dengan skor 1-0 dalam laga play-off antarbenua.

Keberhasilan itu menjadi pencapaian besar karena merupakan penampilan pertama RD Kongo di Piala Dunia sejak 1974, ketika negara tersebut masih menggunakan nama Zaire. 

Sehingga, secara keseluruhan, ajang Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 negara itu juga akan menjadi partisipasi kedua dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Lolosnya tim asuhan pelatih asal Prancis, Sebastien Desabre, itu sekaligus menambah daftar wakil Afrika di Piala Dunia 2026 yang menggunakan format lebih besar. RD Kongo menjadi tim Afrika ke-10 yang berhasil mengamankan tempat di turnamen bergengsi empat tahunan tersebut.

Kini, bukan hanya para pemain yang akan mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Sosok Lumumba, sang suporter viral yang menjadi simbol semangat dan kebanggaan nasional, juga dipastikan akan menjadi salah satu cerita paling menarik dari perjalanan RD Kongo di turnamen nanti.