TVRINews - Jakarta, Indonesia

Format baru 48 tim di Piala Dunia 2026 membuat rotasi skuad jadi makin penting. Di tengah kebutuhan variasi taktik, sejumlah pemain potensial bisa tampil sebagai supersub.

Pelatih tim-tim Piala Dunia 2026 tidak bisa hanya bergantung kepada para pemain starter untuk memenangkan pertandingan. Mereka tentunya juga harus mempersiapkan pemain pengganti dengan kualitas yang, jika memungkinkan, tidak jauh berbeda.

Itulah yang disebut sebagai kedalaman skuad. Dalam ajang sekelas Piala Dunia, pemain pengganti tentunya tidak bisa diremehkan. Bahkan, dalam sejarah turnamen, pemain pengganti kerap menjadi pembeda ketika pertandingan mulai berjalan ketat dan stamina lawan menurun. 

Format baru 48 tim di Piala Dunia 2026 juga membuat rotasi skuad jadi makin penting. Di tengah padatnya jadwal dan kebutuhan variasi taktik, sejumlah pemain top diprediksi bisa tampil sebagai “supersub” yang mengubah arah pertandingan hanya dalam beberapa menit.

Berikut tujuh pemain yang punya profil ideal untuk menjadi senjata rahasia dari bangku cadangan.

1. Ollie Watkins

Penyerang Aston Villa, Ollie Watkins bertekad menembus skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Posisi Harry Kane sebagai striker utama Inggris masih sangat sulit digeser. Karena itu, Watkins berpotensi menjadi opsi paling berbahaya ketika Inggris membutuhkan tempo berbeda di babak kedua. Pelatih Thomas Tuchel sendiri tetap memasukkan Watkins ke skuad final Piala Dunia 2026 meski persaingan lini depan sangat ketat.

Watkins menawarkan atribut yang berbeda dibanding Kane. Striker Aston Villa itu lebih mengandalkan lari di belakang garis pertahanan, pressing agresif, dan mobilitas tinggi. Dalam situasi lawan mulai kelelahan, tipe permainan seperti ini sangat efektif untuk membongkar pertahanan yang mulai kehilangan konsentrasi.

Musim 2025/2026 juga menunjukkan mentalitas Watkins yang kuat. Sempat dicoret dari skuad sementara Inggris pada Maret, pemain 30 tahun ini bangkit dengan performa impresif bersama Aston Villa. Watkins menorehkan 6 gol dalam lima laga Premier league terakhir yang membuatnya kembali dipanggil Tuchel.

2. Leroy Sane

Jerman memiliki banyak opsi penyerang cepat seperti Jamal Musiala, Florian Wirtz, hingga Kai Havertz. Situasi itu membuat Leroy Sane kemungkinan tidak selalu menjadi starter mutlak, terutama ketika Julian Nagelsmann membutuhkan keseimbangan taktik.

Namun justru dari bangku cadangan Sane bisa sangat mematikan. Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, dan akselerasinya sangat cocok menghadapi bek yang mulai kehilangan energi pada menit-menit akhir.

Pengalaman juga menjadi nilai tambah besar. Sane sudah tampil di beberapa turnamen besar bersama Jerman dan memahami tekanan pertandingan level elite. Dalam wawancara bersama CBS Sports Golazo, ia juga menegaskan ambisinya membantu Jerman bangkit setelah performa buruk di Piala Dunia sebelumnya.

3. Joao Felix

Penyerang Timnas Portugal, Joao Felix.

Foto: TVRI/Grafis/Yusuf

Portugal punya salah satu lini serang terdalam di dunia. Kehadiran Rafael Leao, Bernardo Silva, Bruno Fernandes, hingga Goncalo Ramos membuat Joao Felix sulit dijamin menjadi starter reguler.

Meski begitu, Felix tetap memiliki kualitas teknis luar biasa. Ia mampu bermain sebagai second striker, winger, maupun playmaker. Apalagi di klubnya, Al-Nassr, ia terbiasa bekerja sama dengan Cristiano Ronaldo, yang akan jadi goal getter Portugal. Fleksibilitas ini sangat penting dalam turnamen pendek seperti Piala Dunia.

Felix juga termasuk pemain yang berbahaya ketika masuk sebagai pemain pengganti karena mampu menciptakan momen magis dari ruang sempit. Portugal kemungkinan akan memanfaatkan kreativitasnya untuk memecah kebuntuan saat laga berjalan alot.

4. Julian Alvarez

Penyerang Timnas Argentina, Julian Alvarez.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Secara kualitas, Julian Alvarez sebenarnya layak menjadi starter di tim nasional. Namun, Argentina masih memiliki kombinasi Lionel Messi dan Lautaro Martinez yang bisa bergantian dengan Alvarez menjadi pilihan utama pelatih Lionel Scaloni.

Jika turun dari bangku cadangan, Alvarez sangat cocok menjadi supersub karena intensitas permainannya tidak pernah turun. Pemain Atletico Madrid itu rajin melakukan pressing dan mampu langsung mengubah tempo permainan ketika masuk dari bangku cadangan.

Pada Piala Dunia 2022 ketika Argentina juara, Alvarez juga pernah menunjukkan bagaimana ia bisa memberi dampak instan dalam sistem tim. Pengalaman itu membuatnya tetap menjadi ancaman besar meski tidak selalu bermain sejak menit pertama.

5. Jeremy Doku

Sayap Timnas Belgia, Jeremy Doku.

Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi

Belgia sedang memasuki era baru dengan banyak pemain muda eksplosif. Salah satu yang paling menonjol adalah Jeremy Doku, winger dengan kemampuan dribel yang sangat agresif.

Doku mungkin tidak selalu menjadi starter karena Belgia masih punya beberapa opsi senior di lini depan. Tetapi justru sebagai pemain pengganti, pemain Manchester City ini sangat berbahaya saat menghadapi bek yang mulai lambat dan kehilangan fokus.

Kecepatan serta keberaniannya menusuk langsung ke kotak penalti membuat Doku bisa mengubah pertandingan hanya lewat satu momen. Profil seperti ini sangat cocok untuk laga knockout.

6. Endrick

Penyerang Timnas Brasil, Endrick, tampil bagus di klubnya, Lyon.

Foto: TVRI/Grafis/Yusuf

Brasil memiliki banyak penyerang berstatus bintang, mulai dari Vinicius Junior, Neymar (jika fit), hingga Raphinha. Situasi itu membuat Endrick kemungkinan belum langsung menjadi starter utama di Piala Dunia 2026. 

Namun justru dari bangku cadangan, penyerang muda Real Madrid itu bisa menjadi senjata berbahaya ketika pertandingan mulai terbuka dan tempo meningkat.

Meski usianya masih sangat muda, Endrick sudah dikenal memiliki kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, dan penyelesaian akhir yang tajam. Ia juga bermain sangat agresif dan berani mengambil risiko saat menyerang pertahanan lawan.

Karakter seperti ini sangat cocok untuk peran supersub, terutama ketika Brasil membutuhkan energi baru di babak kedua.

Carlo Ancelotti juga memahami potensi Endrick karena pernah bekerja sama dengannya di Real Madrid. 

Pengalaman berlatih dan bermain di level elite Eropa membuat Endrick diperkirakan akan mendapat peran penting di skuad Brasil, meski belum tentu selalu turun sebagai starter. 

Dalam turnamen pendek seperti Piala Dunia, pemain muda dengan ledakan energi seperti Endrick bisa menjadi pembeda besar.

7. Ivan Toney

Penyerang Al Ahli, Ivan Toney membidik tempat dalam skuad Inggris di Piala Dunia 2026

Foto: TVRI/Grafis/Mohamad Yusuf

Nama Ivan Toney sempat mengejutkan ketika masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026. Namun keputusan pelatih Thomas Tuchel cukup masuk akal karena penyerang klub Arab Saudi, Al-Ahli, ini menawarkan profil striker yang berbeda.

Toney sangat kuat dalam duel udara, hold-up play (permainan yang mengandalkan fisik), dan situasi bola mati. Dalam pertandingan yang berjalan keras dan fisikal, Inggris bisa memanfaatkan kehadiran striker 30 tahun ini sebagai target man pada babak kedua.

Selain itu, produktivitasnya di level klub juga tetap tajam. FIFA mencatat Toney mendapat panggilan setelah tampil impresif bersama Al-Ahli musim ini. Total ia mengoleksi 55 gol hanya dalam 62 penampilan bersama Al-Ahli.