Tim nasional sepak bola Maroko saat akan melakukan pertandingan persahabatan melawan Paraguai di jeda internasional FIFA pada 31 Maret 2026. (TVRI/Grafis/Yusuf) Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat
Maroko yakin bisa pesta gol ke gawang Haiti demi merebut posisi juara grup dari Brasil.
Timnas Maroko membidik kemenangan meyakinkan saat menghadapi Haiti pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Atlanta, Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Bagi Singa Atlas, tiga poin saja belum cukup. Mereka juga membutuhkan kemenangan dengan selisih gol besar demi merebut posisi juara grup dari Brasil.
Maroko tampil impresif sepanjang dua pertandingan pertama di fase grup. Mereka mengoleksi empat poin setelah menahan imbang Brasil pada laga pembuka dan kemudian mengalahkan Skotlandia di Boston, Jumat lalu waktu setempat. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa kiprah luar biasa mereka di Piala Dunia 2022 di Qatar bukanlah kebetulan.
Empat tahun lalu, Maroko mencetak sejarah sebagai negara Afrika dan Arab pertama yang berhasil menembus babak semifinal Piala Dunia. Kini, di turnamen yang digelar bersama oleh Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, mereka kembali menunjukkan kemampuan bersaing dengan tim-tim elite dunia.
Meski memiliki jumlah poin yang sama dengan Brasil jika sama-sama menang pada laga terakhir, Maroko masih tertinggal dalam selisih gol. Brasil saat ini unggul berkat kemenangan telak 3-0 atas Haiti di Philadelphia pada Jumat lalu.
Karena itu, pasukan Mohamed Ouahbi dituntut tampil agresif sejak menit pertama saat menghadapi Haiti. Mereka harus berusaha mencetak gol sebanyak mungkin sembari berharap hasil pertandingan Brasil melawan Skotlandia di Miami memberi keuntungan bagi mereka.
Namun, Ouahbi menegaskan bahwa Haiti bukan lawan yang bisa dianggap remeh meski sudah dipastikan tersingkir dari persaingan menuju babak 32 besar.
"Itulah indahnya Piala Dunia. Anda menghadapi berbagai gaya permainan dari banyak tim yang berbeda dan harus mampu menyesuaikan diri menghadapi semuanya," ujar Ouahbi, dikutip dari Reuters, Selasa (23/6/2026).
Pelatih Maroko itu menyadari tim Karibia tersebut tetap memiliki kualitas dan motivasi untuk menutup turnamen dengan hasil positif. Karena itu, anak asuhnya diminta tidak lengah meski di atas kertas lebih diunggulkan.
Persaingan memperebutkan posisi juara Grup C juga sangat penting karena akan menentukan lawan di babak gugur. Juara grup akan menghadapi tim peringkat kedua Grup F, sedangkan runner-up Grup C harus berhadapan dengan pemuncak Grup F.
Hingga menjelang laga terakhir, persaingan di Grup F masih terbuka lebar. Belanda, Jepang, dan Swedia sama-sama berpeluang finis di posisi pertama.
Bagi Maroko, kemungkinan bertemu Belanda tentu menghadirkan cerita tersendiri. Negeri Eropa itu memiliki komunitas keturunan Maroko yang sangat besar, sementara tiga pemain dalam skuad Maroko saat ini juga lahir di Belanda.
Pertemuan kedua negara dipastikan akan menarik perhatian karena adanya hubungan sejarah, budaya, dan diaspora yang kuat.
Sementara itu, Haiti datang ke pertandingan ini tanpa peluang lolos. Mereka menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 yang kini diikuti 48 peserta setelah menelan kekalahan dari Skotlandia dan Brasil.
Meski demikian, pelatih Haiti, Sebastien Migne, memastikan timnya tidak akan menjadikan laga terakhir sebagai formalitas belaka. Ia ingin para pemainnya tetap menunjukkan semangat juang hingga peluit akhir.
Setelah kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1974, Migne menilai tidak terpikir sedikit pun bagi timnya untuk menganggap pertandingan terakhir ini sebagai laga yang tidak berarti.
"Setelah menunggu lebih dari setengah abad untuk kembali tampil di Piala Dunia, tidak terpikir bagi kami untuk menganggap pertandingan terakhir ini sebagai laga yang tidak berarti," kata Migne.
Dengan motivasi berbeda di kedua kubu, duel Maroko melawan Haiti diperkirakan berlangsung menarik. Maroko mengincar kemenangan besar demi merebut status juara Grup C, sementara Haiti bertekad menutup penampilan mereka di Piala Dunia 2026 dengan penuh kehormatan meski langkah mereka telah terhenti di fase grup.