TVRINews - New York, Amerika Serikat

Pertanyaan utama dari Grup C: Brasil atau Maroko yang menjadi juara grup?

Brasil menjadi salah satu kubu yang mendapatkan perhatian menjelang putaran final. Performa kurang meyakinkan di kualifikasi diikuti dengan ingar-bingar pemberitaan mengenai Carlo Ancelotti dan Neymar.

Dalam kampanye mengincar gelar keenam di bawah arahan Ancelotti, Selecao Brasileiro mendapatkan undian yang mungkin salah satu yang terberat di antara para unggulan. Brasil harus satu grup dengan dua calon pemberi kejutan.

Maroko sekarang bahkan dapat dikatakan patut diperhitungkan sebagai salah satu unggulan. Sejak tampil mengagumkan di Piala Dunia 2022 hingga menjadi semifinalis pertama dari Afrika, The Atlas Lions tampil konsisten sampai sekarang hingga layak dianggap sebagai favorit. 

Kedisiplinan dan transisi cepat menjadi senjata Singa Atlas. Brahim Diaz menjadi tambahan ofensif Maroko yang bisa merepotkan tim mana pun.

Alhasil, Grup C langsung menyajikan start kencang. Brasil dan Maroko akan bertemu di partai pembuka grup dengan pertaruhan besar yang efeknya bakal krusial bagi perjalanan di fase gugur. Jika ada, pemenang laga ini akan menjadi perebutan posisi puncak.

Akan menarik menantikan pengaruh Ancelotti, yang dikenal bertangan dingin di banyak klub besar Eropa, di skuad Brasil yang mencoba bangkit. Faktor pelatih asal Italia itu berpotensi menjadi pembeda dalam laga krusial ini mengingat Maroko mengalami pergantian bos dari Walid Regragui yang mengantar Singa Atlas ke semifinal Qatar 2022 ke Mohamed Ouahbi. Meski sang pelatih anyar cukup lama menangani timnas junior Maroko, jam terbangnya di level senior kalah jauh bila dibandingkan dengan Carlo Ancelotti. Apalagi, Carletto dikenal sebagai pelatih pragmatis, sehingga yang menanti jogo bonito mungkin sudah harus bersiap kecewa.

Hasil, tak lain berupa poin penuh, adalah yang terpenting. Harapkan laga sengit di awal.


Dependensi sampai Sumber Poin dan Lumbung Gol

Skotlandia praktis diperkirakan akan mengintip kelolosan dari posisi peringkat ketiga grup. The Tartan Army mempunyai potensi menelurkan kejutan dengan skuad yang bersemangat, tapi sepertinya skuad Steve Clarke ini sulit berharap titik yang lebih tinggi dari posisi ketiga. Ketergantungan tinggi kepada Scott McTominay tampak menyulitkan Skotlandia menapak ke peringkat kedua.

Yang boleh jadi lebih pasti adalah posisi juru kunci. Haiti bukan tim debutan di Piala Dunia 2026. Namun, untuk partisipasi kedua mereka setelah Piala Dunia 1974 ini, pasukan besutan Sebastien Migne ini rasanya akan sulit mengharapkan satu poin sekalipun. 

Keberhasilan Haiti tampil di turnamen kali ini boleh jadi karena tiga negara kuat di zona Concacaf menjadi tuan rumah sehingga tidak perlu melewati kualifikasi. Si Merah Biru berpotensi menjadi sumber tiga poin sekaligus lumbung gol bagi tiga tim lain di Grup C.


Jadwal Lengkap Grup C

  • Minggu, 14 Juni; Pkl. 05.00 WIB (New York New Jersey Stadium): Brasil vs Maroko
  • Minggu, 14 Juni; Pkl. 08.00 WIB (Boston Stadium): Haiti vs Skotlandia
  • Sabtu, 20 Juni; Pkl. 05.00 WIB (Boston Stadium): Skotlandia vs Maroko
  • Sabtu, 20 Juni; Pkl. 07.30 WIB (Philadelphia Stadium): Brasil vs Haiti
  • Kamis, 25 Juni; Pkl. 05.00 WIB (Miami Stadium): Skotlandia vs Brasil
  • Kamis, 25 Juni; Pkl. 05.00 WIB (Atlanta Stadium): Maroko vs Haiti