Maskot Piala Dunia 1966, World Cup Willie. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - London, Inggris
Penciptaan Willie merupakan hasil buah pikiran dari seorang ilustrator komik berbakat bernama Reg Hoye.
Sejarah sepak bola dunia mencatat sebuah titik balik yang sangat krusial pada tahun 1966. Saat itu Inggris dipecaya menjadi tuan rumah Piala Dunia yang diikuti 16 negara.
Gebrakan dilakukan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk Piala Dunia 1966. Bukan cuma menyelenggarakan pertandingan di lapangan hijau seperti edisi-edisi sebelumnya, tetapi menciptakan sebuah ikon budaya yang bisa dikenang sepanjang masa.
Lahirnya World Cup Willie menandai kemunculan maskot resmi pertama dalam sejarah Piala Dunia. Sebelum kehadiran sang singa ini, ajang sepak bola paling prestisus sejagat tersebut cenderung kaku dan hanya berfokus pada aspek kompetisi murni tanpa adanya elemen visual yang ramah bagi segala usia.
Penciptaan Willie merupakan hasil buah pikiran dari seorang ilustrator komik berbakat bernama Reg Hoye. Ia ditugaskan untuk merancang karakter yang mampu menangkap semangat bangsa Inggris sekaligus menjadi daya tarik komersial bagi penonton anak-anak dan keluarga di seluruh dunia.
Secara visual, Willie digambarkan sebagai seekor singa antropomorfik yang memiliki postur tubuh layaknya seorang atlet. Pemilihan spesies singa bukanlah sebuah kebetulan, melainkan representasi langsung dari lambang The Three Lions yang telah lama menjadi identitas kebanggaan tim nasional Inggris.
Detail ornamen yang paling mencolok pada maskot ini adalah jersei sepak bola yang dikenakan. Willie tidak memakai seragam polos, melainkan sebuah kaos bermotifkan bendera Union Jack secara penuh, yang merupakan penggabungan simbol-simbol Britania Raya dalam satu bingkai visual.
Pada bagian dada jersei yang berwarna-warni tersebut, terdapat teks bertuliskan WORLD CUP, dengan huruf kapital yang tebal. Penempatan tulisan ini sangat strategis karena memberikan identitas instan bagi siapa pun yang melihatnya, baik melalui poster maupun siaran televisi hitam putih saat itu.
Wajah Willie dirancang dengan ekspresi yang ramah, tapi tetap memancarkan kewibawaan seorang raja hutan. Matanya yang besar dan senyumnya yang simpul dibuat sedemikian rupa agar tidak menakutkan bagi anak-anak, dan tetap terlihat tangguh di mata para penggemar fanatik.
Salah satu ornamen penting lainnya adalah surai atau rambut Willie yang tertata dengan sangat rapi. Gaya rambut singa ini sebenarnya mencerminkan tren potongan rambut pria di Inggris pada medio 1960-an yang dikenal sebagai era Mod. Ketika itu, gaya tersebut memberikan sentuhan kekinian pada karakter tradisional.
Beranjak ke bagian kaki, Willie dilengkapi dengan sepasang sepatu bola klasik yang mendetail. Sepatu tersebut berwarna hitam pekat dengan tali sepatu yang digambarkan secara jelas, mempertegas perannya sebagai pemain sepak bola aktif dan bukan sekadar maskot pajangan.
Dalam berbagai ilustrasi resminya, Willie sering digambarkan sedang melakukan aksi olahraga, seperti menggiring bola. Bola yang digunakannya adalah bola kulit tipe 18 panel berwarna cokelat tua, yang merupakan standar bola sepak pada masa itu sebelum era bola sintetis dimulai.
Penggunaan warna pada ornamen Willie sangatlah diperhitungkan untuk keperluan media cetak. Kombinasi warna merah, putih, dan biru dari bendera Union Jack menciptakan kontras yang sangat kuat, sehingga karakter ini tetap terlihat menarik meskipun dicetak di atas kertas koran berkualitas rendah.
Willie juga menjadi maskot pertama yang benar-benar memiliki ekosistem merchandise sendiri. Ornamen wajah dan tubuhnya muncul di berbagai produk konsumen mulai dari mug, asbak, handuk, hingga gantungan kunci, yang pada masa itu merupakan konsep pemasaran yang sangat revolusioner.
Kehadiran Willie di stadion-stadion Inggris memberikan atmosfer yang lebih meriah dan bersahabat. Ia menjadi jembatan komunikasi antara turnamen yang serius dengan sisi hiburan yang menyenangkan, membuat sepak bola terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat luas.
Selain aspek visual, Willie bahkan memiliki ornamen audio berupa lagu tema resmi yang dinyanyikan oleh musisi Lonnie Donegan. Lagu tersebut sering diputar di radio-radio Inggris, menjadikan Willie sebagai karakter yang memiliki identitas lengkap secara visual maupun pendengaran.
Keberhasilan Willie sebagai "jimat keberuntungan" terbukti nyata ketika tim nasional Inggris berhasil melaju hingga ke partai final. Di bawah bayang-bayang popularitas sang singa, kapten Bobby Moore dan kawan-kawan akhirnya berhasil mengangkat trofi Jules Rimet untuk pertama kalinya.
Warisan World Cup Willie tetap abadi hingga hari ini sebagai pionir yang membuka jalan bagi maskot-maskot ikonik di edisi Piala Dunia berikutnya. Ia bukan sekadar gambar singa berkaos bendera, melainkan simbol keberhasilan Inggris dalam mengawinkan olahraga dengan industri kreatif dan identitas nasional.