Timnas Australia akan tampil di Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Sydney, Australia
Timnas Australia percaya diri menatap Piala Dunia 2026 usai menang dalam dua laga uji coba.
Dua kemenangan dalam laga uji coba menghadapi Kamerun dan Curacao menumbuhkan kembali kepercayaan diri Timnas Australia jelang tampil di Piala Dunia 2026. Hasil tersebut memutus catatan negatif mereka di tiga pertandingan sebelumnya.
Australia menjalani empat laga uji coba pada Oktober dan November 2025. Mereka mencatatkan kemenangan 1-0 atas Kanada. Namun, pada tiga pertandingan berikutnya melawan Amerika Serikat, Venezuela, dan Kolombia, tim berjuluk Socceroos menelan kekalahan.
Catatan negatif tersebut sempat membuat para penggemar pesimistis Australia bisa berbuat banyak di Piala Dunia 2026. Tergabung ke dalam Grup D bersama tuan rumah Amerika Serikat, Turki, dan Paraguai, tim asuhan Tony Popovic dianggap yang paling lemah.
Kini, wajah Australia telah berubah. Kedatangan pemain seperti Jacob Italiano, Lucas Herrington, serta sejumlah pemain muda berhasil meningkatkan performa dalam dua laga terakhir.
Kamerun menjadi korban pertama Australia. Bermain di Accor Stadium, Sydney, pada Jumat (27/3/2026), Mathew Ryan dan kawan-kawan menang dengan skor 1-0. Berselang empat hari kemudian, mereka menang 5-1 saat menjamu Curacao di AAMI Park.
"Saya merasa kami memiliki satu tujuan, yaitu mencapai sesuatu yang hebat. Kami ingin mencapai sesuatu yang belum pernah dicapai sebelumnya," kata penyerang Australia, Nestory Irankunda, dikutip dari ESPN, Jumat (3/4/2026).
Dalam enam kali keikutsertaan di Piala Dunia, catatan terbaik Australia hanya sampai di babak 16 besar. Mereka mencapainya saat tampil di Piala Dunia 2006 dan 2022. Skuad saat ini memiliki tekad untuk melampauinya.
"Kami ingin menjadi tim yang melaju hingga akhir dan berpotensi memenangi Piala Dunia. Jelas, tidak ada yang percaya pada kami, tetapi kami percaya pada diri kami sendiri untuk melakukan sesuatu yang hebat," ia menambahkan.
Diremehkan Amerika Serikat
Motivasi para pemain Australia untuk tampil sebaik mungkin di Piala Dunia 2026 sangat besar. Terlebih setelah undian pembagian grup dilakukan, banyak media massa Amerika Serikat yang meremehkan mereka.
"Jelas, ada banyak pembicaraan dari pihak Amerika Serikat, dan sulit untuk tidak melihatnya, karena hal itu terus-menerus diungkapkan di media sosial dan hal-hal semacam itu," kata bek Australia, Cameron Burgess.
Pemain berusia 30 tahun tersebut tak mau ambil pusing dengan anggapan publik Amerika Serikat. Ia dan rekan setim hanya mau fokus mempersiapkan diri menuju Piala Dunia 2026 dan membiarkan hasil akhir sebagai bukti. "Kami adalah bangsa yang berusaha membiarkan sepak bola kami yang berbicara," tuturnya.
Burgess sekaligus menjawab kritik dari Amerika Serikat terkait gaya bermain agresif yang diterapkan saat beruji coba. Ia menegaskan itu adalah identitas Australia saat ini dan akan dipertahankan di Piala Dunia 2026.
"Kami telah mengembangkan pendekatan yang lebih agresif dalam hal gaya bermain. Mudah-mudahan kami dapat mempertahankan dan terus meningkatkannya. Kami semua sepakat, Socceroos yang bermain agresif dan bersemangat adalah yang terbaik," ujarnya.