TVRINews - Berlin, Jerman

Meski tim seperti Prancis dan Argentina tetap menjadi ancaman, Muller mengatakan keharmonisan permainan Spanyol akan sulit dihentikan di panggung dunia.

Legenda hidup sepak bola Jerman, Thomas Muller, membagikan prediksinya terkait gelaran Piala Dunia 2026. Ia tidak ragu menyebutkan satu negara yang dinilainya paling berpeluang mengangkat trofi paling prestisius tersebut.

Pernah menjadi pilar penting saat Jerman angkat trofi Piala Dunia 2014, Muller sangat memahami apa yang membedakan tim juara dengan sekadar penantang. Pengalaman itu yang memberikan bobot lebih pada opininya, terutama saat para penggemar dan analis mulai memperdebatkan calon pemenang untuk turnamen di Amerika Utara mendatang.

Menurut Muller, kombinasi kedalaman skuad, organisasi taktik, serta kualitas individu membuat Spanyol berdiri selangkah di depan tim-tim lainnya. Meski mengakui banyak negara yang mampu melangkah jauh, ia menunjuk konsistensi dan keseimbangan sebagai faktor kunci yang menentukan sebuah tim menjadi juara dunia.

Alih-alih menjagokan Die Mannschaft sebagai juara. Penyerang yang kini merumput untuk Vancouver Whitecaps itu meyakini Spanyol memiliki segalanya untuk berjaya di Piala Dunia 2026.

"Kandidat juara biasanya selalu tim-tim yang itu saja. Namun, jika saya harus memilih satu, insting saya tertuju pada Spanyol. Sebagai sebuah tim, mereka selalu berhasil mengorganisasi talenta individu menjadi satu kesatuan yang sangat cair dan harmonis," kata Muller dalam sebuah acara Magenta di Munchen dikutip Marca.

"Mereka memiliki rencana permainan yang sama. Anda bisa melihat bahwa segalanya menyatu dengan sempurna," Muller menambahkan.

Komentar Muller ini sangat relevan mengingat evolusi sepak bola internasional yang bergerak cepat. Spanyol saat ini memiliki barisan teknisi berbakat, mulai dari Lamine Yamal hingga Pedri, yang baru saja membuktikan kualitasnya dengan mengalahkan Inggris di final Euro 2024.

Bagi Muller, pengalaman tetap menjadi salah satu bumbu terpenting untuk sukses di Piala Dunia. Tim dengan pemain yang terbiasa berkompetisi dalam lingkungan penuh tekanan cenderung memiliki keunggulan, terutama di fase gugur di mana margin kesalahan yang kecil bisa menentukan hasil akhir.

Di saat yang sama, Muller menekankan pentingnya keseimbangan dalam skuad. Memiliki penyerang kelas dunia saja tidak cukup; sebuah tim harus solid secara defensif dan mampu mengendalikan tempo pertandingan.

Faktor lain yang disorot Muller adalah kemampuan adaptasi. Turnamen modern menuntut tim untuk menyesuaikan taktik dengan cepat di tengah pertandingan. Fleksibilitas telah menjadi ciri khas tim-tim sukses, dan Spanyol dinilai mumpuni dalam hal ini.

Banyak pihak tentu tetap menjagokan Jerman, Prancis, Argentina, Inggris, hingga Portugal sebagai petarung utama. Namun, di mata ikon Bayern Munchen tersebut, Spanyol jelas memiliki keunggulan.

Format baru Piala Dunia 2026 yang lebih besar, dengan lebih banyak tim dan pertandingan, menambah lapisan kompleksitas tersendiri. Namun, dengan kedalaman skuad yang memungkinkan rotasi tanpa penurunan kualitas yang signifikan, Spanyol dinilai sangat siap menghadapi tantangan tersebut.

Meski demikian, Muller tetap mengakui sifat turnamen yang sulit ditebak. Cedera pemain, keputusan wasit, hingga momen keajaiban individu bisa mengubah hasil akhir. Bahkan tim terkuat pun tidak kebal terhadap kejutan, yang justru menjadi daya tarik utama Piala Dunia.