TVRINews -  Liverpool, Inggris

Garner menjadi penggerak serangan utama dengan catatan sentuhan bola terbanyak di skuad The Toffees  sebanyak 2.031 kali.

Akhir bulan ini, pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel dijadwalkan merilis daftar skuad terakhirnya sebelum menentukan pilihan final untuk Piala Dunia 2026. Para pemain yang masuk daftar panggil akan terlebih dahulu dijajal pada laga uji coba.

Inggris akan menghadapi Uruguai dan Jepang dalam laga uji coba pada pengujung Maret. Meski kerangka tim inti sudah mulai terbaca, pintu bagi wajah-wajah baru masih terbuka lebar.

Kondisi ini merupakan kesempatan terakhir bagi Tuchel untuk memantau langsung para pemain yang tampil impresif sejak pemanggilan skuad terakhir pada November lalu. Satu nama yang rasanya sulit untuk diabaikan adalah James Garner.

Bukan sebuah hiperbola jika menyebut Garner sebagai salah satu gelandang paling menonjol di Liga Primer Inggris musim ini. Setidaknya, ia adalah pemain yang paling konsisten. Sosok yang awalnya sempat dianggap hanya sebagai pelapis, kini menjelma menjadi nama pertama yang dicantumkan David Moyes dalam daftar susunan pemain Everton.

Data statistik Opta menghadirkan bukti tak terbantahkan soal kualitas mantan pemain Manchester United tersebut. Di skuad Everton musim ini, hanya James Tarkowski yang mencatatkan menit bermain lebih banyak di Liga Primer Inggris daripada Garner (2.610 menit).

Garner juga menjadi motor serangan utama dengan catatan sentuhan bola terbanyak di skuad The Toffees (2.031 kali), jauh mengungguli Tarkowski di posisi kedua (1.666). Secara kreativitas, ia telah menyumbangkan lima asis musim ini dan hanya kalah dari Jack Grealish di internal klub.

Garner memimpin Everton dalam penciptaan peluang (42 kali), akurasi operan (87,7%), danjumlah operan sukses di area sepertiga akhir lawan (375). Total keterlibatannya dalam tujuh gol musim ini hanya terpaut tipis dari Grealish (8) dan Kiernan Dewsbury-Hall (9).

Performa solid ditampilkan Garner bukan hanya saat memegang bola. Kemampuan bertahannya pun mulai memberi sinyal bahwa masa depan lini tengah Everton tetap cerah meski tanpa Idrissa Gana Gueye.

Secara defensif, Garner mencatatkan 46 intersep yang hanya kalah dari Moises Caicedo di seluruh pemain Liga Primer Inggris. Ia juga menempati peringkat kedua di liga untuk urusan tekel (88) di bawah Joao Palhinha. 

Semua kualitas ini terpancar nyata saat laga Everton melawan Burnley. Garner memimpin statistik tekel (7), kreasi peluang (5), jumlah operan (72), dan sentuhan (93).

Angka-angka impresif tersebut tentu sulit diabaikan oleh Tuchel, yang kedapatan hadir langsung dalam beberapa laga Everton musim ini. Juru formasi asal Jerman itu juga hadir saat Garner tampil gemilang di Villa Park pada Januari lalu.

Nilai plus lain bagi Garner adalah fleksibilitas posisinya. Kemampuannya bermain apik sebagai bek kanan, bek kiri, hingga sayap kanan menjadikannya aset berharga. 

Dalam Piala Dunia 2026 yang bergulir selama enam minggu di bawah cuaca panas Amerika Utara, pemain yang serbabisa dan memiliki kebugaran prima seperti Garner akan menjadi kunci dalam skuad berisi 26 pemain.

Saat ini, Elliot Anderson memang diprediksi bakal menjadi rekan duet utama Declan Rice di poros tengah Inggris. Meski Nottingham Forest tengah berjuang di zona bawah, Anderson terus memukau dan memiliki kredit lebih berkat performa sebelumnya bersama The Three Lions.

Namun, jika membedah statistik, Garner sangat kompetitif. Dalam dua pertemuan Everton kontra Forest musim ini, sang penggawa Royal Blue terbukti lebih unggul. 

Meski jumlah kreasi peluang mereka setara, Garner jauh lebih disiplin dalam menjaga penguasaan bola. Anderson tercatat kehilangan bola sebanyak 522 kali, berbanding jauh dengan Garner yang hanya 367 kali.

Lini tengah Everton mungkin sempat goyah saat menyesuaikan kembalinya Gueye dari Piala Afrika, namun Garner secara konsisten membuktikan dirinya adalah penguasa baru di area tersebut. Kini, publik menanti apakah Tuchel akan memberinya panggung untuk bersinar bersama Inggris di Piala Dunia 2026.