Pelatih tim nasional Austria, Ralf Rangnick. Foto: TVRI/Grafis/Yusuf
TVRINews – Jakarta
Ralf Rangnick berhasil memutus penantian panjang tim nasional Austria untuk tampil di Piala Dunia.
Ralf Rangnick dijuluki sebagai "Godfather of Gegenpressing" dalam dunia sepak bola. Filosofi permainan yang ia usung sejak menangani Viktoria Backnang pada 1983 hingga 1985 banyak menginspirasi generasi di bawahnya.
Jurgen Klopp, Thomas Tuchel, dan Julian Nagelsmann adalah segelintir pelatih Jerman yang mengadopsi filosofi permainan Rangnick. Para pelatih tersebut menginstruksikan tim asuhannya untuk bermain dengan intensitas tinggi. Sebanyak mungkin serangan harus dilakukan dengan mengandalkan aliran bola yang cepat. Ketika kehilangan penguasaan, mereka takkan memberi keleluasaan kepada lawan untuk menyerang balik.
Rangnick mendapat inspirasi gaya bermain seperti itu ketika Viktoria Backnang beruji coba melawan Dynamo Kyiv. Tim asal Ukraina yang diarsiteki oleh Valeriy Lobanovsky bermain dengan sangat luar biasa.
Rangnick yang saat itu masih berperan sebagai pelatih sekaligus pemain Viktoria Backnang merasa kesulitan untuk menguasai bola karena tekanan yang diberikan oleh lawan. Kesan mendalam itulah yang kemudian menginspirasinya menciptakan filosofi gegenpressing.
"Saya merasa terus-menerus berada di bawah tekanan selama 90 menit penuh. Ini adalah pertama kalinya saya merasakan sepak bola yang sangat berbeda," kata Rangnick, dikutip dari laman resmi Bundesliga.
Racikan strategi Rangnick menarik perhatian VfB Stuttgart. Mereka memberi kesempatan kepada pria kelahiran 29 Juni 1958 tersebut untuk berkesperimen di tim cadangan. Dua tahun ia bertahan, kemudian melanjutkan perjalanan karier bersama TSV Lippoldsweiler dan SC Korb.
Pada 1990, Rangnick mengambil tawaran untuk menangani VfB Stuttgart U-19. Bekerja sama dengan para pemain muda, ia mempersembahkan gelar juara Bundesliga U-19 pada tahun 1991.
Empat musim dilaluinya membesut tim junior sampai akhirnya datang tawaran dari Reutlingen 05. Momen inilah yang membuka jalan bagi Rangnick untuk meningkatkan pencapaian.
Rangnick mencuri perhatian penggemar sepak bola Jerman di musim keduanya menangani Ulm 1846 karena berhasil promosi ke kompetisi kasta kedua. Kesuksesannya berlanjut pada musim berikutnya dengan promosi ke Bundesliga.
Sistem permainan Ulm 1846 dinilai banyak kalangan sebagai inovasi yang luar biasa. Ia banyak diminta menjadi narasumber, termasuk program olahraga di televisi untuk memaparkan strateginya. Dari sana julukan "Profesor Sepak Bola" ia dapatkan.
Terseok di Awal
Setelah lebih dari satu dekade malang melintang menangani berbagai klub di Jerman, Ralf Rangnick menerima tawaran menjadi Direktur Olahraga Red Bull. Ia berperan menyusun cetak biru untuk klub-klub dalam jaringan mereka, seperti RB Leipzig (Jerman), RB Salzburg (Austria), RB Bragantino (Brasil), dan New York Red Bulls (Amerika Serikat).
Setelah delapan tahun, Rangnick dan Red Bull mengakhiri kerja sama. Ia sempat menjadi Direktur Pelaksana Sepak Bola Profesional klub Rusia, Lokomotiv Moscow, kemudian dipinang oleh Manchester United sebagai pelatih interim pada 2021.
Rangnick yang mengisi kekosongan kursi pelatih MU setelah Ole Gunnar Solskjaer dipecat tak dapat berbuat banyak. Ia hanya mampu mengantarkan tim berjuluk Setan Merah finis pada posisi keenam di akhir musim.
Setelah itu, MU sempat berencana mempertahankannya sebagai konsultan untuk mendampingi Erik ten Hag. Namun, Rangnick memilih mundur dari peran tersebut demi menerima tawaran melatih tim nasional Austria.
Perjalanannya di awal membesut Das Team, julukan Austria, tidaklah mulus. Memainkan enam pertandingan Liga Negara UEFA 2022/2023, tim asuhannya hanya sekali menang, sekali imbang, dan empat kali kalah. Kritik pun banyak berdatangan kepadanya.
Pelatih kelahiran Backnang, Jerman tersebut membalas kritik dengan penampilan Austria di kualifikasi Euro 2024. Mereka lolos ke putaran final yang dilangsungkan di Jerman berkat menjadi runner-up Grup F dengan catatan enam kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah.
Performa impresif kembali diperlihatkan oleh Austria. Tergabung bersama Prancis, Belanda, dan Polandia di Grup D, mereka keluar sebagai pemuncak klasemen. Setelah kalah dari Prancis di laga pertama, Austria bangkit dengan mengalahkan Polandia dan Belanda.
Langkah Austria di Euro 2024 terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Turki. Meski demikian, Federasi Sepak Bola Austria (OFB) masih percaya kepada Rangnick untuk melanjutkan kepemimpinan.
Mengakhiri Penantian Panjang
Tangan dingin Ralf Rangnick berhasil mengakhiri penantian panjang Austria untuk tampil di Piala Dunia. Terakhir kali mereka bisa menembus turnamen tersebut pada 1998 di Prancis.
Setelah itu, upaya Austria untuk kembali menjadi kontestan Piala Dunia selalu menemui kegagalan. Di bawah arahan Rangnick, perjuangan Das Team berakhir dengan kebahagiaan.
Austria tampil perkasa di Grup H kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Enam kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah menempatkan mereka di puncak klasemen, sekaligus memastikan satu tempat di putaran final.
Pelatih berusia 67 tahun tampaknya sudah menemukan racikan yang tepat untuk Austria. Para pemain mengaplikasikan instruksi yang ia berikan dengan sangat baik. Lini pertahanan menjadi sulit ditembus, dan serangan balik lebih efektif.
Hal itulah yang memberikannya rasa percaya diri Austria dapat berbicara banyak di Piala Dunia 2026. Langkah awal yang harus dilakukan tentu saja memenangi persaingan di Grup J menghadapi Argentina, Aljazair, dan Yordania.
"Kami ingin melangkah lebih jauh daripada di Euro. Itu berarti bahwa kami ingin lolos dari fase grup, kemudian setidaknya memenangi pertandingan pertama di babak gugur," kata Rangnick, dikutip dari laman resmi OFB.
Biodata
Nama: Ralf Dietrich Rangnick
Kelahiran: Backnang (Jerman), 29 Juni 1958
Karier Pemain
VfB Stuttgart II (1976-1979)
Southwick (1979-1980)
VfR Heilbronn (1980-1982)
FC Viktoria Backnang (1983-1985)
Karier Pelatih
FC Viktoria Backnang (1983-1985)
VfB Stuttgart II (1985-1987)
TSV Lippoldsweiler (1987-1988)
SC Korb (1988-1990)
VfB Stuttgart U-19 (1990-1994)
Reutlingen 05 (1995-1997)
Ulm 1846 (1997-1999)
VfB Stuttgart (1999-2001)
Hannover 96 (2001-2004)
Schalke 04 (2004-2005)
TSG Hoffenheim (2006-2011)
Schalke 04 (2011)
RB Leipzig (2015-2016)
RB Leipzig (2018-2019)
Manchester United (2021-2022)
Austria (2022-sekarang)
Prestasi
Ulm 1846
Regionaliga Sud: 1997/1998
VfB Stuttgart
Bundesliga U-19: 1990/1991
Intertoto Cup: 2000
Hannover 96
2. Bundesliga: 2001/2002
Schalke 04
DFL-Ligapokal: 2005
DFB-Pokal: 2010/2011
German Super Cup: 2011