Timnas Iran bersiap untuk tampil di Piala Dunia 2026 Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Washington, D.C - Amerika Serikat
Pemerintah Amerika Serikat membuka peluang Iran untuk tampil di Piala Dunia 2026.
Pemerintah Amerika Serikat tetap membuka pintu untuk Iran tampil di Piala Dunia 2026. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Andrew Giuliani selaku Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia 2026 Gedung Putih.
Pertandingan Iran di Grup G melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru akan dihelat di AS. Keberlangsungannya menjadi tanda tanya setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran pada Februari lalu.
Dalam beberapa bulan terakhir, polemik ini terus berkembang. Dari yang awalnya Iran ingin menarik diri dari keikutsertaan di Piala Dunia 2026 hingga meminta FIFA memindahkan lokasi pertandingan ke Meksiko.
Keinginan Iran tersebut tak mendapat respons positif dari FIFA. Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu ingin jadwal yang sudah ditetapkan sejak jauh hari tetap berjalan sesuai rencana.
Situasi ini membuat status keikutsertaan Iran di Piala Dunia 2026 menjadi tanda tanya. Padahal, turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini akan dimulai kurang dari dua bulan lagi.
"Saya tidak berbicara mewakili tim Iran, tetapi saya mengatakan bahwa presiden (Donald Trump), ketika saya berbicara dengannya, telah mengundang Iran untuk datang ke sini," kata Giuliani, dikutip dari Politico, Minggu (19/4/2026).
Giuliani turut merespons pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang memastikan Iran tetap menjadi bagian dari Piala Dunia 2026. "Presiden FIFA membuat pernyataan bahwa Iran akan datang. Kami juga mengharapkan hal sama," ujarnya.
Meski Giuliani sudah memberi harapan baru, publik masih bertanya-tanya mengenai sikap sesungguhnya dari Donald Trump. Orang nomor satu di AS itu sebelumnya juga turut andil membuat kontroversi jadi berkepanjangan.
Trump mempersilakan skuad Iran tetap datang ke AS untuk menjalani pertandingan di Piala Dunia 2026. Namun, ia tak menyarankan dengan alasan keamanan anggota tim ketika berada di negaranya.
Menteri Dalam Negeri Iran, Ahmad Donyamali, langsung bereaksi. Ia menyentil sikap Trump karena dianggap telah melanggar syarat dari FIFA, di mana tuan rumah Piala Dunia harus menjamin keamanan tim peserta.
Karena pernyataan Trump tersebut, FIFA juga terpojok. Mereka diminta untuk bersikap tegas kepada AS, selayaknya yang pernah dilakukan terhadap Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Saat itu, muncul penolakan atas kedatangan Israel U-20. Tak butuh waktu lama bagi FIFA untuk membatalkan status tuan rumah Indonesia dengan alasan keamanan negara peserta dan kelancaran turnamen.