TVRINews – Zenica, Bosnia dan Herzegovina

Selasa (31/03/2026) malam nanti, Bosnia-Herzegovina dan Italia akan bertanding memperebutkan tiket ke Piala Dunia 2026

Miralem Pjanic, 35 tahun, baru saja pensiun dari sepak bola pada Desember 2025 lalu. Karena itulah ingatannya akan sepak bola masih sangat segar, utamanya pandangannya tentang peristiwa sepak bola terkini. 

Tentu saja setelah menghabiskan sebagian kariernya di Italia dan sebagai orang Bosnia dan Herzegovina pemikirannya tentang pertandingan antara negaranya melawan Gli Azzurri di play-off Eropa jalur A kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Selasa (31/03/2026) malam. 

Siapapun pemenang pertandingan di Stadion Bilino Polje, Zenica, Bosnia-Herzegovina, itu nantinya akan terbang ke Amerika Utara untuk bergabung di Grup B Piala Dunia 2026 bersama salah satu tuan rumah, Kanada, serta Swis dan Qatar. 

“Bosnia akan berhenti beraktivitas selama beberapa jam karena tiga juta orang akan mendukung tim kami. Suasananya akan sangat gila, tidak seperti yang pernah dilihat sebelumnya. Anda akan kagum dengan semangat kami,” kata Pjanic seperti dikutip Mundo Deportivo.

Gelandang yang namanya mencuat ketika menjadi idola di AS Roma dan Juventus FC, dua klub elite Italia, itu lantas merujuk sebuah video saat Federico Dimarco dan Guglielmo Vicario merayakan bahwa lawan mereka di final play-off  adalah Bosnia dan bukan Wales. 

“Saya tidak mengerti mengapa. Kami akan menyambut mereka dengan tangan terbuka,” ucap mantan gelandang yang mengawali karier di FC Schifflange 95 (Luksemburg) dan FC Metz (Prancis) itu 

“Mereka harus mengelola pertandingan dengan baik dalam suasana yang mengerikan dan mereka membutuhkan karakter kuat jika ingin meninggalkan Zenica dengan kemenangan,” tambah mantan pemain juga pernah membela FC Barcelona, Besiktas J.K, Sharjah FC, dan CSKA Moskow itu.

Seperti seorang veteran sejati, meskipun sudah tidak bermain lagi, Pjanic ingin mengalihkan semua tekanan kepada rivalnya. 

“Kami berharap mereka merasakan tekanan dari kemungkinan kegagalan pada hari Selasa. Bagi Italia, gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali berturut-turut jelas tidak dapat diterima,” ujarnya. 

Terakhir, Pjanic memberikan pujian kepada mantan rekannya di Timnas Bosnia dan Herzegovina, striker Edin Dzeko, yang terus mencetak gol kendati sudah berusia 40 tahun.

“Apa yang dia lakukan sungguh luar biasa. Terlepas dari usianya, dia terus mencetak gol-gol penentu. Dia adalah salah satu pemain hebat yang tiba-tiba dapat menentukan hasil pertandingan,” ujar Pjanic.

Sempat memperkuat tim nasional junior Luksemburg (U-17 dan U-19), Miralem Pjanic kemudian memilih Bosnia saat usianya cukup untuk turun di skuad Bosnia U-21 dan kemudian masuk senior. 

Pjanic memperkuat The Dragons antara tahun 2008 sampai 2024 dengan mengantongi caps 115 dengan 18 gol. Ia menjadi salah satu pemain kunci saat Bosnia dan Herzegovina lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama pada 2014. 

Pjanic juga mencetak satu gol dalam kemenangan 3-1 Bosnia atas Iran di fase grup, untuk menorehkan kemenangan pertama negaranya di Piala Dunia.