TVRINews - Jakarta

Dalam wawancara eksklusif bersama TVRI Sports, Frans Putros berbagi cerita mengenai momen kelolosan Irak ke Piala Dunia 2026, dinamika di dalam tim, klubnya Persib Bandung, dan lain-lain.

Timnas Irak mencatat sejarah penting dengan memastikan langkah ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun. 

Yang jelas, di balik keberhasilan itu, ada peran besar para pemain yang berjuang melewati berbagai tantangan. Mulai dari persaingan ketat di kualifikasi, perubahan pelatih, hingga situasi nonteknis yang ikut memengaruhi perjalanan tim.

Salah satu sosok yang turut menjadi bagian dari perjalanan bersejarah tersebut adalah Frans Putros. Bek 32 tahun yang juga berkarier di klub Persib Bandung ini menjadi bagian penting dari skuad Singa Mesopotamia yang akhirnya berhasil menembus panggung terbesar sepak bola, Piala Dunia. 

Dalam wawancara eksklusif bersama TVRI Sports, Rabu (15/4/2026), Frans Putros berbagi cerita mendalam mengenai momen kelolosan Irak ke Piala Dunia 2026, dinamika di dalam tim, perubahan yang terjadi selama proses kualifikasi, hingga tantangan besar yang harus mereka hadapi di luar lapangan. 

Tak hanya itu, ia juga berbicara tentang peran Maung Bandung dalam membentuk perkembangan dirinya sebagai pemain, serta dukungan besar dari para penggemar yang selalu setia mengiringi perjalanannya. Berikut petikannya:

Putros, Timnas Irak lolos ke Piala Dunia 2026, dan Anda ada di dalamnya. Seberapa spesial momen ini dalam karier Anda?

Ini adalah momen yang sangat spesial. Pertama-tama, terakhir kali Irak tampil di Piala Dunia adalah 40 tahun lalu, tepatnya pada 1986 di Meksiko. Jadi sudah sangat lama, dan itu membuat momen ini terasa semakin istimewa karena terjadi sekarang.

Bagi saya sebagai seorang pesepak bola, Piala Dunia adalah ajang terbesar yang bisa diikuti. Saya rasa semua pemain sepak bola akan mengatakan hal yang sama. Jadi, bisa lolos ke Piala Dunia dan menantikannya pada musim panas nanti adalah sesuatu yang sangat spesial.

Ini juga menjadi momen yang sangat membanggakan, bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk keluarga saya dan seluruh rakyat Irak yang berjumlah sekitar 46 juta orang.

Banyak yang menyebut tim saat ini sebagai generasi emas Irak. Apakah Anda setuju?

Ya, maksud saya, kami memiliki banyak pemain muda berbakat. Ada pemain yang bermain di liga lokal Irak, tetapi juga banyak sekali pemain yang bermain di Eropa, di liga-liga yang bagus dan klub-klub yang bagus.

Sebagian besar dari mereka masih berada di awal usia 20-an. Jadi saya pikir Irak memiliki masa depan yang cerah. Saya juga tahu ada banyak pemain yang lebih muda lagi yang sedang dalam proses untuk masuk ke tim.

Jadi, bisa dikatakan, masa depan sepak bola Irak saat ini terlihat cukup bagus. Selain itu, Piala Dunia 2026 juga akan sangat berarti dan bermanfaat bagi para pemain muda tersebut.

Mereka akan mendapatkan banyak pengalaman karena bisa tampil di Piala Dunia di usia yang masih muda. Jadi secara keseluruhan, saya rasa kondisi sepak bola Irak saat ini terlihat sangat baik.

Apa faktor utama yang membuat Irak akhirnya kembali ke Piala Dunia setelah 40 tahun?

Menurut saya ada banyak sekali faktor. Salah satu faktor kunci adalah kehadiran Presiden Federasi Sepak Bola Irak (IFA), Adnan Dirjal. Dia datang dan mengubah seluruh mentalitas sepak bola Irak.

Dia benar-benar menetapkan standar baru untuk tim nasional. Jadi saya pikir, pertama-tama, dia layak mendapatkan kredit yang sangat besar untuk hal ini. Karena beberapa tahun lalu, saya bisa bilang sekitar 10 tahun yang lalu, Timnas Irak tidak berada dalam kondisi yang baik.

Namun, sejak Dirjal datang, kami juga melihat makin banyak pemain yang bermain di Eropa menjadi bagian dari tim. Jadi menurut saya, dia memiliki peran yang sangat penting.

Selain itu, kombinasi dengan banyaknya pemain bagus yang dimiliki saat ini juga menjadi faktor penting. Generasi pemain Irak saat ini memang sangat bagus. Jadi ya, ada banyak faktor. Saya tidak bisa menyebutkan semuanya, tetapi itu adalah beberapa di antaranya.

Dari dalam tim, perubahan apa yang paling terasa dibanding beberapa tahun lalu?

Menurut saya, sulit untuk menjelaskannya secara singkat. Proses kualifikasi Piala Dunia ini sendiri berlangsung sangat lama, hampir tiga tahun.

Awalnya, perubahan terbesar terjadi ketika Jesus Casas datang sebagai pelatih. Dia mulai menetapkan arah dan cara kerja tim. Itu menjadi perubahan besar bagi banyak pemain. 

Dia menetapkan standar yang tinggi tentang bagaimana bersikap sebagai pesepak bola profesional, terutama saat berkumpul dalam pemusatan latihan dan kegiatan tim.

Saya rasa Jesus Casas, bersama Presiden IFA, memberikan perubahan paling signifikan. Saya sendiri sudah berada di tim sebelum mereka datang, jadi saya bisa melihat perbedaan kondisi sebelum dan sesudah mereka hadir.

Sebagai perbandingan, sebelumnya mungkin hanya ada tiga atau empat pemain diaspora atau pemain yang bermain di luar Irak, khususnya di Eropa. Setelah mereka datang dan mengambil alih, jumlah itu meningkat menjadi sekitar delapan hingga 10 pemain dari Eropa.

Hal itu juga secara tidak langsung memotivasi pemain lokal. Selain itu, kehadiran mereka menciptakan dinamika tim yang sangat baik serta lingkungan yang lebih profesional.

Itu adalah perubahan yang terjadi di awal kualifikasi. Seiring berjalannya waktu, juga ada perubahan pelatih, di mana kami kemudian dilatih oleh Graham Arnold. 

Dia menambahkan lebih banyak aspek dan penyempurnaan di dalam tim pada tahap akhir. Dan menurut saya, itu juga menjadi salah satu alasan mengapa pada akhirnya kami bisa meraih keberhasilan.

Apakah ada satu laga yang menurut Anda benar-benar mengubah kepercayaan diri tim?

Sulit untuk menunjuk satu pertandingan tertentu. Proses kualifikasi ini sangat panjang, kami memainkan sekitar 21 pertandingan.

Saya rasa sejak awal kami sudah cukup percaya diri, baik di putaran pertama maupun putaran kedua. Namun, kami sempat menghadapi beberapa tantangan di akhir fase grup, yang membuat kami tidak bisa lolos langsung ke Piala Dunia 2026.

Karena itu, kami harus melanjutkan ke babak berikutnya, termasuk menghadapi Indonesia di Arab Saudi. Pertandingan-pertandingan tersebut bisa dibilang seperti laga hidup-mati, karena jika kalah, maka langsung tersingkir.

Kami berhasil menang melawan Indonesia di Arab Saudi, kemudian kami imbang melawan Arab Saudi. Dari situ, kami mulai mendapatkan pengalaman penting untuk menghadapi babak berikutnya.

Selanjutnya, kami menghadapi Uni Emirat Arab (UEA), dengan situasi yang sama, menang atau pulang. Pengalaman yang kami dapatkan sebelumnya sangat membantu kami dalam menghadapi pertandingan melawan UEA, dan kemudian juga di laga terakhir play-off melawan Bolivia.

Jadi menurut saya, tidak ada satu pertandingan spesifik yang menjadi titik balik. Secara keseluruhan, terutama di fase gugur, kami mendapatkan banyak pengalaman tentang bagaimana memainkan pertandingan-pertandingan penting seperti itu.

Dan saya rasa, pada akhirnya kami bisa menang melawan Bolivia karena pengalaman yang telah kami kumpulkan dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Sebagai pemain belakang, bagaimana Anda melihat perkembangan lini pertahanan Irak?

Ya, menurut saya setiap pelatih tentu memiliki gaya masing-masing. Namun, secara umum tidak banyak perbedaan ketika saya bermain bersama tim nasional Irak. Saya juga bermain sebagai fullback.

Jika yang Anda maksud adalah soal gaya bermain saya, saya hanya berusaha memainkan permainan saya seperti biasa, sama seperti saat saya bermain di klub atau ketika sebelumnya memperkuat Timnas Irak.

Hal utama bagi saya adalah tetap berpegang pada kualitas yang saya miliki, karena itulah alasan pelatih memanggil saya ke dalam tim.

Secara keseluruhan, tidak ada perbedaan yang terlalu besar saat bermain. Memang ada beberapa aspek taktik yang berbeda, dan tentu saja kami juga harus menyesuaikan diri dengan lawan yang dihadapi.

Namun pada akhirnya, semuanya hampir sama saja. Persiapan untuk pertandingan juga dilakukan dengan cara yang serupa, baik saat bermain untuk Irak maupun ketika bermain di Persib Bandung.

Apa tantangan terbesar menghadapi tim-tim kuat Asia dalam kualifikasi?

Menurut saya, tantangan terbesar sebenarnya adalah diri kami sendiri. Terutama di fase grup putaran kedua, saat kami berada satu grup dengan Korea, Yordania, Oman, dan tim lainnya.

Jika Anda bertanya kepada masyarakat Irak, sebagian besar tentu berharap kami bisa finis di dua besar dan lolos langsung ke Piala Dunia. Namun, ketika mendekati akhir fase grup dan terlihat bahwa kami tidak akan mendapatkan salah satu dari dua tiket langsung tersebut, hal itu menjadi cukup menantang bagi kami.

Mungkin dari sisi kepercayaan diri atau hal lainnya, karena sejak awal kami benar-benar menargetkan untuk lolos langsung. Pada akhirnya, kami harus menempuh jalur lain menuju Piala Dunia, dan itu menjadi tantangan tersendiri.

Kami pergi ke Arab Saudi untuk memainkan putaran keempat, tetapi sayangnya tidak berhasil di sana. Setelah itu, kami kembali menghadapi tantangan baru melawan Uni Emirat Arab, di mana kami berhasil menang dalam dua pertandingan.

Kemudian, kami kembali menghadapi tantangan berikutnya melawan Bolivia. Jadi, sepanjang perjalanan menuju Piala Dunia 2026, ada banyak sekali tantangan yang harus kami hadapi.

Namun, saya rasa kami bisa mengatasinya dengan sangat baik. Dan pada akhirnya, tidak masalah apakah Anda lolos langsung enam bulan sebelumnya atau baru dua minggu lalu. Yang terpenting adalah kami berhasil dan menjadi bagian dari Piala Dunia 2026.

Jelang play-off lalu, Irak sempat dilanda ketidakjelasan akibat dampak perang Timur Tengah. Bagaimana tim menghadapi dan mengatasinya?

Ya, itu memang bukan situasi yang mudah. Masa sebelum perjalanan ke Meksiko benar-benar sulit, terutama bagi para pemain lokal yang berada di Irak.

Bagi saya sendiri juga cukup melelahkan karena perjalanan yang panjang, dan itu jelas bukan persiapan terbaik untuk sebuah pertandingan. Beberapa pemain bahkan harus menempuh perjalanan lebih dari satu hari menggunakan bus untuk mencapai Yordania karena wilayah udara ditutup.

Setelah sampai di Yordania, kami masih harus melanjutkan perjalanan dengan penerbangan lebih dari 20 jam menuju Meksiko. Jadi dari segi persiapan, itu benar-benar tidak ideal.

Saya merasa sangat kasihan kepada para pemain yang harus melalui situasi tersebut, karena itu memang tidak mudah sama sekali. Namun, saya rasa tidak ada pilihan lain. Jika kami ingin lolos ke Piala Dunia, kami harus melalui semua itu.

Jadi, dari sisi persiapan memang jauh dari kata sempurna. Saya juga tidak tahu apakah situasi seperti ini akan terulang menjelang Piala Dunia nanti, tapi saya rasa tidak.

Memang ini bukan situasi yang menyenangkan, tetapi itulah kondisi yang terjadi di Timur Tengah saat ini, dan tidak banyak yang bisa dilakukan. Kami hanya bisa berusaha mencari solusi terbaik.

Dan saya pikir semua pihak telah menemukan solusi terbaik bagi kami. Pada akhirnya, kami bisa sampai ke lokasi pertandingan dan memainkan laga tersebut. Jadi pada akhirnya, semuanya berjalan dengan baik.

Apa yang akan Anda lakukan untuk mendapatkan tempat di skuad Piala Dunia 2026?

Saya pikir saya hanya perlu melanjutkan apa yang sudah saya lakukan sejauh ini, terutama sebelum pertandingan melawan Bolivia. Saat itu saya berada dalam kondisi permainan yang sangat baik bersama klub saya, Persib, dengan bermain di banyak pertandingan, baik di liga maupun di ajang Liga Champion Asia (ACL) 2.

Itulah yang dicari oleh staf pelatih, pemain yang mendapatkan banyak menit bermain dan berada dalam kondisi yang bagus. Hal tersebut sangat penting bagi mereka.

Itu juga yang disampaikan kepada saya saat saya tiba di Meksiko, bahwa mereka telah memantau saya secara intensif dan menyaksikan banyak pertandingan saya, baik di Indonesia maupun di ACL 2.

Jadi pada dasarnya, saya hanya perlu mempertahankan performa tersebut, dan semoga dengan itu saya bisa mendapatkan tempat di skuad untuk Piala Dunia nanti.

Bagaimana perasaan Anda akan menghadapi Piala Dunia dengan lawan-lawan tangguh di fase grup macam Prancis, Senegal, dan Norwegia?

Bagi saya pribadi, ini adalah pengalaman yang sangat besar hanya untuk bisa menjadi bagian dari Piala Dunia. Ini sesuatu yang sangat spesial, dan tidak semua pemain bisa mengalaminya dalam karier mereka.

Jadi, tidak peduli siapa lawannya, saya akan menganggap ini sebagai pengalaman yang sangat berharga dan berusaha mengambil sebanyak mungkin kenangan setelahnya.

Namun, tentu saja, ketika menyebut negara-negara seperti Prancis, Senegal, dan Norwegia, mereka adalah tim-tim besar. Dan saya rasa jika Anda bertanya kepada banyak ahli, mereka akan mengatakan bahwa kami memiliki peluang yang sangat kecil, hampir tidak ada peluang sama sekali untuk lolos dari grup.

Dalam beberapa hal, itu justru menjadi hal yang baik bagi kami. Kami bisa menjalani pertandingan tanpa tekanan besar. Kami tidak perlu berpikir terlalu banyak tentang harus melakukan ini atau itu. Tekanan justru ada pada negara-negara besar tersebut karena mereka adalah tim besar dengan peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi dan ekspektasi yang besar.

Prancis, misalnya, adalah favorit menurut saya. Norwegia saat ini juga merupakan salah satu tim terbaik di Eropa dengan banyak pemain hebat. Dan Senegal baru saja memenangkan Piala Afrika, meskipun ada beberapa perubahan setelah itu, saya tidak terlalu mengikuti detailnya.

Jadi, semuanya adalah tim besar dengan banyak pemain hebat. Namun, kita sudah pernah melihat di Piala Dunia sebelumnya bahwa tim-tim kecil yang tidak diunggulkan bisa membuat kejutan. Mengambil satu poin di sana, satu poin di sini, dan pada akhirnya cukup untuk lolos ke fase berikutnya.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Yang bisa kami lakukan hanyalah bermain dengan bebas, tanpa tekanan, dan mungkin kami bisa mengejutkan dunia.

Bek Timnas Irak, Frans Putros, yang juga memperkuat klub Persib Bandung.

Foto: TVRI/Grafis/Yusuf

Seberapa besar pengaruh Persib Bandung terhadap performa Anda di timnas? Apakah bermain di Indonesia membantu Anda berkembang sebagai pemain dan pribadi?

Ya, tentu saja. Saya pikir pertama-tama, Persib adalah klub yang sangat bagus untuk berada di dalamnya. Ada banyak tekanan juga, karena ini klub yang pernah menjadi juara back-to-back (dua kali beruntun) di Indonesia.

Tekanan dari para penggemar, media, dan sebagainya sangat besar. Ada banyak perhatian media terhadap klub ini. Semua itu membuat Anda harus selalu siap, tidak bisa santai, dan harus selalu tampil baik.

Kami memiliki skuad yang sangat bagus, yang saling mendorong setiap hari dalam latihan. Banyak pemain ingin bermain dan bersaing untuk mendapatkan tempat di tim.

Selain itu, kami juga bermain di Liga Champion Asia (ACL) 2 menghadapi lawan-lawan yang bagus, sehingga kami mendapatkan level permainan yang tinggi di sana.

Jadi menurut saya, secara keseluruhan, waktu saya di sini memberikan dampak yang besar bagi perkembangan saya.

Saya sangat bersyukur bisa berada di sini, dan saya berharap bisa membalas kepercayaan klub ini dengan cara mewakili mereka di Piala Dunia pada musim panas nanti.

Bagaimana sambutan rekan-rekan di Persib ketika Anda kembali tiba di Bandung setelah lolos ke Piala Dunia?

Ya, tentu saja (ada penyambutan). Mereka sudah mengucapkan selamat kepada saya bahkan sebelum saya tiba, saat saya masih berada di Meksiko, hampir semua orang mengirim pesan kepada saya.

Jadi mereka sebenarnya sudah melakukannya sebelum saya datang. Namun tentu saja, ketika saya tiba di klub, mereka sangat senang melihat saya dan kembali memberikan ucapan selamat secara langsung karena ini adalah sesuatu yang sangat besar.

Saya juga sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim yang memiliki lingkungan sangat baik di klub ini, baik para pemain, staf, maupun semua orang yang ada di sekitar klub. Ini benar-benar tempat yang sangat menyenangkan untuk berada.

Jika boleh menyampaikan pesan kepada rakyat Irak, apa yang ingin Anda katakan?

Pertama-tama, saya berharap mereka—dan saya tahu saya sudah melihatnya—sedang menikmati hari-hari ini di sana dan merayakan keberhasilan ini.

Satu hal yang bisa saya katakan adalah mereka memang pantas mendapatkannya. Sudah sangat lama sejak Irak terakhir kali tampil di Piala Dunia, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, dan sekarang akhirnya itu terjadi.

Rakyat Irak benar-benar layak mendapatkan momen ini karena mereka telah melalui banyak hal. Jadi bagi saya, saya hanya bisa mengatakan bahwa Piala Dunia ini benar-benar untuk masyarakat Irak, untuk orang-orang yang mencintai sepak bola di sana, yang mencintai bendera Irak.

Orang-orang itu pantas melihat negara mereka tampil di Piala Dunia. Jadi saya berharap mereka akan menikmati Piala Dunia yang luar biasa di musim panas nanti saat menyaksikan kami dari sana. Dan ya, itu saja.

Dan untuk Bobotoh yang selalu mendukung Anda, apa pesan Anda?

Ya, saya sudah banyak mengucapkan terima kasih kepada mereka. Mereka benar-benar adalah para penggemar sejati, itu yang harus saya katakan.

Tentu saja, mereka tidak hanya mendukung saya karena keberhasilan lolos ke Piala Dunia, tetapi secara umum sepanjang musim ini mereka selalu mendukung saya (lolos ke Piala Dunia). Bobotoh adalah pendukung yang luar biasa.

Mereka juga sangat cepat memberikan ucapan selamat ketika kami berhasil lolos ke Piala Dunia 2026. Saya benar-benar bersyukur dan merasa luar biasa bisa menerima begitu banyak dukungan dan cinta.

Inilah yang membuat saya senang menjadi bagian dari klub ini. Budaya, semangat, serta kecintaan dan gairah terhadap sepak bola di sini. Semua itu sangat luar biasa untuk saya rasakan.

Jadi saya benar-benar bersyukur. Seperti yang sudah saya katakan berkali-kali, terima kasih. Saya tidak tahu lagi apa yang bisa saya katakan selain itu.