TVRINews - Boston, Amerika Serikat

Didier Deschamps tidak khawatir terkait posisi Kylian Mbappe karena sebelumnya sudah sering bermain sebagai striker.

Baru dua laga tanpa mencetak gol tapi Kylian Mbappe sudah mendapatkan kritik dari fans. Namun, itu memang risiko bagi pemain bintang seperti dirinya. Apalagi, Prancis sangat mengandalkan penyerang berusia 27 tahun ini yang merupakan kapten Les Bleus.

Perdebatan tentang posisi Kylian Mbappe pun kembali muncul. Didier Deschamps memang menempatkannya sebagai penyerang tengah yang sebenarnya bukanlah posisi utamanya.

“Ia menyimpan gol-golnya untuk Piala Dunia. Posisinya di lapangan? Ia telah bermain sebagai penyerang tengah selama tiga musim terakhir. Ia tahu betul di mana ia bermain,” Didier Deschamps, menanggapi kritik terkait penampilan Kylian Mbappe sebagai penyerang tengah.

“Kylian Mbappé membawa gaya kepemimpinan yang sama sekali berbeda. Ia tahu bagaimana mendengarkan, mengamati, dan selalu memprioritaskan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadinya,” kata Didier Deschamps menambahkan.

Di sisi lain, kritik tersebut beralasan karena kebuntuan bintang Real Madrid tersebut terjadi menjelang Piala Dunia 2026. Ditambah dengan keputusannya meminta izin meninggalkan camp pelatihan di Claire Fontaine sebelum berangkat ke Amerika Serikat, jelas sang pemain menjadi sorotan.

Pelatih Didier Deschamps memang memberikan waktu libur bagi pemainnya sebelum ke Amerika Serikat pada Senin lalu. Kylian Mbappe ke Madrid karena alasan personal tapi kini dia sudah bersama rekan-rekan setimnya. Kylian Mbappe menempuh perjalanan dari Madrid ke Bandara Le Bourget pada Rabu lalu dan naik pesawat ke Boston, tempat di mana dia tinggal bersama Les Bleus selama tampil di Piala Dunia 2026.

Kylian Mbappe akan tampil dalam pertandingan pertama Prancis menghadapi Senegal dalam laga pertama Grup I, Selasa (16/6/2026) nanti. Itu akan menjadi Piala Dunia ketiga dalam kariernya. Pada dua edisi sebelumnya, Kylian Mbappe membawa Prancis juara di Piala Dunia 2018. Dia juga hampir meraih gelar di Piala Dunia keduanya (2022) dalam final lawan Argentina yang ditandai dengan hat-trick yang diciptakannya.

Kepemimpinannya tidak diragukan lagi bagi pelatih Didier Deschamps. Kini, setelah semua situasi tersebut, harapan terhadap dirinya semakin besar. Kylian Mbappe ditantang untuk mengakhiri kebuntuannya dalam mencetak gol yang terjadi di dua pertandingan saat dirinya sebagai starter.

Menghadapi Pantai Gading pada 5 Juni lalu, Kylian Mbappe tampil sejak menit awal. Dia bermain selama 45 menit sebelum Prancis kemasukan dua gol pada laga tersebut. Pada pertandingan selanjutnya menghadapi Irlandia Utara, Didier Deschamps menurunkannya sepanjang 90 menit. Namun di laga tersebut dia tidak mampu mencetak gol.

Laga itu ditandai dengan hat-trick yang diciptakan Michael Olise. Dengan demikian, selama dua laga sekitar 135 menit, Kylian Mbappe tidak mencetak gol dan tidak pula memberikan asis. Itu bukanlah gambaran yang diinginkan dari pemain yang selalu mampu memperlihatkan produktivitasnya dalam mencetak gol.

Melawan Pantai Gading dan Irlandia Utara, ia tanpa henti mencoba mendapatkan gol tersebut. Kylian Mbappe menembak dari semua area lapangan, tetapi gol selalu luput darinya. Ironisnya, ketika ia mencetak gol dalam pertandingan persahabatan kedua lawan Irlandia Utara, gol tersebut dianulir karena offside.

Kylian Mbappe hanya berjarak satu gol lagi dari jumlah gol Olivier Giroud, bintang yang sudah pensiun dari Timnas Prancis. Saat ini, Olivier Giroud masih sebagai pencetak gol terbanyak Timnas Prancis sepanjang masa dengan 57 gol. Sementara Kylian Mbappe tepat di bawahnya dan hanya berjarak satu gol (56 gol).

Di sisi lain, dalam Piala Dunia 2026 ini, Kylian Mbappe dari sisi personal tidak hanya mengejar atau melampaui rekor gol Olivier Giroud. Dia juga berpeluang sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Saat ini, pemain asal Bondy ini telah mencetak 12 gol dalam dua edisi. Saat ini, dia berada tepat di bawah Lionel Messi yang mengoleksi 13 gol. Jika Kylian Mbappe bisa mencetak lima gol lagi di Piala Dunia 2026 ini, dia akan mematahkan rekor gol Miroslav Klose (16 gol) sebagai pemegang rekor gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia.

Kylian Mbappe tiba di Amerika Serikat sebagai pemain bintang. Pencetak gol terbanyak kedua dalam sejarah Prancis ini harus tampil maksimal pada 16 Juni melawan Senegal untuk membungkam kritik yang telah diterimanya.