Pelatih Timnas Turki, Vincenzo Montella. Foto: TVRI/Grafis/Dede Mauladi
TVRINews - Milan, Italia
Vincenzo Montella mengakui bahwa dirinya sempat ingin berhenti sebagai pelatih karena kegagalan yang dialaminya.
Pelatih Timnas Turki, Vincenzo Montella, satu dari tiga pelatih asal Italia yang akan tampil di Piala Dunia 2026. Timnas Italia memang absen di Piala Dunia tahun ini namun kehadiran Vincenzo Montella di Timnas Turki, Carlo Ancelotti bersama Brasil dan Fabio Cannavaro yang melatih Uzbekistan mewakili wajah Italia di Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Vincenzo Montella, 51 tahun, berhasil membawa Turki lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menang dalam dua laga play-off. Pertama mengalahkan Rumania 1-0 di semifinal lalu menang 1-0 pula dalam final atas Kosovo.
Vincenzo Montella kini sudah menjadi idola bagi para fan sepak bola Turki dan keberhasilan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 membuatnya semakin dicintai. Karena Vincenzo Montella, Turki berhasil tampil lagi di Piala Dunia setelah absen sejak Piala Dunia 2002 silam.
Pada Piala Dunia 2002 itu, Timnas Turki asuhan Senol Gunes berhasil mencapai semifinal dan kemudian memenangi perebutan tempat ketiga setelah menang 3-2 atas Korea Selatan. Kini, Turki berharap kepada Vincenzo Montella untuk membawa The Crescent-Stars melangkah lebih jauh.
Bagi Vincenzo Montella, melatih Timnas Turki adalah petualangan yang tidak terduga. Pasalnya pria kelahiran Pomigliano 'Arco, 18 Juni 1974 ini nyaris pensiun sebagai pelatih. Vincenzo Montella sempat melatih sejumlah klub, termasuk di AS Roma, AC Milan, dan Fiorentina.
Dia sempat membawa AC Milan juara Piala Super Italia pada 2016. Namun demikian, perjalanan kariernya sebagai pelatih di level klub di negeri kelahirannya tidaklah istimewa bahkan diwarnai dengan pemecatan.
Setelah tugasnya di Fiorentina berakhir pada 2019, Vincenzo Montella praktis menganggur, tanpa tawaran. Karena itu, sejak 2019 hingga 2021, dia berpikir untuk berhenti sebagai pelatih. Ironisnya, dia juga tidak pernah mendapatkan kontak dari direktur olahraga di Italia.
"Selama satu setengah tahun, saya tidak pernah bertemu dengan satu pun direktur olahraga dari Italia, jadi saat itu pula saya memutuskan untuk memulai karier di Turki," kata Vincenzo Montella, kepada Sky Sport Italia, Senin (20/4/2026).
Namun, sebelum memutuskan berkarier di Turki, Vincenzo Montella mengakui dirinya memang sudah bertekad untuk tidak lagi meneruskan kariernya sebagai pelatih. "Saya mengakui saat itu, saya tidak akan lagi melatih, dan saya bahagia di rumah. Setelah itu, beberapa tim yang tidak masuk dalam minat saya datang mengajukan tawaran dan Adana Demirspor yang datang di waktu yang tepat," kata Vincenzo Montella lagi.
Saat itulah, Vincenzo Montella memutuskan untuk menerima tawaran klub asal Turki tersebut. "Saya mengatakan kepada diri saya sendiri, 'Mari lihat apakah gairah itu kembali lagi'. Dan memang itu kembali lagi," kata Vincenzo Montella.
Di Adana Demirspor sejak September 2021, Vincenzo Montella memang tidak membawa tim ini meraih gelar. Namun, perkembangan Adana Demirspor sangat bagus. Pada musim pertama sebagai pelatih di klub ini, Vincenzo Montella membawa tim ini ke posisi sembilan klasemen akhir.
Pada musim keduanya (2022-2023), Adana Demirspor bahkan mengakhiri musim di peringkat keempat dengan catatan 20 kemenangan, 9 imbang, dan 7 kali kalah, statistik yang merupakan rekor dalam sejarah klub tersebut, dan posisi terbaik yang pernah diraih tim ini. Bahkan saat itu berhasil tampil di ajang Eropa untuk pertama kali, di Conference League.
Pada 12 Juni 2023, Vincenzo Montella dan Adana Demirspor sepakat mengakhiri kerja sama. Tampaknya, pencapaian Vincenzo Montella membuat Federasi Sepak Bola Turki (TFF) terkesan. Hingga kemudian, pada 21 September 2023 Vincenzo Montella resmi sebagai pelatih Timnas Turki, sehari setelah TFF memecat Stefan Kuntz.
Sebelum berhasil membawa Turki ke Piala Dunia 2026, pria yang pada masa kariernya saat masih bermain dikenal dengan sebutan L'Aeroplanino, membawa Turki hingga perempat final Piala Eropa 2024, lalu meraih hasil yang mengesankan di Liga Negara Eropa (UEFA Nations League) B, membawa Hakan Calhanoglu dan kawan-kawan promosi ke Liga Negara Eropa A.
Memuji Hakan Calhanoglu dan Kenan Yildiz
Dua pemain Turki, Hakan Calhanoglu dan Kenan Yildiz menjadi bintang di Liga Italia 2025-2026. Hakan Calhanoglu pemain kunci Inter Milan yang kini memimpin klasemen sementara dan berpeluang meraih juara. Sedangkan Kenan Yildiz juga andalan Juventus, klub yang saat ini di peringkat keempat atau zona Liga Champions.
Kenan Yildiz mencetak 10 gol dan Hakan Calhanoglu mengoleki 9 gol. Keduanya masuk dalam 10 besar pencetak gol terbanyak Liga Italia 2025-2026. "Mudah melihat talenta Kenan Yildiz karena dia adalah pemain dengan mentalitas yang kuat. Dia selalu ingin mengembangkan dirinya," kata Vincenzo Montella.
"Sangat menyenangkan melihat pemain saya selalu fit dan selalu bermain dalam pertandingan sehingga mudah bagi saya untuk memantau perkembangannya," Vincenzo Montella menambahkan.
Sedangkan tentang Hakan Calhanoglu, Vincenzo Montella menyatakan dirinya tidak membutuhkan banyak kata untuk menggambarkan bagaimana kualitas dan betapa pentingnya gelandang ini bagi Turki dan Inter Milan. Sukses Inter Milan memimpin klasemen di musim ini tidak terlepas dari peran besar kapten Timnas Turki ini.
"Seperti di Timnas Turki. Masalah terbesar bukan saat Anda tidak memiliki dia di tim, melainkan karena tanpa kehadirannya Anda akan kehilangan bagian terbesar dari tim ini," kata Vincenzo Montella.