TVRINews - Miami, Amerika Serikat

Menurut pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, pemainnya tidak menunjukkan kepercayaan diri untuk mempertahankan penguasaan bola guna mengubah tempo permainan.

Arab Saudi membuka kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan torehan satu poin usai menahan Uruguai 1-1 dalam laga Grup H di Miami, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.

Namun di balik raihan satu poin tersebut, pelatih Georgios Donis mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama terkait fleksibilitas taktik yang menurutnya belum terbentuk karena waktu persiapan yang sangat singkat.

Donis baru ditunjuk sebagai pelatih Arab Saudi pada akhir April lalu untuk menggantikan Herve Renard. Pertandingan melawan Uruguai menjadi laga kompetitif pertamanya bersama Green Falcons setelah hanya menjalani tiga pertandingan persahabatan menjelang turnamen.

“Untuk kami, dalam tiga minggu terakhir kami berusaha membangun permainan kami, menyusun cara bermain kami, dan menciptakan semangat yang lebih baik,” kata Donis dikutip dari Reuters.

“Saat kami menghadapi lawan tertentu, mendapatkan satu poin adalah sebuah hal positif dan ini menjadi dorongan bagi psikologi kami,” ia menambahkan.

Meski puas dengan hasil akhir, pelatih asal Yunani itu menilai timnya belum cukup matang untuk beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan.

“Saat ini saya sedang mencoba mempelajari tim saya, saya sedang mencoba pelajari para pemain saya dan mengenal mereka lebih baik. Saya melihat bagaimana mereka bereaksi dan berperilaku, dan yang saya lihat adalah, karena kurangnya waktu, kami tidak bisa fleksibel selama pertandingan,” ia menjelaskan.

“Kami tahu bagaimana bermain dengan formasi 4-4-2 atau 4-3-2-1, tetapi kami juga harus mampu bermain dengan tiga gelandang atau dengan lima pemain bertahan. Saat ini, sayangnya, kami belum cukup fleksibel. Itu membutuhkan waktu untuk memahami bagaimana melakukannya,” ujarnya.

Arab Saudi tampil mengejutkan pada babak pertama. Mereka mampu mengimbangi permainan Uruguai dan bahkan unggul lebih dulu pada menit ke-41 melalui Abdulelah Al-Amri. 

Gol itu lahir setelah kiper veteran Uruguai, Fernando Muslera, melakukan kesalahan saat menepis bola sehingga Al-Amri dengan mudah memanfaatkannya menjadi gol.

“Kita bisa mengatakan bahwa pada babak pertama kami memiliki kontrol permainan yang baik dan memiliki peluang untuk mencetak gol meskipun kami tidak terlalu menentukan dalam penyelesaian akhir,” ujar Donis.

Namun, situasi berubah drastis setelah jeda. Uruguai meningkatkan tekanan dan memaksa Arab Saudi bertahan sangat dalam di area sendiri.

“Pada babak kedua, jika seseorang menganalisis pertandingan ini, bisa dikatakan bahwa mungkin kami berpikir terlalu defensif setelah unggul. Kami sudah mencetak gol dan ingin mempertahankan keunggulan itu,” Donis menuturkan.

“Apakah kami mungkin kelelahan pada babak kedua? Tampaknya memang demikian karena kami tidak memiliki intensitas yang sama seperti sebelumnya. Lawan kami mampu masuk lebih jauh ke wilayah pertahanan kami," mantan pelatih Panathinaikos itu menambahkan.

“Kami tidak menunjukkan kepercayaan diri yang cukup untuk mempertahankan penguasaan bola guna mengubah tempo permainan mereka. Itu membuat tekanan terus datang di dekat kotak penalti kami. Untungnya kami memiliki penjaga gawang yang luar biasa dan lini pertahanan yang sangat baik hari ini,” ujar Donis.

“Saya sedang mencoba mengenal tim saya dengan lebih baik dan melihat bagaimana cara kami berpikir,” kata pelatih yang sebelumnya menangani klub-klub Saudi Pro League sejak tahun 2021 itu.

Duel Kiper Senior Muslera vs Alowais

Sorotan pertandingan juga tertuju pada dua penjaga gawang senior yang sama-sama melakukan kesalahan berujung gol. Muslera, yang telah mengoleksi 135 penampilan internasional bersama Uruguai, membuat blunder yang menghadiahkan gol pembuka bagi Arab Saudi.

Sedangkan di sisi lain, kiper Arab Saudi, Mohammed Alowais, tampil gemilang dengan sembilan penyelamatan, enam di antaranya terjadi pada babak kedua.

Namun, Alowais akhirnya tidak mampu menjaga gawangnya tetap bersih setelah gagal mengantisipasi tembakan yang memantul dari permukaan lapangan. Bola muntah jatuh tepat ke kaki Maxi Araujo yang sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

“Pada pertandingan pertama, wajar jika ada beberapa kesalahan dari kedua tim. Bahkan Uruguai hari ini baru benar-benar menunjukkan permainan mereka pada babak kedua,” kata Alowais.

“Jadi hal itu normal karena ini adalah pertandingan pertama. Kami masih beradaptasi dengan atmosfer dan situasi secara keseluruhan di atas lapangan,” kiper 34 tahun itu menambahkan.

Hasil imbang ini membuat Arab Saudi dan Uruguay sama-sama mengoleksi satu poin di Grup H. Bagi Arab Saudi, hasil tersebut menjadi modal berharga sekaligus bukti bahwa mereka mampu bersaing, meski Donis menegaskan timnya masih berada dalam proses pembentukan menuju performa terbaik di Piala Dunia 2026.