TVRINews - Atlanta, Amerika Serikat

Pemain Spanyol yang bermain di Al Khaleej, Paolo Fernandes, menilai Arab Saudi kemungkinan juga akan bermain bertahan dengan strategi serangan balik.

Paolo Fernandes memang tidak masuk dalam skuad Timnas Spanyol. Namun, bintang 27 tahun bermain di klub Arab Saudi. Karena itu pula, dia berharap agar La Roja mewaspadai dan jangan meremehkan salah satu bintang lawan mereka, Salem Al Dawsari.

Dalam kariernya, pemain kelahiran Zaragoza yang pernah masuk dalam tim muda Manchester City ini bermain untuk klub Al-Khaleej, dengan status pinjaman dari AEK Athens. Paolo Fernandes bermain di Al Khaleej sejak September 2025 lalu.

Pada musim 2025-2026 lalu, Al Khaleej mengakhiri musim kompetisi Liga Arab Saudi (Saudi Pro League) di peringkat ke-12 klasemen akhir. Jelang laga Spanyol lawan Arab Saudi yang akan bergulir pada Minggu (21/6/2026), Salem Al Dawsari adalah pemain yang berbahaya bagi pertahanan Spanyol.

"Salem Al Dawsari pemain yang selalu membuat perbedaan setiap tahun, dan dia bermain untuk Al Hilal, yang biasanya merupakan tim yang memenangkan segalanya. Bagi Arab Saudi, dia benar-benar seperti Lionel Messi mereka," kata Paolo Fernandes, kepada pers Spanyol, As, Jumat (19/6/2026 lalu.

"Ada banyak kepercayaan padanya. Meskipun usianya sudah 30-an, Anda masih bisa melihatnya berlari kencang kapan saja, dan itu mengesankan," Paolo Fernandes menambahkan.

Musim ini, Salem Al Dawsari berperan dalam terciptanya 20 gol untuk klubnya, Al Hilal (mencetak 10 gol dan memberikan 10 asis). Khusus di Liga Arab Saudi, Salem Al Dawsari tampil dalam 26 laga dengan mencetak 8 gol dan memberikan 10 asis. Di Timnas Arab Saudi, dia telah bermain dalam 108 laga sejak 2012 silam dengan mengoleksi 26 gol dan memberikan 13 asis di semua ajang.

"Arab Saudi kemungkinan akan memainkan strategi serangan balik. Dengan Salem Al Dawsari, dia pemain yang sangat berbakat, menggiring bola dengan indah, terhubung dengan baik dengan rekan setimnya, dan sangat komplet," kata Paolo Fernandes lagi.

"Saya tidak tahu apakah dia akan bermain lebih melebar atau lebih ke tengah, tetapi dia adalah pemain yang paling dapat memberikan dampak signifikan yang bisa membahayakan pertahanan Spanyol."

Laga lawan Arab Saudi penting bagi Spanyol dalam menjaga peluang lolos ke fase knockout. Spanyol akan menghadapi tim berjulukan The Green Falcons setelah hasil mengecewakan lawan Tanjung Hijau di pertandingan pertama yang berakhir 0-0.

Hasil 0-0 lawan Tanjung Hijau memperlihatkan kesulitan La Roja dalam menembus pertahanan yang ketat. Karena itu, Paolo Fernandes menilai tidak menutup kemungkinan bahwa Arab Saudi akan melakukan strategi yang tidak jauh berbeda dengan Tanjung Hijau.

"Saya pikir Spanyol akan menghadapi sesuatu yang mirip dengan apa yang mereka alami melawan Tanjung Hijau. Arab Saudi kemungkinan akan bertahan dan menunggu serangan balik. Mereka memiliki pemain yang sangat berbakat, dan jika mereka menemukan ruang, mereka bisa berbahaya," kata Paolo Fernandes lagi.

Menghadapi Arab Saudi akan menjadi pertandingan yang tidak mudah bagi Spanyol. "Spanyol tidak meremehkan mereka, tetapi memang benar bahwa melawan tim yang bertahan, Anda membutuhkan pemain sayap. Melawan blok pertahanan rendah, perbedaannya terletak pada seseorang yang dapat melewati bek, mengalahkan penjaga mereka, dan memanfaatkan peluang. Dalam hal itu, pemain seperti Lamine Yamal atau Nico Williams bisa sangat penting."

Jika bermain di level kompetisi Asia, Arab Saudi tidak selalu bermain bertahan yang rapat. Mereka memiliki pemain berbakat yang bisa lebih aktif. "Tetapi melawan Spanyol, wajar jika mereka akan mengubah pendekatan mereka. Mereka memiliki pemain seperti Salem Al Dawsari sendiri atau Musab, yang dapat bermain di antara lini dan memberikan umpan terobosan," kata Paolo Fernandes lagi.